Kalah di laga kandang menghadapi Bahrain menyisakan luka mendalam bagi tim asuhan Graham Arnold. Oleh karenanya, ia bertekad membawa Australia untuk bangkit di laga kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 ketika menghadapi Timnas Indonesia.
Pertandingan bersejarah ini akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta nanti malam. Baik Australia maupun Indonesia sama-sama mengusung misi kemenangan dalam bentrok yang diprediksi bakal berlangsung alot nan sengit tersebut.
Menyadur laporan Antara News pada Senin (9/9/2024), Graham Arnold tak menampik kekecewaan setelah anak asuhannya dibekuk Bahrain. Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa skuadnya telah mempelajari kekuatan dan kelemahan Timnas Indonesia agar tampil maksimal dan mengamankan tiga poin penuh di Jakarta.
"Kekalahan dari Bahrain memang mengecewakan. Namun ini tentang bagaimana kami merespons setelah itu," ujarnya, Senin (9/9/2024)
Kemudian Aziz Behich yang merupakan bek andalan The Socceroos menegaskan skuadnya telah melupakan kekalahan dari Bahrain dan fokus melawan Indonesia.
"Pemulihan fisik para pemain kami berjalan dengan baik. Laga menghadapi Bahrain itu hanya satu pertandingan yang sudah kami lupakan," tegasnya.
Di sisi lain, Alessandro Circati pun bertekad untuk membuat skuad Garuda kesulitan mengembangkan permainan dan tak akan membiarkan Ragnar Oratmangoen CS mengorganisasi permainan. Pemain yang merumput di Serie A tersebut menilai, Indonesia mempunyai pemain cepat yang sangat berbahaya dalam serangan balik.
"Kami akan terus mencari ruang, menyeret mereka keluar dari strategi lalu mengarahkannya ke ruang di mana mereka tidak bisa bermain nyaman. Itu (serangan balik-red) akan menghukum kami kalau tidak siap. Jadi kami memastikan hal-haal seperti itu tidak akan terjadi," kata pemain berusia 20 tahun itu.
Shin Tae-yong Siapkan Kejutan
Dominasi maupun kemewahan skuad Australia tak membuat Shin Tae-yong merasa gentar. Pelatih asal Korea Selatan yang telah membawa Timnas Indonesia meraih berbagai prestasi apik ini berjanji untuk memberikan kejutan-kejutan lagi di kancah Asia.
"Indonesia tidak seperti dulu. Kami akan menghadirkan banyak kejutan di pertandingan mendatang," tutur Shin Tae-yong, Senin (9/9/2024)
Meski mengakui bahwa laga menghadapi Australia tak akan mudah, ia memastikan pemain asuhannya tak akan pantang menyerah. Ditambah dengan komposisi pemain yang kembali penuh usai Justin Hubner menuntaskan hukuman akumulasi kartu kuning.
Pemain dengan mentalitas baja yang dijuluki sebagai 'preman' Timnas Indonesia itu juga mengungkap bahwa skuad Garuda bakal tampil maksimal dalam meladeni perlawanan The Socceroos.
"Saya pikir Australia adalah negara yang sangat kuat, tetapi begitu juga kami. Kami tidak takut pada siapapun, kami akan berjuang besok (hari ini-red), persiapan kami bagus. Dengan persiapan yang baik kami optimis dapat menampilkan performa terbaik. Seluruh pemain akan melakukan apapun di atas lapangan untuk meraih kemenangan," tukas Hubner.
BACA BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Tag
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
Hobi
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
MotoGP Catalunya 2026: Diggia Menang Usai Drama Dua Kali Red Flag
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Rangkuman Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Alex Marquez Kembali Berkuasa!
-
Dari Le Mans ke Catalunya, Siapkah Jorge Martin Lanjutkan Tren Kemenangan?
Terkini
-
Review We Are Jeni: Film Dokumenter tentang Disosiatif Identity Disorder
-
Belajar dari Seong Hui Ju dan Ian di Perfect Crown: Komunikasi Itu Penting
-
Siap Mengocok Perut, Oh Jung Se Tampil Nyentrik di Film 'Wild Sing'
-
Maya: Menyibak Ilusi, Menyelami Luka Sejarah dan Cinta yang Tak Pernah Usai
-
Perempuan Berkarier di Tengah Tekanan Sosial: Sukses atau 'Terlalu Sibuk'?