Kabar yang cukup mengecewakan dan sekaligus mengejutkan datang dari salah satu pemain timnas Indonesia, Elkan Baggott. Melansir dari laman berita suara.com (27/02/2025), bek keturunan Inggris-Indonesia tersebut memilih menolak panggilan ke timnas Indonesia jelang laga kontra Australia dan lebih memilih fokus di klubnya, yakni Blackpool FC. Bek berusia 22 tahun tersebut berasalan karena ingin mempertahankan tempatnya di skuad utama Blackpool FC terlebih dahulu pasca diterpa cedera panjang.
Hal ini cukup mengecewakan ini sendiri menjadi pukulan telak bagi skuad garuda yang tengah mempersiapkan diri melakoni 2 laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 zona Asia melawan Australia dan Bahrain pada bulan Maret 2025 nanti. Di sisi lain, setidaknya ada 3 kerugian yang didapatkan oleh timnas Indonesia dari absennya Elkan Baggott.
1. Kekurangan Pemain Jangkung di Sektor Pertahanan
Tinggi postur Elkan Baggott yang mencapai 196 cm tentunya menjadikan dirinya sebagai pemain tertinggi di timnas Indonesia saat ini. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, dengan posturnya yang cukup tinggi, dirinya bisa dengan mudah memenangkan duel-duel bola udara di lini pertahanan maupun saat melakukan overlap menyerang.
Absennya Elkan Baggott tentunya membuat kekuatan timnas Indonesia di sektor belakang, khususnya untuk duel-duel bola udara menjadi berkurang. Kini, timnas Indonesia hanya akan mengandalkan Jay Idzes yang memiliki postur 190 cm sebagai pemain tertinggi di sektor bek tengah untuk mencegah peluang lawan dari bola-bola udara. Tentunya hal ini tak akan mudah mengingat timnas Australia memiliki tinggi rata-rata pemainnya mencapai 185 cm.
2. Kurangnya Pelapis Sepadan di Sektor Pertahanan
Absennya Elkan Baggott dari pemanggilan timnas Indonesia nantinya tentunya akan berdampak cukup signifikan dari aspek kedalaman skuad. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, saat ini ada setidaknya 3 pemain di sektor pertahanan timnas Indonesia yang berpeluang mendapatkan akumulasi kartu kuning, yakni Calvin Verdonk, Jay Idzes dan Muhammad Ferarri. Tak ada keinginan Elkan Baggott untuk dipanggil timnas Indonesia membuat skuad garuda memiliki opsi yang terbilang sedikit jika salah satu atau lebih pemain yang absen.
3. Kurangnya Pemain Dengan Jam Terbang Tinggi di Tim Nasional
Elkan Baggott kini menjadi salah satu pemain timnas Indonesia yang memiliki jam terbang cukup tinggi di skuad garuda, khususunya di lini pertahanan. Tercatat, dirinya telah memiliki 22 caps bersama timnas Indonesia dan sukses mencetak 2 gol. Hal ini membuatnya menjadi salah satu pemain yang cukup berpengalaman di skuad timnas. Absennya Elkan Baggott tentunya akan menyebabkan pemain yang memiliki caps cukup banyak di timnas Indonesia kian berkurang.
Nah, itulah 3 kerugian yang diperoleh oleh timnas Indonesia dengan absennya Elkan Baggott.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Sejarah Tercipta, Wasit Wanita Pimpin Laga di Ajang Piala Dunia 2026
-
Resmi Disetujui DPR, Mengapa PSSI Ngotot Naturalisasi Pemain Liga Amatir?
-
Sorotan Tajam Piala Dunia 2026: Kontroversi Visa AS dan Bayang-Bayang Kesuksesan Rusia 2018
Artikel Terkait
-
Frank van Kempen Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-23, Erick Thohir: Belum Tahu Saya
-
Here We Go! Eks AC Milan Resmi Jadi Rekan Anyar Jordi Amat
-
Usai Emil Audero, 3 Kiper Ini Juga Bisa Dinaturalisasi dan Membela Timnas
-
Raih Top Skor Liga 2, Eks Pemain Andalan Shin Tae-yong Kembali ke Timnas Indonesia?
-
Elkan Baggott Fokus di Klub, Penggemar Harus Tunda Tonton Aksinya di Timnas
Hobi
-
Ronaldo Tak Lagi Jadi Tumpuan? 3 Masalah Utama Portugal yang Wajib Diperbaiki
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Korea Selatan: Adu Taktik, Siapa yang Kuasai Grup A?
-
Swiss Waspada! Bosnia Herzegovina Bawa Misi Menang Grup B Piala Dunia 2026
Terkini
-
Pesona Veteran di Piala Dunia 2026: Pembuktian Kualitas Melampaui Usia
-
Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?
-
Refleksi Film Toy Story 5: Apakah Teknologi dan Mainan Bisa Hidup Berdampingan?
-
Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua
-
Sosok yang Selalu Duduk di Kursi Kosong