Nasib pemain muda berbakat, Miliano Jonathans kini tengah menjadi sorotan hangat setelah dirinya sulit menembus skuad utama di FC Utrecht. Sejak didatangkan dengan ekspektasi tinggi, winger yang juga menjadi andalan Timnas Indonesia ini belum mendapatkan menit bermain yang idealsehingga muncul desakan agar ia segera dipinjamkan pada bursa transfer mendatang.
Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk pengamat sepak bola ternama asal Belanda, Marco Gerling. Ia menilai bahwa masa depan Miliano bisa terancam jika ia terus-menerus duduk di bangku cadangan tanpa kepastian jam terbang.
Melansir Suara.com, Miliano Jonathans sebenarnya datang ke FC Utrecht pada Januari 2025 dengan catatan yang sangat impresif. Saat masih membela Vitesse Arnhem, ia dikenal sebagai bintang muda yang tajam dan konsisten di kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie.
Ketajaman itulah yang membuat klub berjuluk Domstedelingen tersebut tidak ragu untuk menebusnya. Namun, kepindahan tersebut justru membawa tantangan besar yang belum mampu ia lalui sepenuhnya hingga saat ini.
Di bawah asuhan pelatih Ron Jans, Miliano seolah kehilangan panggung utama. Sepanjang musim Eredivisie 2025/2026, ia tercatat baru tampil dalam tujuh pertandingan dengan total durasi hanya 271 menit.
Mayoritas dari penampilan tersebut dilakoninya sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir. Kontribusinya pun tergolong masih sangat minim, di mana ia baru menyumbangkan satu assist untuk klubnya.
Situasi yang sulit ini dikhawatirkan akan menghambat perkembangan besar yang dimiliki Miliano. Sebagai pemain yang masih berusia 21 tahun, kontinuitas bermain adalah kunci utama untuk menjaga performa dan kepercayaan diri di lapangan.
Marco Gerling menyarankan agar manajemen klub mengambil langkah strategis pada Januari 2026 mendatang. Baginya, melepas Miliano dengan status pinjaman adalah solusi paling masuk akal untuk menyelamatkan karier sang pemain.
Solusi Peminjaman Demi Menghindari Stagnasi Karier
Peminjaman ke klub lain di Eredivisie atau bahkan Eerste Divisie dinilai jauh lebih bijak daripada membiarkannya bertahan tanpa menit bermain. Kasus pemain lain seperti Ole Romeny menjadi pengingat akan risiko stagnasi jika seorang pemain terus berada di tim tanpa kesempatan berlaga.
Langkah peminjaman ini sejatinya bertujuan untuk mengamankan aset berharga klub. Dengan bermain reguler di tempat lain, diharapkan Miliano bisa kembali ke Utrecht dengan mentalitas dan performa yang jauh lebih matang.
Di sisi lain, situasi di level klub berbanding terbalik dengan kiprahnya di level internasional.
Langkah strategis dari FC Utrecht sangat dinantikan agar potensi besar yang dimiliki Miliano Jonathans tidak layu sebelum berkembang. Semua pihak tentu berharap pemain berbakat ini bisa segera menemukan kembali sentuhan terbaiknya di lapangan hijau.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ketika Piala Dunia Bikin Patah Hati: Tips Bangkit Setelah Tim Favorit Gugur
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
-
Jajan Dulu, Tenang Kemudian: Coping Mechanism ala Gen Z, Aman Diteruskan?
-
Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia
-
Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar
Artikel Terkait
-
Media Belanda Vonis Karier Ivar Jenner di FC Utrecht Habis, Pintu Hengkang Terbuka Lebar
-
Pengamat Desak FC Utrecht, Ungkap Cara Terbaik Selamatkan Karier Miliano Jonathans
-
Nasib Buruk Winger Timnas Indonesia di FC Utrecht, Bisa Kena Depak
-
Bukan Persija atau Persib, Miliano Jonathans Disarankan ke Klub Ini untuk Selamatkan Karier
-
Segera Angkat Kaki, Miliano Jonathans Jengah Dipinggirkan FC Utrecht
Hobi
-
Lompatan Suporter Meksiko saat Lawan Ekuador Picu Getaran Mirip Gempa
-
Duel Panas Demi 16 Besar: Portugal Siap Habisi Kroasia atau Justru Tumbang?
-
10 Julukan Pesepak Bola Dunia dan Kisah di Balik Namanya
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
Terkini
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo