Skuad Guinea U-23 digadang-gadang menjadi sandungan besar bagi Timnas Indonesia yang berambisi menyegel tiket Olimpiade Paris 2024 melalui babak playoff usai kalah saat perebutan tempat ketiga menghadapi Irak (2/5/2024).
Tak hanya unggul secara ranking FIFA, tetapi Guinea U-23 juga memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dibanding pasukan Garuda Muda. Lantas, mampukah tim Merah Putih tumbangkan Syli U-23?
Menyadur laman Transfermarkt, lawan Timnas Indonesia ini mempunyai nilai pasar seharga 133,40 miliar. Angka tersebut terbilang tinggi, lantaran Guinea U-23 diperkuat oleh pemain-pemain yang berkarier di Eropa.
Ada 20 penggawa yang bermain di luar negeri. Dari angka tersebut, ada 16 pemain Guinea U-23 yang memperkuat tim-tim Eropa yang berkelas. Mayoritas pemain juga berperan penting dalam mengantar tim senior Guinea menuju perempat final Piala Afrika 2023.
Sementara skuad Indonesia sendiri mempunyai nilai pasar 83,43 miliar. Masih mengutip dari Transfermarkt, Garuda Muda tampilkan tim muda dengan rata-rata usia pemain 20,8 tahun.
Performa apik sepanjang gelaran kompetisi Piala Asia U-23 kemarin bisa menjadi modal yang baik untuk anak asuhan Shin Tae-yong menjawab tantangan Guinea. Kalah dari segi nilai pasar maupun ranking FIFA tak bisa dijadikan patokan, sebab bola itu bundar dan apapun masih bisa terjadi di lapangan.
Disadur dari laman resmi AFC, pelatih Shin Tae-yong sendiri mengaku akan mengusahakan yang terbaik agar Timnas Indonesia bisa berpartisipasi dalam Olimpiade Paris 2024 mendatang.
“Saya akan berusaha sebaik mungkin memanfaatkan kesempatan terakhir untuk berangkat ke Olimpiade. Harapan saya adalah empat tim Asia akan berpartisipasi di Olimpiade,” ujar juru taktik asal Korea Selatan tersebut.
Pertandingan antara hidup dan mati Indonesia vs Guinea bakal digelar pada 9 Mei 2024 di Prancis. Walau dihadapkan dengan lawan yang tangguh, Garuda Muda masih memiliki asa untuk bisa menang.
Apalagi jika kembali mengingat perjalanan di Piala Asia U-23. Bahkan Rizky Ridho CS memulangkan Yordania, Australia, serta Korea Selatan yang digadang-gadang sebagai tim kuat dan sulit ditaklukkan.
Finish sebagai juara keempat dengan status tim debutan dalam gelaran ini juga sudah menjadi prestasi apik yang menandai kebangkitan sepakbola tanah air.
Diharapkan ke depannya Timnas Indonesia terus berproses dan berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Doa dan dukungan seluruh penggemar selalu mengalir untukmu, Garuda Muda!***
Baca Juga
-
Timnas Qatar dan Satu Poin di Piala Dunia yang Layak Dirayakan
-
7 Barang yang Stop Dibeli usai Terapkan Less Waste, Termasuk Alat Dapur?
-
Detoks Digital: Cara Jitu Menghilangkan Kecemasan Akibat Godaan Promo Online
-
Dimulai dari Dapur, Less Waste Jadi Jalan Keluar Supaya Hemat Pengeluaran?
-
Banyak Diskon, Mindset Less Waste Worth It untuk Jadi Rem saat Kalap?
Artikel Terkait
-
Marceng Harusnya Belajar dari Para Pemain Lain saat Menyikapi Kritikan Pedas Kepadanya
-
Disebut Segera Lamaran, Intip Chat Bucin Rizky Ridho buat Sendy Aulia Sang Pacar Bikin Baper
-
Dipenuhi Pemain Abroad, Harga Pasar Skuad Guinea Kalahkan Timnas Indonesia U-23
-
3 Pemain yang Bisa Dibawa Shin Tae-yong Jelang Timnas Indonesia U-23 vs Guinea di Playoff Olimpiade 2024
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
Terkini
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia