Kabar yang cukup menggembirakan datang dari salah satu pemain keturunan Indonesia sekaligus calon punggawa timnas Indonesia, Ole Romeny.
Dilansir dari laman resmi PSSI, striker berusia 24 tahun yang kini memperkuat klub Inggris, Oxford United tersebut resmi disetujui proses naturalisasinya oleh DPR-RI pada Senin (3/2/2025) kemarin.
Proses naturalisasi tersebut baru saja disetujui dalam sidang DPR-RI bersama PSSI guna membahas proses naturalisasi sang pemain.
Selain Ole Romeny, PSSI juga mengajukan 2 nama lainnya, yakni Tim Geypens dan Dion Markx. Namun, kedua pemain tersebut akan diproyeksikan untuk timnas Indonesia U-20 dan U-23.
Perwakilan PSSI yang diwakili oleh Manajer timnas Indonesia, Sumardji mengutarakan ucapan terima kasih kepada pihak pemerintah karena telah mendukung proses naturalisasi ketiga pemain tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu langkah untuk memajukan pesepakbolaan nasional kedepannya.
“Mewakili Ketua Umum PSSI (Erick Thohir) kami ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Komisi XIII dan Komisi X DPR RI yang telah memberikan rekomendasi proses naturalisasi yang diberikan kepada Ole, Dion dan Tim. Tentunya dukungan ini untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Semoga dalam waktu dekat mereka bisa debut bersama timnas Indonesia dan tentunya menambah kekuatan Timnas Indonesia demi asa lolos ke Piala Dunia,” ujar Sumardji.
Lewati Proses Sidang DPR-RI, Akankah Ole Romeny Debut Bulan Maret Nanti?
Usai menjalani proses sidang bersama DPR-RI dan PSSI, kini, Ole Romeny bisa melanjutkan naturalisasinya ke tahap selanjutnya.
Pemain yang memiliki keturunan Belanda-Indonesia tersebut hanya perlu melakukan beberapa proses lagi sebelum akhirnya resmi menyadang status warga negara Indonesia dan dapat membela timnas Indonesia.
Ole Romeny kemungkinan besar bisa melakoni debutnya bersama timnas Indonesia pada bulan Maret 2025 mendatang. Saat itu, timnas Indonesia akan menjalani 2 laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 zona Asia melawan Australia dan Bahrain.
Dilansir dari laman resmi AFC, jika seluruh proses naturalisasi Ole Romeny dapat selesai paling lambat akhir bulan Februari 2025, maka dirinya bisa debut saat timnas Indonesia menjalani 2 laga krusial tersebut.
Melihat dari jangka waktu dan sisa proses naturalisasinya, seharusnya seluruh tahapan tersebut akan selesai pada bulan Februari 2025 ini.
Kita doakan saja proses naturalisasi Ole Romeny, Dion Markx dan Tim Geypens berjalan dengan lancar ke depannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
-
Kevin Diks Bikin Masa Depan Bek Borussia Monchengladbach Tak Jelas
-
Siapa Sjoerd Woudenberg? Calon Pelatih Kiper Timnas Indonesia Baru Bakal Bikin Maarten Paes Makin Tajam
-
Bursa Transfer Ditutup: Jay Idzes Gagal Pindah ke Juventus
-
Mauro Zijlstra: Tidak Ada yang Harus Dipercepat dari Proses Naturalisasiku
-
Eliano Reijnders: Jujur Saya Tidak Bisa
Hobi
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong