Pelatih timnas Indonesia U-20, yakni Indra Sjafri sejak beberapa hari lalu pergi ke benua Eropa, khususnya ke Belanda guna memantau beberapa pemain keturunan yang merumput disana. Melansir dari kanal berita ANTARA (antaranews.com), mantan pelatih timnas Indonesia U-22 ini memang telah merencanakan sejak lama akan berkunjung ke beberapa negara di benua Eropa guna mencari beberapa pemain keturunan yang berpotensi untuk masuk ke dalam skuad timnas Indonesia U-20.
“Pak Ketum (PSSI, Erick Thohir), PSSI, dan pemerintah membuka keran untuk itu (pemain diaspora), terutama anak-anak yang keturunan di luar negeri yang berpaspor Indonesia. Yang kedua, pemain yang kualitasnya mungkin sangat bagus dan mempunyai prospek ke depan, kami terbuka untuk mereka dinaturalisasi,” ujar Indra Sjafri.
Indra Sjafri sendiri memang memiliki kriteria tersendiri untuk menentukan para pemain keturunan yang memiliki prospek untuk membela timnas Indonesia. Selain harus memiliki skill diatas para pemain lokal, dirinya juga menargetkan para pemain tersebut masih memiliki paspor Indonesia atau salah satu orang tuanya masih memegang kewarganegaraan Indonesia. Hal ini dikarenakan guna mempermudah proses administrasi perpindahan kewarganegaraan guna kepentingan membela skuad garuda.
Sebelumnya, ada beberapa pemain diaspora dan keturunan yang memang sudah masuk ke dalam skuad timnas U-20. Selain nama Welber Halim Jardim dan Marselinus Ama Ola, adapula nama Amar Rayhan Brkic yang kini berkompetisi bersama tim U-18 TSC Hoffenheim di Jerman yang bisa sewaktu-waktu memperkuat timnas U-20.
Indra Sjafri Dirumorkan Akan Bertemu Tiga Pemain Keturunan Baru
Lebih lanjut lagi, Indra Sjafri selama di Belanda diketahui telah merencanakan bertemu dengan 3 pemain keturunan baru yang telah dipantaunya sejak berada di Eropa. Melansir dari akun instagram @futboll.indonesiaaa, ketiga pemain tersebut adalah Dion Markx, Sacha Deighton, dan D'Leanu Arts.
D'Leanu Arts dan Dion Markx sendiri kini tercatat membela tim U-18 dari klub Belanda, NEC Nijmegen. Lalu, ada Sacha Deighton yang juga kini berstatus sebagai pemain tim muda De Treffers di liga Belanda. Ketiga pemain tersebut berposisi sebagai defender di klubnya masing-masing. Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa Indra Sjafri ingin memperkuat sektor pertahanan skuad garuda U-20 kedepannya.
Tentunya diharapkan kunjungan Indra Sjafri di Eropa dapat menemukan beberapa talenta muda keturunan yang berkualitas dan bisa bermain untuk timnas Indonesia kedepannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Sejarah Tercipta, Wasit Wanita Pimpin Laga di Ajang Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
STY Sebut Kepercayaan Diri Pemain Timnas Indonesia Sering Dirusak Wasit
-
Eks-Pelatih Timnas Vietnam Berikan Komentar Terkait Sepakbola Asia
-
Parah Puluhan Ribu Netizen Indonesia Salah Serang Akun Guinea, Sindiran Marselino Soal Negara Lucu Ternyata Benar
-
Bukti Jairo Riedewald Pemain Bagus, Fans Crystal Palace Tak Rela Calon Penggawa Timnas Indonesia Pergi
-
Shin Tae-yong Sebut Wasit Laga Timnas Indonesia U-23 vs Guinea U-23 Lelucon
Hobi
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia
-
Tips Mengoleksi Merchandise Piala Dunia 2026 untuk Penggemar Sepak Bola
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Terkini
-
Aksi Kocak Sang Mantan dan Suami Sah Melawan Penjahat di Film Husbands in Action
-
Sudah Bayar Tepat Waktu, Kenapa Kita Harus Merugi karena Listrik Padam?
-
Comeback OH MY GIRL Ditunda, Album Grup Dijadwalkan Ulang Rilis 2027
-
Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng: Ketika Ide Menjadi Komoditas
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?