Di balik hingar bingarnya kemajuan sepak bola kategori putra, khususnya di level tim nasional di Indonesia, ada sedikit ironisnya mengenai kabar pesepakbolaan putri di negeri ini. Seakan-akan belum adanya kejelasan mengenai masa depan sepak bola kategori putri. Timnas Indonesia putri juga tak mampu berbuat banyak di level internasional.
Menyadur laman resmi PSSI (pssi.org), usai menelan kekalahan 15-0 atas Belanda di laga uji coba internasional pada 26 Oktober 2024 lalu, pesepakbolaan putri kini kembali menjadi sorotan banyak pihak. Tentunya hal yang menjadi sorotan saat ini adalah kapan dimulainya Liga 1 putri di Indonesia?
Melansir dari laman berita ANTARA (06/11/2024), anggita Exco PSSI, Arya Sinulingga menyebut saat ini perencanaan liga putri masih dalam tahap pembentukan. Dirinya juga menegaskan PSSI akan tetap membentuk liga putri yang dikelola secara profesional dan tentunya tak bisa dilakukan secara instan.
“Sepak bola putri (Indonesia) memang belum ada liganya tetapi kami lagi proses menuju ke sana. Semua lagi dikerjakan ini dan memang banyak sekali persoalan yang harus kita selesaikan. Jadi memang banyak 'pekerjaan rumah' yang harus kita lakukan. Semuanya sedang kita kerjakan,” ujar Arya Sinulingga.
Arya Sinulingga sendiri juga menyebut bahwa liga putri nantinya tidak hanya diselenggarakan untuk level profesional saja seperti Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Akan tetapi, juga meliputi kompetisi junior atau usia dini yang mirip seperti Elite Pro Academy (EPA) yang terbagi atas U-15, U-18 dan U-20.
Tanpa Liga Profesional, Timnas Putri Berharap Tuah Langkah Naturalisasi
Kendati belum memiliki liga putri yang dikelola secara profesional, timnas putri Indonesia mau tidak mau harus berharap dengan komposisi pemain seadanya dan juga beberapa talenta naturalisasi. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), beberapa waktu lalu DPR-RI telah menyetujui proses naturalisasi 2 pemain keturunan yakni Estella Loupatty dan Noa Leatomu guna memperkuat timnas putri Indonesia.
Keduanya diharapkan dapat memberikan dampak yang cukup signifikan bagi timnas putri Indonesia di kancah. Langkah yang dilakukan oleh PSSI terhadap timnas putri saat ini diharapkan juga mengikuti jejak dari timnas putra yang kini memang mengalami perkembangan pesat hampir di seluruh kelompok usia, termasuk level senior.
Lantas, apakah langkah PSSI yang membentuk timnas putri Indonesia tanpa adanya liga yang dikelola secara profesional dapat menghasilkan sebuah prestasi?
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Artikel Terkait
Hobi
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
Terkini
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam