Meskipun di tataran persepakbolaan Asia Tenggara Timnas Indonesia belum pernah menjadi kampiun di level senior, namun belakangan ini Pasukan Garuda adalah negara yang kerap "menggendong" prestasi persepakbolaan regional ini.
Terbaru, di lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Ketiga, Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang sukses melaju, meninggalkan Thailand, Malaysia, Vietnam dan sederet negara ASEAN lainnya yang harus terhenti di ronde kedua kualifikasi.
"Gendongan" Indonesia terhadap persepakbolaan Asia Tenggara pun terus berlanjut. Di mana di laga perdana melawan Arab Saudi, Pasukan Garuda sukses memaksakan hasil imbang saat berlaga di kandang lawan.
Menyadur laman transfermarkt.com, pada pertandingan yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah tersebut, Timnas Indonesia berhasil mengimbangi tuan rumah dengan skor 1-1.
Ternyata, raihan satu poin yang didapatkan oleh Indonesia dari Arab Saudi tersebut mengguritakan beragam fakta. Salah satunya adalah, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara peraih poin tercepat di ronde ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia.
Sebuah fakta yang bisa saja membuat tim sekelas Thailand dan Vietnam menjadi lebih inferior, karena ternyata hal itu tak bisa mereka lakukan di edisi-edisi sebelumnya.
Seperti yang kita ketahui, Timnas Indonesia langsung bisa meraih poin di laga pertama yang mereka jalani. Sementara Thailand dan Vietnam, membutuhkan lebih banyak pertandingan lagi untuk bisa meraih poin pertama mereka.
Dilansir laman history AFC, Thailand yang menjadi wakil Asia Tenggara di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018, membutuhkan hingga lima pertandingan untuk bisa meraup poin perdana mereka. Kala itu, Pasukan Gajah Perang baru bisa mendapatkan poin pertamanya ketika sukses memaksakan hasil imbang melawan Australia dengan skor 2-2 pada 15 November 2016.
Di empat laga sebelumnya, yakni saat melawan Arab Saudi, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Irak, Thailand selalu saja mengalami kekalahan dan tak sekaipun meraih hasil imbang apa lagi kemenangan.
Pun demikian halnya dengan Vietnam yang menjadi wakil Asia Tenggara di ronde ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia 2022. Manyadur laman history AFC, Vietnam bahkan membutuhkan hingga delapan laga untuk bisa mendapatkan poin pertamanya di fase ini.
Poin pertama Vietnam mereka raih ketika melakoni laga kandang melawan China pada 1 Februari 2022. Kala itu, Vietnam yang masih berada di bawah asuhan Park Han-seo, sukses menggulung China dengan skor 3-1.
Sebelum meraih poin pertamanya itu, Vietnam secara beruntun selalu menelan kekalahan dalam tujuh laga sebelumnya. Tercatat, di laga melawan Arab Saudi, Australia, China, Oman, dan Jepang, semuanya berakhir dengan kekalahan.
Dengan adanya fakta ini, tentunya kita akan menjadi semakin bangga dengan Timnas Indonesia bukan? Apa lagi fakta ini juga bisa bikin tim-tim lain di Asia Tenggara merasa inferior karena tak bisa melakukannya!
Baca Juga
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
Artikel Terkait
-
AFC Shock dengan Timnas Indonesia: Nyaris Kalahkan Arab Saudi
-
Lawan Australia, Saatnya Shin Tae-yong Kembalikan Calvin Verdonk ke Posisi Aslinya
-
Mees Hilgers Berlabuh, Deretan Pemain "Tengil" di Timnas Indonesia Makin Bertambah?
-
Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Maarten Paes Langsung Cuan Besar karena Ini: 1 Juta Kali Terima Kasih
-
Kisah Keluarga Mees Hilgers, Kental Darah Manado Punya DNA Bakat Sepak Bola, Kini Target Timnas Indonesia ke Piala Dunia
Hobi
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
Terkini
-
Sinopsis Film Trophy, Angkat Konflik Keluarga dari Keinginan Kecil Remaja
-
Ekspektasi Keluarga Vs Keinginan Pribadi: Siapa yang Harus Mengalah?
-
Dari Pom Bensin ke Supermarket: Evolusi Gaya Hidup Modern yang Serba Instan
-
Buku Puisi 'Di Hadapan Rahasia': Sebuah Buku untuk Perbaikan Mental
-
Potret Sunyi Perempuan Pantura di Balik Secangkir Kopi Pangku