Gelandang timnas wanita Indonesia, Helsya Maeisyaroh mengaku laga uji coba antara timnas Indonesia melawan timnas Singapura merupakan hal yang cukup penting bagi pesepakbolaan wanita di Indonesia. Melansir dari kanal berita ANTARA (antaranews.com), mantan pemain klub Persis Solo Women tersebut menyebut dirinya dan rekan-rekannya akan mengincar kemenangan di laga tersebut kendati hanya bertajuk uji coba Internasional.
Kemenangan tentunya akan membuat sepakbola wanita di Indonesia akan mulai diperhatikan oleh khalayak ramai seperti lazimnya sepakbola kategori pria di Indonesia. Selain itu, dengan meraih kemenangan tentunya dapat mengangkat mental dirinya dan rekan-rekannya guna menapaki perkembangan yang lebih tinggi lagi kedepannya.
“Menang dalam arti, menang main bagus, menang skor banyak, dan kita juga bisa mengangkat nama sepak bola putri Indonesia supaya lebih tinggi lagi dan lebih difokuskan lagi. Jadi tidak cuma sepak bola cowok saja,” ujar Helsya Maeisyaroh, dikutip dari kanal berita ANTARA.
Pesepakbolaan wanita di Indonesia memang baru akan mencoba bangkit kembali setelah vakum cukup lama. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), ketiadaan liga wanita secara profesional selama kurang lebih 6 tahun lamanya tentu sangat mempengaruhi kemampuan timnas wanita Indonesia di ajang Internasional. Namun, PSSI berusaha memperbaiki kondisi tersebut dengan beberapa waktu lalu mendatangkan pengelola sepakbola wanita dari Jepang guna mempelajari tata kelola sepakbola wanita. Bahkan, PSSI juga mendatangkan pelatih timnas wanita asal Jepang, yakni Satoru Mochizuki yang baru dikontrak pada awal tahun 2024 ini.
Helsya Maeisyaroh Komentari Cara Melatih Satoru Mochizuki
Helsya Maeisyaroh menjadi satu dari segelintir pemain timnas wanita Indonesia yang memiliki kesempatan merumput bersama klub luar saat ini. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, dirinya saat ini menjadi bagian dari klub asal Jepang, FC Ryukyu Ladies sejak awal tahun 2024. Tentunya hal ini membuatnya cukup familiar dengan cara melatih Satoru Mochizuki yang notabene merupakan mantan pelatih timnas wanita Jepang.
“Cara melatih Coach Mochi dan pelatih-pelatih Jepang tuh sama, karena mereka inginnya skill kami ditambahkan. Sudah dilatih skill sama tekniknya, jadi sudah tidak ke fisik. Jadi menurut aku sama saja, tinggal akunya beradaptasi saja,” imbuh Helsya Maeisyaroh.
Laga uji coba antara timnas wanita Indonesia vs. timnas wanita Singapura akan digelar pada 28 Mei 2024 mendatang di Stadion Madya, Jakarta.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Jelang Timnas U-17 Lawan Yaman, Nova Arianto Justru Singgung Kinerja PSSI!
-
Gol Tunggal Bersejarah! Timnas Indonesia U-17 Bungkam Korea Selatan di Piala Asia U-17
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Mengejutkan! Maarten Paes Kritik Taktik dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Jelang Timnas U-17 Lawan Yaman, Nova Arianto Justru Singgung Kinerja PSSI!
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
Hobi
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror