Peningkatan prestasi Timnas Indonesia di persepakbolaan internasional belakangan ini ternayat tak melulu diiringi dengan hal-hal baik. Para pesaing Indonesia di regional Asia Tenggara, berkali-kali memberikan sindiran dan terkesan tak suka dengan progres positif yang kini tengah dijalani oleh Pasukan Garuda.
Jika diingat-ingat, Vietnam dan Malaysia adalah dua negara yang paling getol memberikan respons terhadap persepakbolaan Indonesia. Namun sayangnya, kedua negara tersebut justru lebih banyak memberikan respon negatif terhadap apa yang dicapai oleh Pasukan Garuda.
Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini, salah satu akun football base dari Malaysia bernama @Onefootball.my (7/9/2024) tiba-tiba menuliskan sebuah cuitan yang cukup "mencurigakan". Tak ada angin tak ada hujan, akun X yang kerap menuliskan kalimat-kalimat provokatif ini tiba-tba saja memberikan pujian kepada Timnas Vietnam.
"Kita sembang tentang pemain warisan, Sebenarnya king sebenar di ASEAN adalah Vietnam.
- Layak ke Round 3 Full Local + pemain muda
- Layak ke Final u23 Asia Full Local
Thailand juga pernah buat benda ini. Tetapi Vietnam Next level."
Tulis @Onefootball.my. Jika ditranslasikan ke bahasa Indonesia, kalimat tersebut kurang lebih menjadi "Membahas tentang pemain keturunan, sebenarnya King di ASEAN Adalah Vietnam. (mereka) menembus ke putaran 3 dengan pemain full lokal + pemain muda, (mereka) menembus ke final Piala Asia U-23 dengan full lokal. Thailand memang pernah membuat hal ini, tapi Vietnam next level".
Hal ini sedikit banyak tentu saja menyindir persepakbolaan Indonesia. Karena dari dua fakta yang diberikan oleh akun X tersebut, dua-duanya juga dicapai oleh Indonesia dalam rentang waktu setahun terakhir.
Meskipun belum menyamai Vietnam yang mencapai babak final Piala Asia U-23, namun di gelaran Piala Asia U-23 tahun 2024 ini, Indonesia sukses menembus babak semifinal. Pun demikian pula di level senior, Timnas Indonesia sukses menjadi negara ASEAN ketiga yang berhasil menembus ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Lantas, mengapa pihak Malaysia tersebut tiba-tiba membahas hal itu dan memberikan pujian kepada Vietnam? Sementara sebelum-sebelumnya, akun yang sama juga sering meroasting persepakbolaan Vietnam.
Namun apapun itu, tentu saja hal ini harus disikapi dengan positif dan menjadikannya sebagai sebuah hal yang semakin membuat persepakbolaan Asia Tenggara semakin berwarna dan seru. Bukan demikian?
Baca Juga
-
Ajukan Diri ke AFC, Seberapa Besar Peluang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2031?
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
-
Mengintip Peluang Maarten Paes Menjadi Kiper Utama di Ajax Amsterdam, Seberapa Besar?
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Dilepas FC Utrecht, Ada 3 Alasan yang Seharusnya Bisa Bikin Ivar Jenner Memilih Tetap di Eropa
Artikel Terkait
-
Pantas Garang! Ranking FIFA Timnas Indonesia Bukan 133, Tapi Masuk Jajaran Top Ini
-
Terdepak dari Timnas Indonesia, Elkan Baggott Alami Cedera di Blackpool
-
Ternyata, Ada Satu Fakta Timnas Indonesia yang Bisa Bikin Thailand dan Vietnam Inferior!
-
AFC Shock dengan Timnas Indonesia: Nyaris Kalahkan Arab Saudi
-
Lawan Australia, Saatnya Shin Tae-yong Kembalikan Calvin Verdonk ke Posisi Aslinya
Hobi
-
Ajukan Diri ke AFC, Seberapa Besar Peluang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2031?
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
-
Mengintip Peluang Maarten Paes Menjadi Kiper Utama di Ajax Amsterdam, Seberapa Besar?
-
Maarten Paes Resmi Berseragam Ajax Amsterdam, Investasi Bagus?
-
Jamu China, Timnas Indonesia U-17 Diperkuat 28 Pemain Lokal hingga Diaspora
Terkini
-
Tas Siaga Bencana: Kunci Kesiapsiagaan Inklusif untuk Disabilitas dan Keluarga
-
Mengulas The Psychology of Money: Pelajaran yang Jarang Diajarkan di Sekolah
-
Tidak Terdata, Tidak Terlindungi: Mengapa Disabilitas Kerap Tertinggal dalam Penanganan Bencana?
-
Buat Cowok! 5 Rekomendasi Sampo Alcohol-Free Terbaik untuk Rambut Sehat, Tebal, dan Bebas Iritasi
-
Di Balik Rasa Secangkir Kopi