Kemunculan ikan paus di hari terakhir cabang olahraga (cabor) selancar Olimpiade 2024 di Tahiti, seolah seperti membawa keberuntungan bagi peselancar asal Brasil, Tatiana Weston-Webb.
Ya, seekor ikan paus muncul ke permukaan saat Tatiana Weston-Webb dan Brisa Hennessy (Kosta Rika) bertanding pada semifinal cabor selancar putri Olimpiade Paris 2024, di pantai Teahupo'o, Tahiti, pada Senin (5/8/2024) sore waktu setempat.
Meski begitu, kemunculan ikan paus tersebut tidak sampai mengancam keselamatan Tatiana Weston-Webb dan Brisa Hennessy. Sebab, ikan paus itu berada jauh di belakang kedua peselancar yang sedang bertanding.
Kejadian semacam ini sudah menjadi hal biasa dalam dunia selancar. Bertemu dengan satwa liar seperti burung, anjing laut, dan ikan hiu saat peselancar sedang bertanding sangat dimungkinkan terjadi.
Menurut laman Tahiti Tourism, di Tahiti, dari bulan Juli hingga November, biasanya ikan paus datang untuk bereproduksi dan membesarkan anak-anaknya di lautan sekitar Tahiti.
Adapun, kemunculan ikan paus itu seolah membawa keberuntungan bagi Tatiana Weston-Webb, karena ia berhasil melaju ke final cabor selancar Olimpiade Paris 2024. Peselancar kelahiran Porto Alegre itu berhasil melaju ke final usai mencatatkan dua ombak terbaiknya dengan total 13,66 poin, masing-masing 8,33 poin dan 5,33 poin.
"Keberuntungan kami berubah setelah paus itu muncul. Tinggalkan ucapan 'Terima kasih Paus' Anda di sini," tulis cuitan akun X resmi Komite Olimpiade Brasil (Time Brasil).
Setelah menjadi saksi momen kemunculan seekor ikan paus di perairan Tahiti, Tatiana Weston-Webb menutup aksinya di Olimpiade 2024 dengan raihan medali perak. Ia mendapatkan perak usai kalah dari peselancar asal Amerika Serikat, Carolina Marks, yang meraih medali emas.
"Ini sangat berarti; saya telah bekerja sangat keras untuk ini," kata Tatiana Weston-Webb usai meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024, dikutip dari Olympics.com.
Lebih lanjut, Tatiana juga merasa terhormat bisa berselancar di Teahupo'o, Tahiti. Ia pun merasa seperti diberkati saat berselancar di Pantai Teahupo'o, Tahiti, yang berjarak 10.000 mil dari Kota Paris, Perancis itu.
"Sudah menjadi impian saya sejak lama, dan melakukannya di ombak yang saya sukai adalah sebuah kehormatan. Saya merasa diberkati berada di sini," ucap peselancar berusia 28 tahun itu.
Baca Juga
-
Data Bicara: Mobil F1 atau Motor MotoGP yang Lebih Cepat?
-
Profil Sjoerd Woudenberg: Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era Kluivert
-
Mengapa Nama Orang Islandia Banyak Berakhiran "-Son"? Ini Alasannya
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
Kilas Balik MotoGP Argentina 2018: Start Unik Jack Miller yang Jadi Sorotan
Artikel Terkait
-
Kalahkan Jagoan Iran, Veddriq Leonardo Lolos Final Panjat Tebing Olimpiade
-
Fakta dan Data Jelang Mesir vs Maroko di Perebutan Medali Perunggu Olimpiade 2024, Derbi Afrika yang Layak Ditonton
-
Segera Mulai Aksi Spiderman Indonesia Veddriq Leonardo! Akses Nonton Link Live Streaming Panjat Tebing Olimpiade 2024
-
Langkah Kaki Emas! Veddriq Leonardo Lolos Semifinal Panjat Tebing Olimpiade
Hobi
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
Terkini
-
3 Rekomendasi HP POCO Rp1 Jutaan 2026: Performa Ngebut, Harga Bersahabat
-
Menenun Kembali Persahabatan di Ujung Cakrawala Aldebaran
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Quiet Quitting atau Self-Respect? Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja Modern