Hanya berjarak sekira tiga pekan sebelum melakoni laga berat di putaran ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia mendapatkan hantaman telak.
Lini pertahanan yang selama periode kepelatihan Shin Tae-yong mengalami pembenahan besar-besaran, belakangan ini mendapatkan ujian yang berat.
Ironisnya, ujian tersebut tak hanya berkaitan dengan teknis permainan, namun juga berkenaan dengan permasalahan-permasalahan yang sejatinya harus ditepikan dari dunia sepak bola.
Lebih ironisnya, hingga saat ini setidaknya ada 3 permasalahan yang menghinggapi lini pertahanan Timnas Indonesia jelang kembali menyongsong laga lanjutan babak kualifikasi di bulan September 2024 mendatang.
Kira-kira, permasalahan apa sajakah itu? Mari kita ulas!
1. Inkonsistensi Jordi Amat
Permasalahan pertama yang kini tengah menghinggapi lini pertahanan Timnas Indonesia adalah inkonsistensi seorang Jordi Amat. Sebagai pemain yang diharapkan bisa menjadi leader di lini bertahan dan menciptakan kenyamanan di sektor ini, Jordi Amat justru kerap tampil "ngelord" bersama Timnas Indonesia.
Laman Suara.com (6/6/2024) bahkan mencatat, setidaknya ada 4 dosa besar Jordi Amat saat membela Timnas Indonesia, mulai dari menyebabkan terkena penalti, mendapatkan kartu merah, hingga membuat gol bunuh diri yang berujung kerugian bagi Pasukan Garuda.
2. Perang Dingin antara Elkan Baggott dan Shin Tae-yong
Permasalahan kedua yang melanda lini pertahanan Timnas Indonesia adalah adanya "perang dingin" antara Elkan Baggott dan Shin Tae-yong. Laman Suara.com (15/8/2024) merilis, nama Elkan lagi-lagi tak masuk dalam daftar panggil ke Timnas Indonesia untuk lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Ketiga di bulan September mendatang.
Alasannya pun cukup bisa ditebak, coach Shin enggan untuk memanggil sang pemain karena dikabarkan menolak untuk memperkuat barisan pertahanan Timnas Indonesia saat berduel melawan Guinea dalam memperebutkan satu tiket tersisa ke babak Olimpiade Paris di bulan Mei lalu.
3. Kisruh Rumah Tangga Pratama Arhan
Terbaru, permasalahan non-teknis juga menggelayuti lini pertahanan Timnas Indonesia. Kali ini menimpa pemain belakang bertipe agresif milik Timnas Indonesia, Pratama Arhan.
Dilansir laman Suara.com pada Rabu (21/8/2024), mantan pemain Tokyo Verdy tersebut dikabarkan tengah mendapatkan ujian dalam bangunan mahligai rumah tangganya bersama sang istri, Azizah Salsa. Bahkan, laman Suara.com juga menuliskan, permasalahan yang dihadapi oleh Arhan ini berpotensi membuat sang pemain depresi, serta mengganggu performanya di lapangan.
Kita berharap, masalah-masalah yang kini tengah menimpa lini belakang Timnas Indonesia ini segera berakhir, dan membuat mereka kembali perform dalam mode terbaiknya. Karena kita tahu, di putaran ketiga ini, lawan-lawan yang dihadapi oleh Pasukan Garuda, memiliki level permainan yang jauh lebih tinggi daripada lawan-lawan sebelumnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!
-
Gelaran Piala Asia U-17 2026 dan Perjalanan Penuh Keraguan bagi Pasukan Garuda Muda
-
Selain Coreng Wajah Indonesia, Bobotoh Juga Tempatkan Persib dalam Intaian Sanksi Berganda
Artikel Terkait
-
Rumor Azizah Salsha Selingkuhi Suami, El Rumi dan Syifa Hadju Terseret
-
Prediksi Pengamat Soal Persaingan Kiper Timnas Indonesia, Lawan Arab Saudi Masih Ernando Ari
-
Mauresmo Hinoke Terancam Batal Bela Timnas U-20?, Segini Tinggi Badan Pemain Dordrecht FC
-
Sedang Gacor, Ole Romeny Justru Makin Sulit Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Sentil Zize? Adik Azizah Salsha Tertangkap Basah Ngelike Postingan Coach Justin: Begini Captionnya...
Hobi
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!