Hasil imbang yang diraih oleh timnas Indonesia saat bertandang ke markas Arab Saudi pada laga pertama babak round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 kemarin benar-benar mengejutkan banyak pihak.
Pasalnya, skuad garuda yang memiliki peringkat ke-133 dunia mampu mengejutkan Arab Saudi yang berada di peringkat ke-52 dunia saat dengan menahan imbang 1-1 dalam laga yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Kamis (06/09/2024) kemarin.
Sontak hal ini memunculkan kembali rasa optimisme dari fans timnas Indonesia perihal performa skuad garuda di grup C babak round 3 ini. Melansir dari laman resmi PSSI, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga menyebut akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa timnas Indonesia menjadi tim kuda hitam di babak round 3 nanti.
“Saya punya kepercayaan besar terhadap para pemain Timnas Indonesia. Saya akan terus menyemangati dan mendorong mereka untuk mencapai level tertinggi. Kami juga punya tujuan jelas pada fase ini. Kami akan menjadi kuda hitam pada kualifikasi,” ujar Shin Tae-yong.
Hadapi Negara-negara Tangguh, Bisakah STY Buktikan Targetnya untuk Timnas?
Menyadur laman resmi FIFA, timnas Indonesia yang tergabung di grup C di babak kualifikasi round 3 kali ini, berada satu grup dengan Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain dan Cina. Tentu jika dilihat dari lawan-lawan timnas Indonesia, semuanya berada di peringkat 100 besar dunia. Hanya Indonesia sendiri yang berada di peringkat ke-133 dunia dalam rangking versi FIFA.
Sesuai dengan target yang dibicarakan oleh Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan tersebut memiliki target bersama tim untuk menjadi kuda hitam di babak grup C ini. Melihat calon lawan-lawan timnas Indonesia, target tersebut memang bisa dilakukan. Terlebih lagi, mampu mengimbangi Arab Saudi di kandangnya sendiri seakan-akan menumbuhkan rasa optimisme tersebut.
Di grup C sendiri, hanya Jepang dan Australia yang dianggap menjadi langganan rutin Piala Dunia sejak 2 dekade terakhir, sementara Arab Saudi berada di unggulan ke-3 ternyata mampu kita imbangi.
Hal ini tentu membuat saat timnas Indonesia menghadapi Bahrain atau Cina di laga-laga selanjutnya bukan tak mungkin akan mampu mencuri poin atau bahkan meraih kemenangan.
Namun, tentunya seluruh punggawa garuda baik pelatih maupun pemain harus tetap menjaga konsistensi dan fokus apabila ingin memenuhi target tersebut.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
-
Siapa Ibu Mees Hilgers? Perempuan Manado Antar Pemain Keturunan Rp121,67 Miliar Bela Timnas Indonesia
-
3 Fakta Mees Hilgers yang Jarang Diketahui Orang, Bakal Cetak Rekor untuk Indonesia!
-
Siapa Kenji Vliegenthart? Bibit Pemain Keturunan Batak-Belanda, Jadi Penyerang dari 12 Tahun, Penerus Rafael Struick?
-
Pelatih Australia Coret Striker Brutal Andalan Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Kenapa?
-
Kisah Pratama Arhan, Anak Penjual Sayur Kini Jadi 'King' di Medsos dan Anak Kesayangan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Hobi
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong