AFF Cup atau yang kini bernama ASEAN Cup akan dilaksanakan pada akhir tahun 2024 ini. Melansir dari laman resmi ASEAN Cup (aseanutdfc.com), pada edisi 2024 kali ini, timnas Indonesia tergabung di grup B bersama Vietnam, Filipina, Laos dan Myanmaar. Tentunya skuad garuda diprediksi akan mampu lolos ke babak semifinal di edisi kali ini mengingat performa timnas Indonesia dan peta kekuatan di grup B yang cukup mengunggulkan Rizky Ridho dkk.
Namun, tentunya sekedar lolos saja dari fase grup atau bahkan masuk ke babak final merupakan hal yang cukup biasa bagi timnas Indonesia. Bahkan, sejak pertama kali diadakan di tahun 1996 silam, skuad garuda tercatat sudah 6 kali masuk ke babak final turnamen sepakbola terbesar di kawasan sub-regional Asia tenggara tersebut. Akan tetapi, mirisnya tak satupun langkah skuad garuda yang membuahkan trofi AFF atau kini bernama ASEAN Cup.
Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), prestasi terbaik timnas Indonesia di ajang ini hanyalah meraih prediket runner-up. Bahkan, yang lebih unik lagi timnas Indonesia merupakan pemegang gelar runner-up terbanyak di AFF Cup dengan total 6 kali sejak kompetisi ini bernama Tigers Cup. Gelar runner-up terakhir yang diperoleh skuad garuda adalah pada saat edisi 2020 silam yang digelar di Singapura. Kala itu, skuad garuda harus takluk dari rival bebuyutan, Thailand dengan aggregate 6-2.
Apakah Target Juara Masih Menjadi Prioritas PSSI di ASEAN Cup?
Tentunya banyak fans timnas Indonesia yang berharap skuad garuda mampu meraih gelar AFF Cup atau ASEAN Cup minimal hanya sekali saja. Selain masih dianggap sebagai prestise tertinggi di sepakboal kawasan Asia tenggara, hal ini tentunya bisa membuat timnas Indonesia layak dianggap sebagai tim kuat di kawasan ASEAN.
Namun, sepertinya PSSI pada kepemimpinan Erick Thohir saat ini sedikit tidak mengaggap penting ajang AFF Cup atau ASEAN Cup. Selain karena fokus kepada ajang yang lebih besar seperti Piala Asia dan Piala Dunia atau Olimpiade. Status ASEAN Cup yang tidak masuk ke dalam kalender FIFA membuat timnas Indonesia akan kesusahan menurunkan skuad terbaiknya di ajang tersebut.
Hal ini cukup wajar mengingat sebagian besar skuad inti timnas Indonesia bermain di benua Eropa yang cukup susah untuk melepas pemain di luar kalender FIFA. Selain itu, timnas Indonesia juga memiliki target lain, yakni lolos ke round 3 babak kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersamaan dengan ajang ASEAN Cup 2024 nanti. Hal ini pula yang membuat PSSI hanya menargetkan kepada Shin Tae-yong untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana uji coba pemain baru maupun pemain muda.
Dengan target yang diberikan oleh PSSI tersebut, tentunya diharapkan masyarakat tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap timnas Indonesia di ajang ASEAN Cup 2024 nanti. Masyarakat tentunya diharapkan tetap mendukung perjuangan punggawa skuad garuda apapun hasil yang dicapai nantinya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Artikel Terkait
-
Indra Sjafri Girang Timnas Indonesia U-20 Dapat Lawan-lawan Kuat di Toulon Cup 2024
-
Justin Hubner Dapat Kartu Merah, Pelatih dan Rekan Setimnya di Cerezo Osaka Pasang Badan
-
Misi Gelandang Timnas Wanita Kenalkan Sepakbola Wanita ke Masyarakat
-
3 Daftar Teratas Pemain ASEAN dengan Pasaran Tertinggi, Siapa Paling Mahal?
Hobi
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
Terkini
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam