Suksesnya timnas Indonesia U-23 melaju ke babak 8 besar turnamen Piala Asia U-23 2024 tentunya cukup di luar dugaan banyak pihak.
Dilansir dari laman resmi AFC, skuad garuda muda memastikan diri lolos ke babak 8 besar usai menaklukkan Yordania dengan skor telak 4-1 di laga terakhir grup A pada Minggu (21/4/2024) kemarin.
Dalam laga yang digelar di Abdullah bin Khalifah Stadium, Doha, Qatar tersebut, nama Pratama Arhan menjadi salah satu nama yang cukup disorot.
Bagaimana tidak, pemain yang juga menjabat wakil kapten timnas Indonesia U-23 ini sukses memperlihatkan kemampuan lemparan jarak jauhnya dan sukses membuahkan gol di menit ke-84 yang dicetak oleh bek timnas Indonesia, yakni Komang Teguh.
Kemampuan lemparan jarak jauh Pratama Arhan memang dianggap sebagai salah satu senjata yang cukup mematikan yang dimiliki oleh timnas Indonesia.
Bahkan, rekan setimnya, yakni Jay Idzes juga mengaku kemampuan yang dimiliki bek kiri berusia 22 tahun tersebut cukup istimewa dan menjadi salah satu senjata berbahaya yang dimiliki timnas Indonesia.
“Pertama aku pikir apakah lapangan terlihat kecil karena lemparan dia sangat jauh, dia bisa melempar ke gawang tanpa bolanya menyentuh tanah. Dan kemarin dia masuk di pertandingan (lawan Vietnam) pertama juga. Aku menyentuhnya sedikit, aku tahu lemparannya bakal jauh. Saat dia lempar, aku pikir wow jauh sekali,” ujar Jay Idzes saat memberikan pernyataan di kanal YouTube Yussa Nugraha.
Ajang Piala Asia U-23 Jadi Pembuktian Kelayakan Pratama Arhan
Hadirnya banyak pemain keturunan di sektor bek kiri sejatinya sempat diprediksi akan membuat posisi Pratama Arhan di sektor tersebut terancam.
Namun, justru dirinya kian mampu membuktikan kualitasnya di atas lapangan dengan kembali dipercaya oleh Shin Tae-yong mengawal sektor kiri pertahanan timnas Indonesia U-23.
Bahkan, seorang Nathan Tjoe-A-On yang diprediksi akan menjadi bek kiri utama justru posisinya digeser menjadi seorang gelandang bertahan.
Suksesnya Pratama Arhan dalam menjaga sektor kiri timnas Indonesia U-23 tentunya dapat berimbas kepada kariernya di klub nanti.
Dilansir dari laman transfermarkt.co.id, sejak direkrut klub asal Korea Selatan, Suwom FC, dirinya belum sekalipun melakoni laga debut bersama tim yang berada di kota Suwon tersebut.
Tentunya diharapkan dengan kian gemilangnya dirinya bersama timnas Indonesia U-23, diharapkan dapat menarik minat pelatih Suwon FC untuk memainkannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
-
Luke Vickery Resmi Diproses Naturalisasi, Siapa Bakal Tergeser di Timnas Indonesia?
-
Minim Menit Bermain di Persija, Shayne Pattyanama Berpeluang Hengkang?
-
Gacor di Liga Belanda, Dean Zandbergen Bisa Jadi Opsi Timnas Indonesia di Lini Depan?
Artikel Terkait
-
Peluang Melawan Indonesia, Ini Komentar Pelatih Timnas Korea Selatan U-23
-
Dibantai Timnas Indonesia U-23, Pelatih Yordania: Mereka Tampil Luar Biasa!
-
Daftar Aksi Gol Bunuh Diri Justin Hubner di Timnas Indonesia, Bukan Cuma Pas Lawan Yordania Semalam
-
Setelah Ernando, Marselino Ferdinan Akhirnya Temukan Panggung Pertunjukannya di Piala Asia U-23
-
3 Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Tampil Luar Biasa Kontra Yordania, Kerja Sama Ala Tiki-Taka
Hobi
-
9 Seri tanpa Kemenangan, Marc Marquez Terkena Kutukan Usai Juara Dunia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
Terkini
-
Seluk-Beluk Distribusi Buku di Balik Kehangatan Toko Buku Kobayashi
-
Cinta Laura Murka Soal Pelecehan di FH UI: "Minta Maaf Bukan Tiket Bebas Sanksi!"
-
Menyusuri Jalur TeleSamosir: Wisata Edukasi Geologi di Jantung Kaldera Toba
-
Thrash: Film dengan Premis Gila yang Menggabungkan Dua Horor Klasik
-
Buku Ego is The Enemy, Ketika Ego Jadi Penghalang Sukses