Berhasil mendapatkan P3 di sesi main race GP Jepang kemarin, sepertinya membuat Marc merasa puas karena bisa finis di depan Enea Bastianini, setelah terlibat duel sengit di hari Sabtu (05/10/24).
Di sisi lain, Marc mengaku kerap merasa takut ketika didekati oleh Bastianini. Seperti yang kita ketahui bahwa Enea akhir-akhir ini terkenal sangat cepat dan agresif.
Di balapan sprint kemarin, baik Marc maupun Enea terlihat sama-sama tidak ada yang ingin mengalah, Enea kuat dengan kecepatannya, Marc juga kuat dengan ambisinya. Meskipun pada akhirnya, The Baby Alien memilih mundur demi mengamankan posisi.
Start Eneakadang-kadang jauh, tapi dia bisa dengan sangat cepat naik ke posisi atas dan mengancam pembalap yang ada di depan, tak peduli meskipun yang ada di sana adalah rekan setimnya sendiri.
"Enea semakin dekat dan aku sangat takut dia akan menyalipku, jadi aku pilih menyerah dan kupikir aku berhasil (bertahan di P3)," ungkap Marc Marquez, dilansir dari laman GPOne.
The Beast saat ini memang tengah membalap untuk dirinya sendiri. Dengan kata lain, dia tidak memiliki tekanan untuk meraih gelar karena sudah jelas hal itu tinggal diperebutkan oleh Jorge Martin dan Pecco Bagnaia.
Tugasnya saat ini adalah membalap sebaik mungkin dan membuktikan kepada dunia bahwa dia adalah pembalap yang sangat kompetitif. Bahkan mungkin juga untuk membuktikan kepada Ducati bahwa mereka salah dalam memilih pembalap.
Kembali ke Marc Marquez, meskipun berhasil meraih hasil yang memuaskan dengan finis di depan Enea dan dekat dengan 2 pembalap tercepat di grid saat ini (Pecco dan Martin), pembalap Gresini Racing tersebut menganggap bahwa balapan kemarin terasa membosankan karena tidak ada aksi salip menyalip, melainkan hanya berusaha untuk fokus dan bisa finis.
"Menurut saya itu membosankan karena tidak ada yang menyalip," imbuh Marc Marquez.
Secara keseluruhan, Marc berhasil melakukan balapan dengan sangat baik di akhir pekan kemarin. Kualifikasi yang buruk berhasil dibalas dengan 2 kali aksi comeback yang luar biasa di sprint dan main race.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Sprint Race MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Mulai Beri Perlawanan
-
Red Bull Resmi Tukar Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda, Keputusan yang Tepat?
-
Bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Sebut Adiknya Sebagai Pesaing Utama
-
Performa Mentereng Marc Marquez Buat Ducati Kerap Dicurigai Pilih Kasih
-
Lando Norris dan Oscar Piastri Siap Bersaing untuk Gelar Juara Dunia 2025
Artikel Terkait
-
Bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Sebut Adiknya Sebagai Pesaing Utama
-
Performa Mentereng Marc Marquez Buat Ducati Kerap Dicurigai Pilih Kasih
-
Jadwal MotoGP Amerika Serikat 2025, Akankah Si Raja COTA Kembali?
-
Jorge Martin Tenang Sikapi Dominasi Marc Marquez di Awal Musim MotoGP 2025
-
Marc Marquez Tolak Usulan Tes dari Aprilia: Bukan untuk Tahun Ini
Hobi
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
Terkini
-
4 Ide Outfit Nyaman ala Kim Seon Ho, Simple dan Effortless Chic!
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru