Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes membuka sisi lain mengenai penyebab timnas Indonesia bisa takluk dari Australia di matchday ke-7 babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 zona Asia pada Kamis (20/3/2025) kemarin.
Dilansir dari suara.com (4/4/2025) kiper keturunan Belanda ini menyebut tak bisanya melakukan latihan taktik secara maksimal menjadi alasan tak berjalannya strategi Patrick Kluivert saat melawan Australia.
Maarten Paes menyebut minimnya waktu berkumpul saat jelang laga kontra Australia jadi penyebab strategi yang diberikan oleh pelatih tak berjalan maksimal.
Di sisi lain, timnas Australia yang lebih matang dari sisi chemistry permainan kendati menurunkan mayoritas skuad pelapis juga menjadi penyebab takluknya timnas Indonesia dengan skor telak 5-1 di Allianz Stadium, Sydney.
“Jadi kami tidak bisa melatih taktik karena mereka bisa melihatnya. Karena kami hanya memiliki satu hari di mana semua orang hadir, dan kami hampir tidak bisa berlatih. Jadi kami hampir tidak bisa benar-benar mempersiapkan dengan baik,” ujar Maarten Paes.
Dalam laga kontra Australia kemarin, timnas Indonesia memang memainkan taktik sepak bola menyerang ala Total Football yang berasal dari Belanda.
Dilansir dari laman transfermarkt.co.id, taktik ini sendiri mengedepankan strategi serangan yang bertumpu pada kekuatan di lini tengah dan lini sayap. Garis pertahanan dibuat cukup tinggi hingga hampir berada di setengah lapangan permainan.
Namun, strategi ini memiliki kelemahan jika mendapatkan serangan balik cepat akan mudah ditembus. Hal inilah yang dimanfaatkan dengan cukup baik oleh timnas Australia saat menghadapi Indonesia kemarin.
2 dari 5 gol yang tercipta dari timnas Australia dilakukan dengan skema serangan balik. Sementara itu, 3 sisanya dilakukan melalui skema tendangan pojok yang kurang bisa diantisipasi oleh punggawa timnas Indonesia.
Kesalahan yang dibuat saat laga kontra Australia kemarin memang membuat banyak pihak mengkritik pelatih Patrick Kluivert.
Bahkan, beberapa pihak juga menyebut bahwa strategi yang diterapkan oleh Patrick Kluivert sangat terburu-buru dan membuat pemain timnas merasa kelelahan karena kurang beradaptasi. Hal ini juga diutarakan oleh manajer timnas Indonesia, Sumardji beberapa waktu yang lalu.
“Beberapa pemain curhat ke saya, menyampaikan pada saya bahwa Total Football kan harus nyerang, nyerang, nyerang, (stamina terkuras) sudah pasti, kalau bilang begitu 90 menit harus maju terus,” ujar Sumardji di kanal YouTube TvOne.
Taktik Menyerang Total Dinilai Tak Cocok Dengan Indonesia
Usai kekaahan 5-1 atas Australia, timnas Indonesia langsung melakukan pembenahan saat jumpa Bahrain. Dilansir laman transfermarkt.co.id, taktik yang sebelumnya memakai skema Total Football dikembalikan ke strategi Defensive yang sebelumnya merupakan strategi pakem timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, strategi ini sendiri juga sukses membuat timnas Indonesia lolos ke babak round 3 Kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Timnas Indonesia memang lebih unggul saat memainkan taktik bertahan atau Defensive dibandingkan saat memaikan taktik menyerang.
Meskipun harus kehilangan penguasaan bola, akan tetapi peluang timnas Indonesia meraih kemenangan dalam laga saat menggunakan taktik Defensive yang dipadukan dengan skema serangan balik cepat memang cukup efektif saat dilakukan.
Hal ini terlihat saat laga kontra Bahrain kemarin, gol kemenangan timnas Indonesia tercipta dari skema serangan balik cepat yang diprakarsai oleh Thom Haye, Marselino Ferdinan dan diselesaikan dengan sempurna oleh Ole Romeny, sehingga membuat skuad garuda menang dengan skor tipis 1-0.
Sepertinya memang Patrick Kluivert perlu menggunakan kembali skema permainan bertahan yang dipadukan dengan serangan balik cepat di timnas Indonesia. Belum lagi dalam 2 laga terakhir nanti timnas Indonesia memerlukan minimal 3 poin untuk bisa masuk ke babak round 4.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Raksasa Belanda Siap Rogoh Kocek Rp10 M Demi Rekrut Pemain Keturunan Indonesia
-
Pemain Keturunan Aceh - Palembang: Semoga Dipanggil Patrick Kluivert
-
Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
-
Jelang Lawan Timnas Indonesia U-17, Pelatih Korsel: Tidak Ada Tim yang Lemah
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Lee Byung Hun Dikonfirmasi Bintangi Film Aksi Bela Diri Berjudul Nambeol
-
Tampil 13 Agustus, Musikal Frozen Korea Rilis Jajaran Pemain Utama
-
Sekolah Mengajarkan Etika, tapi Mengapa Banyak Kejahatan Lahir di Dalamnya?
-
5 Rekomendasi HP dengan Chipset Dimensity Terbaik 2026: Performa Kencang, Baterai Anti Boros
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri