Perjalanan Pasukan Garuda Nusantara di gelaran Piala Asia U-20 harus terhenti di fase penyisihan grup. Meskipun telah berjuang sekuat tenaga dan memberikan kemampuan terbaik, anak asuh Indra Sjafri tersebut masih kalah bersaing dengan Iran dan Uzbekistan yang menjadi wakil grup C melaju ke fase berikutnya.
Meskipun demikian, tentunya selalu ada hal positif yang bisa didapatkan dalam setiap kejadian. Salah satunya adalah munculnya pemain muda potensial bernama Evandra Florasta, yang di usianya yang baru 16 tahun selalu mendapatkan tempat di Piala Asia kemarin.
Menyadur laman Transfermarkt, dalam tiga pertandingan melawan Iran, Uzbekistan dan Yaman, Evandra selalu mendapatkan menit bermain dari Indra Sjafri. Waktu yang didapatkannya pun tak menunjukkan dirinya hanya sebagai pemain pelengkap, namun juga sebagai sebuah kebutuhan tim.
Setelah hanya bermain 11 menit di laga melawan Iran, Evandra langsung mendapatkan kepercayaan tinggi di laga kedua melawan Uzbekistan dengan bermain 80 menit. Sementara di laga melawan Yaman, Evandra masuk di babak kedua dengan menggantikan Welber Jardim, dan bermain selama 45 menit.
Uniknya, dalam setiap kesempatan bermain yang didapatkan, Evandra selalu memberikan warna tersendiri dalam permainan Skuad Garuda Nusantara. Hal ini bahkan diakui sendiri oleh para komentator yang memandu jalannya laga.
Di mana, mereka tak segan menyebut Evandra sebagai pemain yang sukses menghidupkan permainan lini tengah Indonesia.
Pernyataan ini tentunya bukan sebuah hal yang mengada-ada. Pasalnya, data statistik berbicara, semakin lama Evandra mendapatkan menit bermain, maka semakin hidup pula permainan lini tengah Indonesia.
Hal ini bahkan tercantum di laman statistik yang dirilis secara resmi oleh AFC sendiri. Pada laga melawan Uzbekistan, Evandra yang hanya bermain 80 menit, dalam hal distribusi bola dan akurasi umpan maupun penciptaan peluang, dirinya mampu mengungguli rekannya yang lebih senior di Timnas U-20.
Dalam catatan AFC, dalam hal passing accuracy, Evandra sukses mencatatkan angka 83,3 persen sementara dua seniornya, Toni Firmansyah yang selama ini menjadi andalan Timnas U-20 hanya berada di anga 82,8 persen dan Aditya Warman di angka 77,8 persen.
Pun demikian halnya dengan lontaran akurasi umpan ketika berada di pertahanan lawan. Dalam rilisan AFC, Evandra berhasil mencatatkan 73,3 persen keakuratan, sementara Toni Firmansyah di angka 66,7 persen dan Aditya Warman di angka 33,3 persen.
Angka-angka statistik ini tentunya menjadi sebuah hal yang cukup menggembirakan. Mengingat Evandra sendiri sejatinya bukan anggota asli dari skuat Timnas U-20, melainkan skuat yang berada di bawahnya.
Dengan usia yang masih berada di angka 16 tahun, Evandra dipastikan masih eligible untuk bermain di Timnas Indonesia U-17 dan tentu saja bisa menjadi bagian dari skuat besutan Nova Arianto di pentas Piala Asia U-17 beberapa waktu mendatang.
Dengan pengalamannya bermain impresif di Piala Asia U-20 yang tentunya lebih tinggi kelasnya daripada umur yang dimiliki, tentunya Evandra sudah sangat layak untuk menjadi andalan di Timnas Indonesia U-17 bukan?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
-
Bagi LOSC Lille, Calvin Verdonk Belakangan Ini Tak Ubahnya Penjelmaan Dewi Fortuna Versi Lite
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
Artikel Terkait
-
Nathan Tjoe-A-On: Sayangnya Saya Sering Cedera
-
Pulang Cepat dari AFC U-20, Para Pemain Indonesia Tak Bisa Bersaing di Level Benua?
-
Diproses Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, Emil Audero Punya 34 Caps di Italia Junior
-
Jurus Jitu PSSI Rayu Emil Audero Supaya Mau Jadi Cadangan Maarten Paes di Timnas Indonesia
-
Soal Proses Naturalisasi Emil Audero, Menpora: Menunggu.
Hobi
-
Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
-
Timnas Indonesia Krisis Ketajaman, Ole Romeny Jadi 'Tulang Punggung' Lagi?
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
Terkini
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar