Pemain Madura United, Malik Risaldi menjadi satu dari dua nama tambahan yang dipanggil oleh coach Shin Tae-yong untuk melakoni laga uji coba kontra Tanzania, Irak dan Filipina. Melansir video unggahan akun TikTok suaradotcom pada Jumat (31/5/2024), Sumardji selaku manager Timnas Indonesia mengkonfirmasikan pemanggilan Nadeo Argawinata dari Borneo FC dan Malik Risaldi.
Sejatinya, pemanggilan mantan pemain Persela Lamongan tersebut ke Timnas Indonesia merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi dari sang pemain sepanjang musim ini. Bagaimana tidak, Malik Risaldi yang bergabung dengan Laskar Sappeh Kerrab pada bulan April 2022 lalu, sejatinya baru bisa meyakinkan kubu Madura United akan kualitasnya di pertengahan musim ini.
Berkaca dari data yang ada di laman transfermarkt.com, Malik Risaldi sejatinya menjalani awal musim ini dengan kegamangan. Bagaimana tidak, hingga pekan ke-19, pemain berusia 27 tahun ini tercatat baru dua kali saja dipercaya oleh pelatih klubnya untuk tampil penuh. Selebihnya, dirinya hanya tampil setengah babak, atau mentok-mentok turun sebagai pemain pengganti bagi Bayu Gatra saja.
Namun, kerja keras dan konsistensi pemain kelahiran Surabaya 23 Oktober 1996 ini pada akhirnya tertebus di pekan ke-20. Malik yang tampil penuh pada laga melawan Bali United (23/11/2023), mulai menunjukkan rasa percaya diri akan kemampuannya, dan berhasil menyumbangkan satu assist.
Meskipun Madura United kala itu kalah 1-2 dari tim tamu, namun performa Malik Risaldi pada pertandingan tersebut sukses membuat pintu skuat utama Madura United terbuka lebar untuknya. Karena setelah pertandingan tersebut, Malik Risaldi selalu mendapatkan kesempatan untuk bermain penuh, dan lambat laun menjadi andalan baru di tubuh Madura United.
Laman transfermarkt mencatat, semenjak pekan ke-20, hingga pekan ke-34 Liga 1 Indonesia, pemain bertinggi badan 171cm ini selalu tampil penuh dalam 12 pertandingan, dan sisanya selalu tampil dengan durasi di atas 68 menit bermain.
Hingga pada puncaknya, penampilan impresif Malik berhasil membawa Madura United melaju ke partai puncak BRI Liga 1 Indonesia Championship Series musim ini, meskipun sebelumnya dirinya sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan tempat utama.
Sekali lagi, kerja keras dan konsistensi tak pernah mengkhianati hasil yang dicapai ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
-
Piala Dunia 2026 dan Poin Perdana Qatar yang Sejatinya Tak Begitu Membantu Mereka di Kontestasi
Artikel Terkait
-
Dipanggil ke Timnas Indonesia, Harga Pasaran Malik Risaldi Diprediksi Bakal Melambung
-
Tak Main-Main, Berikut Capaian Malik Risaldi Musim Ini yang Membuat STY Kepincut!
-
Berubah Status Jadi Laga FIFA A Match, Laga Lawan Tanzania Tak Melulu Datangkan Keuntungan
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Tanzania Dalam Laga Uji Coba: Head to Head, Susunan Pemain, dan Skor
-
Timnas Indonesia U-16 Gelar Persiapan Akhir di Solo Jelang Piala AFF U-16 2024
Hobi
-
Ronaldo Melempem dan Portugal Loyo, Thierry Henry Sebut Terlalu Egois
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Mentalitas Baja Samurai Biru: Mengapa Jepang Layak Jadi Kuda Hitam Paling Berbahaya
-
Lewis Hamilton Podium ke-106 Bersama Ferrari, Rekornya Makin Tak Tersentuh!
-
Portugal vs Kongo Piala Dunia 2026: Analisis Pemain, Skor dan Taktik Laga
Terkini
-
Mirip Harry Potter, Film Animasi Hexed Bawa Penonton ke Dunia Penyihir
-
Piala Dunia 2026: Format dan Harapan Baru, Tim Underdog Bakal Beri Kejutan?
-
Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap
-
Prediksi Lini dan Skor Uzbekistan vs Kolombia: Los Cafeteros Bidik 3 Poin
-
Pengkhianatan, Trauma, dan Luka Masa Kecil dalam The Silent Patient