Rafael Struick lebih memilih pindah ke Brisbane Roar ketimbang melanjutkan karier di Eropa. Apa alasannya? Yuk, mari memahami alasan sebenarnya Rafael Struick memilih Brisbane Roar.
Pada 16 September 2024 lalu, fans olahraga si kulit bulat Tanah Air dikejutkan oleh kepindahan striker timnas Indonesia, Rafael Struick, ke klub sepak bola Australia, Brisbane Roar. Keputusan tersebut cukup mendadak mengingat sejatinya Rafael Struick telah bermain sebanyak tiga kali di awal musim ini bersama ADO Den Haag.
Selain itu, disebut kejutan, karena Rafael Struick juga sebelumnya tidak ada dirumorkan untuk pindah klub, apalagi pindah ke Australia untuk bergabung dengan Brisbane Roar. Sontak hal itu membuat fans timnas Indonesia bertanya-tanya mengenai alasan Rafael Struick memilih Brisbane Roar sebagai klub barunya.
Apalagi keputusannya meninggalkan Eropa justru diawal kariernya sebagai seorang pemain muda. Belum lagi, Australia ini kan ibaratnya di sisi lain bumi dan pastinya banyak perbedaan termasuk musim, di mana di akhir tahun tidak sama kayak di Eropa.
Lantas, apa sih alasan sebenarnya Rafael Struick memilih melanjutkan karier di Australia bersama Brisbane Roar? Dalam wawancara kepada media asal Australia, Special Broadcasting Service (SBS), Rafael Struick menjelaskan alasan sebenarnya memilih klub berlambang singa tersebut.
Pesepak bola yang memutuskan untuk jadi Warga Negara Indonesia pada Mei 2023 silam itu menjelaskan bahwa sejatinya ia sudah berhubungan dengan Brisbane Roar sejak lama. Akan tetapi, Struick masih ragu untuk pindah ke Australia.
Namun, sebuah berubah ketika ADO Den Haag mendatangkan penyerang baru di awal musim 2024-2025. Pada saat itu, Struick langsung berubah pikiran untuk pindah dari klub yang ia bela selama empat tahun tersebut.
Menurut Struick, kedatangan striker baru tersebut akan membuatnya kurang mendapat menit bermain. Hal itulah yang membuat Struick tidak berpikir panjang untuk menerima tawaran main di Brisbane Roar.
"Saya sudah berhubungan dengan klub ini cukup lama, jadi aku benar-benar memikirkannya. Tapi di awal musim, aku sebenarnya memulai dua pertandingan pertama (sebagai starter) dengan ADO. Jadi, ya, aku tidak terlalu yakin tentang kepindahanku," ujar Struick kepada SBS.
"Tapi kemudian ADO mendapatkan penyerang baru, jadi waktu bermainku di sana tidak akan terjamin. Dan aku ingin bermain lebih banyak. Itulah saat aku mulai benar-benar memikirkan kepindahan ini," ujarnya menambahkan.
Pemain kelahiran Leidschendam, Belanda itu menambahkan bahwa dirinya sangat senang bisa berkenalan dengan semua pihak yang ada di Brisbane Roar.
"Kemudian saya juga berbicara dengan klub, pelatih, dan sebagainya. Rasanya baik, jadi aku akhirnya menandatangani kontrak dengan klub, menunggu dokumen selesai, lalu langsung pergi ke Brisbane. Dan saya senang berada di sini," tutur pemain berusia 21 tahun itu.
Sejauh ini, Rafael Struick sudah tiga kali tampil bersama Brisbane Roar di A-League, kasta tertinggi Liga Australia. Dari tiga penampilan tersebut Rafael Struick sudah mencetak satu gol. Gol debut Struick tercipta saat Brisbane Roar melawan Sydney FC.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Data Bicara: Mobil F1 atau Motor MotoGP yang Lebih Cepat?
-
Profil Sjoerd Woudenberg: Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era Kluivert
-
Mengapa Nama Orang Islandia Banyak Berakhiran "-Son"? Ini Alasannya
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
Kilas Balik MotoGP Argentina 2018: Start Unik Jack Miller yang Jadi Sorotan
Artikel Terkait
-
Timnas Jepang Pakai Setelan Jas Saat Tiba di Jakarta, Legging Merah Timnas Indonesia Jadi Olok-olokan: Akamsi Bebas
-
Makin Mengancam Kemapanan, Indonesia Juga Bikin Vietnam Meradang di Final AFF Futsal Championship 2024
-
Timnas Indonesia Pincang Lawan Jepang, 2 Sosok Penting Dipastikan Absen
-
Timnas Indonesia U-22, Piala AFF 2024 dan Kebijakan Potong Generasi Jilid II Shin Tae-yong
-
Resmi! Kevin Diks Bela Timnas Indonesia Lawan Jepang
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
Terkini
-
Hikayat Kadiroen: Mantri Polisi yang Memilih Antara Pangkat dan Rakyat
-
Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance Mulai 2027
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
-
MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa
-
Ulasan Flat Girls: Menenun Luka, Kelas Sosial, dan Cinta Remaja yang Rapuh