Laga kedua Timnas Indonesia U-20 di babak Kualifikasi Piala Asia U-20 melawan Timor Leste menjadi saksi kematangan penyerang Timnas Indonesia, Jens Raven. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Madya, Jum'at malam (27/9/2024) tersebut, penyerang berdarah Indonesia-Belanda itu kembali sukses menyumbangkan satu gol.
Selain menyumbangkan gol yang menjadi pembuka kemenangan 3-1 Pasukan Garuda Muda atas Timor Leste, gol yang dilesakkan oleh Jens Raven pada menit ke-13 tersebut sekaligus juga menjadi bukti kematangan sang pemain.
Dalam proses terjadinya gol, Jens Raven setidaknya menunjukkan skill bermainnya dalam hal positioning, pengambilan keputusan, dan finishing yang lebih mementingkan presisi daripada kekuatan.
Proses gol yang diciptakan oleh Raven sendiri diawali dengan akselerasi oleh Afharezzi Buffon di sayap kiri permainan Timor Leste. Buffon yang merangsek ke daerah pertahanan Timor Leste, melepaskan umpan cut back ke Raven.
Dan disinilah momen Raven menggunakan skill positioningnya. Pada video yang diunggah oleh kanal YouTube Indosiar (27/9/2024), ketika melihat Buffon berakselerasi, Jens Raven yang sebelumnya hendak menempatkan diri di depan gawang Timor Leste, justru menarik diri ke belakang karena mendapati posisi yang bebas.
Dan benar saja, umpan cut back pada akhirnya dilepaskan oleh Buffon ke arah Raven yang memiliki posisi bebas kawalan, serta menyambutnya dengan tembakan fisrt time keras kaki kanan. Sayangnya, tembakan Raven tersebut masih bisa diblok oleh penjaga gawang Timor Leste, sehingga peluang pertamanya untuk menciptakan gol masih tertahan.
Namun, di sinilah justru Jens Raven menunjukkan kematangan skill finishingnya. Mendapati bola muntah hasil tembakan pertamanya, Jens Raven dengan sigap menyambut bola tersebut. Alih-alih menyambutnya dengan tendangan yang powerfull sepertimana kebanyakan pemain yang mendapatkan bola muntah, pemain Dordrecth U-21 tersebut justru hanya mendorong bola dengan kaki kirinya. Alhasil, bola menyusur tanah itu pun pada akhirnya bergulir ke gawang, dan membuat Indonesia unggul 1-0 atas Timor Leste.
Dari proses terciptanya gol yang dilakukan oleh Jens Raven, terlihat jika sang pemain memang telah memiliki modal yang mumpuni untuk menjadi penyerang gahar di Timnas Indonesia. Saat ini, yang diperlukan Jens adalah waktu untuk terus berproses, serta meningkatkan skill bermain yang dimilikinya agar di suatu saat nanti ketika Timnas Indonesia senior membutuhkan jasanya, dirinya bisa bergabung dengan versi terbaik yang dimilikinya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Tiga Kata Pelatih Timor Leste Soal Jens Raven: Nomor 9 yang...
-
Timnas Indonesia U-20 Menang 3-1, Indra Sjafri Soroti Finishing di Babak Kedua
-
Ayah Jens Raven: Jakarta Macet Gak Seperti di Belanda, tapi..
-
Laga Lawan Timor Leste, Keroposnya Lini Pertahanan Timnas U-20 Semakin Terpampang Nyata
-
Diakui atau Tidak, Lini Tengah Timnas U-20 Butuh Sosok Pemain Seperti Kafiatur Rizky
Hobi
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
Terkini
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca
-
Seni Bertahan Hidup dengan Gaji UMR yang Habis Sebelum Bulan Berganti
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"