Skuat Timnas Indonesia senior untuk laga melawan Vietnam di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua secara resmi telah dirilis. Melansir laman pssi.org pada Jumat (8/3/2024), sebanyak 28 nama telah dipublikasikan oleh STY melalui federasi.
Jika dicermati dengan lebih seksama, dari 28 nama pemain tersebut, tak ada nama Saddil Ramdani dalam skuat. Hal ini seolah menjadi pertanda yang kurang baik bagi Saddil, yang sejatinya selalu menjadi salah satu pemain andalan STY dalam berbagai pertandingan.
Menyadur data yang ada di laman transfermarkt, Saddil Ramdani yang memiliki 26 caps, selalu menjadi tumpuan STY semenjak tahun 2022 lalu.
Selepas mendapatkan kepercayaan STY di pertandingan uji coba lawan Bangladesh pada bulan Juni 2022 lalu, Saddil selalu masuk dalam plan permainan coach Shin di babak Kualifikasi Piala Asia, Piala AFF hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bahkan, ketika Timnas Indonesia melakukan pemusatan latihan menjelang Putaran Final Piala Asia 2023, Saddil juga masuk dalam rencana permainan STY. Namun sayangnya, hal yang tak diinginkan justru terjadi di masa ini.
Meskipun sempat masuk dalam daftar aman pemain yang lolos dari pencoretan, Saddil justru harus terlempar di detik-detik akhir pengumuman skuat final. Nama Saddil kala itu digantikan oleh Adam Alis yang sebelumnya sudah dicoret oleh STY.
Meskipun hingga saat ini belum ada penjelasan yang benar-benar mencerahkan, namun faktor non teknis turut mempengaruhi keputusan STY mencoret bintang Sabah FA kala itu.
"Pertimbangannya adalah teknis. Ada kriteria-kriteria yang dinilai oleh Coach Shin Tae-yong. Penilaiannya itu mulai dari teknis sampai strategi,” ujar Sumardji selaku manajer Timnas Indonesia dikutip dari kanal berita Suara.com, Jumat (08/03/2024).
"Yang jadi pertimbangan penetapan skuad ini kan ada tiga, yang pertama performa, kedua disiplin, dan yang ketiga attitude. Jadi tiga itu yang jadi acuan," imbuhnya.
Lantas, tak masuknya nama Saddil ke dalam skuat, akankah membuat karir pemain berusia 25 tahun itu tamat di Timnas Indonesia? Tentu saja tidak!
Karena seperti yang kita ketahui, dalam pemanggilan kali ini, STY juga memasukkan beberapa nama pemain yang sebelumnya pernah bertindak indisipliner seperti Yance Sayuri dan Egy Maulana Vikri.
Jadi, meskipun saat ini nama Saddil tak masuk lagi di daftar skuat, namun kedepannya kans pemain ini untuk kembali bergabung ke Timnas Indonesia masih terbuka sangat lebar. Terlebih lagi jika sang pemain mampu menunjukkan performa impresif serta menunjukkan perubahan sikap yang positif.
Tetap semangat Saddil!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Data dan Fakta Pemanggilan Pemain Timnas Indonesia untuk Laga vs Vietnam, Penasaran?
-
Kejar Target Bisa Perkuat Timnas Indonesia Lawan Vietnam, Nathan Tjoe-A-On Diharapkan Sumpah WNI Pekan Depan
-
Kembali Dipanggil oleh STY, Adi Satryo Harus Bersaing Dengan 2 Seniornya
-
STY Tak Panggil Shayne Pattynama, Indikasi Cedera Sang Pemain Cukup Parah?
-
Jarang Main di Klub, 3 Pemain Ini Justru Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate
-
Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?
-
Fenomena Chat saat Butuh: Teman atau Sekadar Tempat Mencari Bantuan?
-
Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?