Sekar Anindyah Lamase | Agus Siswanto
Luapan kegembitaan pemain timnas futsal Indonesia setelah juarai Piala AFF Futsal 2024 (pssi.org)
Agus Siswanto

Lepas sudah semua beban para pemain timnas futsal Indonesia setelah mampu mengandaskan perlawanan Vietnam dengan skor 2-0. Dalam babak final Piala AFF Futsal 2024 yang digelar di Terminal 21, Nakhon Ratchasima, Thailand, anak asuh Hector Souto menunjukkan kembali kelasnya.

Gelar ini menjadi terasa special, sebab merupakan penantian selama 104 tahun untuk meraihnya. Gelar terakhir Indonesia diraih pada tahun 2010. Setelah itu, tidak pernah ada gelar lagi meski Indonesia sempat 6 kali mencicipi babak final.

Menjadi terasa special juga momen kali ini. Di babak semfinal, timnas futsal Indonesia mengandaskan perlawanan Raja Futsal ASEAN, Thailand dengan skor telak 5-1. Sebuah kekalahan yang sangat memalukan bagi Thailand karena terjadi di depan pendukungnya sendiri.

Selama ajang ini digelar, Indonesia menjadi tim dengan penampilan stabil. Mengoleksi 24 gol dengan 3 gol bersarang di gawang yang dijaga Habibie menjadi catatan tersendiri.

Catatan lain yang juga menarik berkaitan dengan lawan-lawan yang dikalahkan. Di fase grup Indonesia memaksa Australia kalah dengan skor 3-1. Kemudian di babak final, kembali Indonesia memaksa Thailand mengakhir keperkasaannya dengan skor 5-1. Sedangkan di babak final, giliran Vietnam dikalahkan dengan skor 2-0.

Menanggapi hasil positif ini, Michael Victor Sianipar, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak.

“Terima kasih kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang sudah mendukung kami di posisi ini, sehingga bisa all out dan memastikan timnas futsal juara setelah 14 tahun penantian,” ungkap Michael Victor Sianipar dilansir dari laman resmi PSSI, Senin (11/11/2024).

Di babak final, tampak bahwa timnas futsal Indonesia berada satu level di atas Vietnam. Hal ini terlihat sepanjang laga mereka mengurung pertahanan Vietnam dengan sejumlah peluang. Kekurangtenangan pemain yang membuat hanya 1 gol yang tercipta.

Situasi babak kedua agak berubah ketika Vietnam menampilkan strategi powerplay. Dengan mengorbankan posisi kiper, Vietnam berharap mampu mendapatkan gol penyama dan jika mungkin memenangkan pertandingan.

Namun hal ini justru menjadi boomerang. Brian mampu merebut bola dari pemain Vietnam dan mengopernya pada Rizky Xavier. Akhirnya lewat tendangan lemah dan terukur bola masuk ke gawang Vietnam yang tidak terjaga lagi. Sehingga skor 2-0 tercipta hingga akhir laga.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS