Fase grup dalam Piala Asia U-20 2025 belum berakhir, masih menyisakan satu pertandingan bagi Timnas Indonesia. Sayang seribu sayang, nasib Garuda Muda sudah terpampang nyata. Di mana skuad besutan Indra Sjafri ini gagal mengamankan tiket menuju perempat final.
Kepastian tersebut didapatkan usai Dony Tri Pamungkas menelan dua kekalahan beruntun atas Iran dan Uzbekistan. Tiga gol tanpa balas menjadi start buruk yang mau tak mau harus diterima. Sedikit lebih baik, pasukan Merah Putih mampu mencetak satu gol lewat kaki Jens Raven sehingga skor 1-3 saat melawan Serigala Putih.
Kekecewaan mendalam dirasakan publik tanah air tatkala melihat Tmnas Indonesia kesulitan mengimbangi, bahkan gawang Ikram Algiffari sudah kebobolan enam gol hanya dalam dua laga.
Apalagi sentimen publik kepada federasi masih cukup negatif, tak sedikit yang membanding-bandingkan dengan capaian Garuda Muda saat masih dinahkodai oleh Shin Tae-yong. Kedua pelatih sejatinya sama-sama gagal melewati babak gugur.
Namun rapor mantan pelatih yang membawa banyak perubahan bagi pasukan Merah Putih itu dinilai jauh lebih menggembirakan. Ditambah performa dan daya juang para pemain kala itu yang sangat layak diguyur apresiasi.
Melansir suara.com, Garuda Muda dalam Piala Asia U-20 2023 tak mampu menyegel tiket ke babak selanjutnya karena kalah selisih gol dan head to head dari Irak. Padahal mereka punya poin yang sama dengan Singa Mesopotamia.
Pemain asuhan Shin Tae-yong punya empat poin berkat satu kemenangan, sekali imbang, dan satu kali kekalahan. Ketidakmampuan Indra Sjafri dalam melampaui atau setidaknya menyamai capaian tersebut menjadi sorotan.
Yang paling mencolok, pemain asuhan STY mampu menahan imbang Uzbekistan. Berbeda dengan Timnas Indonesia sekarang yang bahkan sudah diperkuat oleh pemain keturunan seperti Welber Jardim hingga Jens Raven. Bisa dikatakan pula ini adalah penurunan prestasi yang mengecewakan suporter.
Sebelum benar-benar kembali ke tanah air, Dony Tri Pamungkas dan rekan-rekannya masih akan menjalani satu pertandingan tersisa. Duel menghadapi Yaman tentu seperti laga penghiburan semata.
Lantaran sudah tak ada harapan. Ekspektasi dan antusiasme publik pun terjun bebas, mengingat bagaimana pola permainan yang ditunjukkan saat takluk di tangan Iran dan Uzbekistan. Kendati begitu, Ketua Umum PSSI memastikan program akan terus dilanjutkan.
"Sebuah pelajaran berharga untuk Timnas U-20 dari juara bertahan Piala Asia U-20, Uzbekistan. Sempat bangkit saat Jens Raven mencetak gol penyeimbang, namun Timnas U-20 harus mengakui keunggulan Uzbekistan pada akhir laga dengan skor 3-1. Program Timnas U-20 ini akan terus dijaga dan dilanjutkan untuk menjaga regenerasi Timnas Senior," tulisnya melalui unggahan Instagram @erickthohir.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Prediksi Timnas Indonesia U-20 vs Yaman: Jangan Bikin Malu, Indra Sjafri!
-
Hadapi Yaman, 3 Hal Ini Harus Diperbaiki dari Timnas Indonesia U-20
-
Jay Idzes Gagal! Bawa Venezia Bernasib Sial di Liga Italia Semalam
-
Match Day 2 Piala Asia U-20, Duo Wakil Asia Tenggara Semakin Kompak dan Sehati
-
Pelatih Ragnar Oratmangoen: Bagaimana Ini Mungkin? Sangat Frustasi
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!
-
Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan
-
Mengupas 'Emanon', Manga Sci-Fi Santai yang Bikin Overthinking Soal Makna Kehidupan
-
Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama
-
Nasib Tragis The Transporter: Ditinggal Jason Statham, 2 Aktor Penggantinya Gagal Total!