Timnas Indonesia U-19 kini tengah berjuang di ajang Piala AFF U-19. Berstatus sebagai tuan rumah, Pasukan Muda Merah Putih kini telah memastikan diri melaju ke babak semifinal. Bahkan, melansir laman resmi PSSI, anak asuh coach Indra Sjafri tersebut kini tinggal menunggu lawan mereka saja di fase empat besar.
Dalam perjalanannya menuju babak empat besar turnamen, Timnas Indonesia U-19 secara total telah melesakkan 14 gol dan kebobolan dua gol. Ciptaan gol ini tentu saja menggambarkan bahwa tim muda Indonesia ini merupakan salah satu kontestan yang cukup subur dalam gelaran.
Uniknya, dalam proses terjadinya gol-gol tersebut selama di babak penyisihan grup, Timnas Indonesia bisa dikatakan memiliki senjata andalan baru yang cukup mematikan, yakni skema tendangan sudut.
Menyadur berbagai video yang diunggah oleh kanal YouTube SCTV, setidaknya 4 gol yang dicetak oleh Indonesia U-19 diawali oleh skema tendangan sudut. Seperti misal ketika melawan Filipina di laga pertama pada 17 Juli 2024 lalu, gol yang dicetak oleh Kadek Arel pada menit ke-29 diawali dengan skema tendangan sudut.
Pun demikian halnya di laga melawan Kamboja saat laga kedua pada Sabtu (20/7/2024), dua gol kemenangan Timnas Indonesia yang diciptakan oleh Kadek Arel pada menit ke-71 dan Muhammad Iqbal Gwijangge pada menit ke-86, semuanya berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan oleh sang game changer, Kafiatur Rizky.
Sementara di pertandingan terakhir fase grup A melawan Timor Leste, set piece tendangan sudut kembali menjadi momok bagi pertahanan lawan. Pada menit ke-51, Kadek Arel kembali sukses menjebol gawang mantan provinsi ke-26 Indonesia itu melalui tandukannya setelah memanfaatkan bola corner dari Kafiatur.
Empat gol yang tercipta dari pola tendangan sudut tentunya menjadi sebuah bukti sahih jika skema yang satu ini kini menjadi salah satu senjata mematikan yang cukup bisa diandalkan.
Hal ini pun menjadi sebuah preseden yang cukup positif, karena jika nantinya pertarungan berjalan alot maupun menemui deadlock, Anak-anak Garuda bisa memanfaatkan pakem ini untuk membongkar pertahanan lawan sepertimana saat bersua dengan Kamboja di laga kedua lalu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
Artikel Terkait
-
Here We Go! Mimpi Buruk Timnas Indonesia Tes Medis di Klub Milik Hartono Bersaudara
-
AFF U-19: Timnas Indonesia ke Semifinal, Indra Sjafri Siap Lawan Siapa Saja
-
Akhirnya! Calon Kiper Timnas Maarten Paes Buka Suara Gabung ke Empoli: Ada Beberapa Pembicaraan...
-
Sedihnya! Maarten Paes Gagal Satu Tim dengan Lionel Messi, Alasannya Bikin Kaget
-
Gagal ke Semifinal, Media Vietnam Sebut Piala AFF U-19 Sebagai Mimpi Buruk
Hobi
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
Terkini
-
Luka Pedih 50 Santriwati di Pati: Menangisi Marwah Pesantren yang Tercabik
-
5 Drama Populer dari IU, Punya Peran Berbeda yang Mengejutkan Penonton!
-
Rilis Volume ke-7, Light Novel Dinners with My Darling Umumkan Versi Anime
-
Dompet Kelas Menengah Lagi Kering, Alarm Bahaya Buat Ekonomi?
-
1001 Cara Cinta Menabur Luka: Ironi Gelap dalam Novel Fallen