Perlawanan yang sengit ditunjukkan oleh Timnas Indonesia dalam laga perdana kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3. Bertanding di Stadion King Abdullah Sports City, skuad Garuda berhasil membuat Arab Saudi bekerja keras.
Melansir laporan Antara News pada Jumat (6/9), duel sengit yang berlangsung dini hari tadi ditutup dengan skor imbang 1-1. Hasil tersebut membuat The Green Falcons mau tak mau harus berbagi poin bersama tim asuhan pelatih Shin Tae Yong.
Pasukan tuan rumah mencoba bermain sabar sejak awal dan memancing para pemain Timnas Indonesia agar keluar dari daerahnya. Laga baru berjalan enam menit ketika Nathan Tjoe-A-On merangsek masuk ke kotak penalti lawan, tetapi usahanya dipatahkan.
Sayang, tendangan penjuru pertama yang didapatkan tak menghasilkan peluang berbahaya. Berada di atas angin karena memiliki skuad lebih mewah dan ranking FIFA lebih tinggi, Arab Saudi terus membangun serangan untuk membongkar solidnya pertahanan pasukan Merah Putih yang dipimpin oleh kapten Jay Idzes.
Kebuntuan pertama kali pecah bagi kubu Timnas Indonesia. Berawal dari umpan Witan Sulaeman yang kemudian diolah Ragnar Oratmangoen, akhirnya skuad Garuda berhasil menggetarkan gawang Arab Saudi. Indonesia unggul satu gol di menit ke-19.
Situasi tertinggal membuat Arab Saudi yang dinahkodai oleh pelatih Roberto Mancini tampil lebih agresif. Jual beli serangan tak terelakkan. Skuad Garuda yang menyajikan penampilan gemilang sejak awal pun membuat mereka kelabakan.
The Green Falcons baru bisa menyamakan kedudukan di menit 45+3. Musab Al Juwayr melepas sepakan yang membentur bahu Calvin Verdonk. Bola yang berubah arah membuat Maarten Paes terkecoh dan skor berubah imbang 1-1. Angka tersebut menutup sengitnya duel di babak pertama.
Setelah turun minum, Arab Saudi kembali mengambil kontrol permainan. Berbagai percobaan tak henti dilesakkan, tetapi tembok pertahanan Timnas Indonesia yang diwarnai debutnya Maarten Paes mampu menahan dengan baik.
Petaka terjadi di menit 77. Tepatnya ketika penjaga gawang FC Dallas itu melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang dan diganjar hukuman penalti oleh wasit. Namun momen tersebut justru menjadi kesempatan bagi Paes untuk menunjukkan kualitasnya.
Ia mampu menepis eksekusi Salem Al Dawsari yang maju sebagai algojo. Setelahnya, Maarten Paes kembali melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang yang membuat Arab Saudi tak mampu melangkah lebih jauh. Hasil imbang 1-1 tetap bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.
Timnas Indonesia pun dipastikan membawa pulang satu poin dari markas Arab Saudi. Selanjutnya, skuad Garuda akan menjamu Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 10 September mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
3 Hal yang Masih Perlu Dibenahi saat Timnas Indonesia Imbangi Arab Saudi
-
5 Pemain Keturunan Calon Naturalisasi Timnas Indonesia, Punya Statistik Tak Main-main
-
Sejarah! San Marino Akhiri Puasa 20 Tahun Tak Pernah Menang
-
Sudah di Jakarta, Pemain Keturunan Rp121,67 Miliar Nonton Langsung Timnas Indonesia vs Australia di Stadion GBK
-
Hasil Kejutan di Pembuka Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Termasuk Timnas Indonesia Curi Poin dari Arab Saudi
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Karina aespa Bawa Gaun Prada di Met Gala 2026, Intip Fakta Menariknya!
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama