Pasukan Garuda Muda, Timnas Indonesia U-17 sukses merengkuh poin penuh di laga perdana grup C gelaran Piala Asia U-17. Harus bertarung melawan raksasa sepak bola Asia sekelas Korea Selatan, Mierza Firjatullah dan kolega berhasil keluar sebagai pemenang pada laga yang berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah tersebut.
Sepertimana yang diberitakan oleh laman Suara.com (5/4/2025), Pasukan Muda Merah Putih berhasil membungkus kemenangan melalui gol tunggal Evandra Florasta pada menit ke-90+2.
Wasit Jin Jingyuan asal Tiongkok yang mendapati adanya handsball pemain Korea Selatan di petak penalti, tanpa ragu langsung menunjuk titik 12 pass yang pada akhirnya berhasil dikonversi dengan baik oleh Evandra Florasta menjadi gol kemenangan.
Kemenangan Pasukan Garuda Muda atas Korea Selatan ini sedikit banyak tentunya mengingatkan para penggemar sepak bola nasional pada perjuangan heroik kakak-kakak tingkat mereka di gelaran Piala Asia U-23 edisi 2024 lalu.
Seperti yang kita ketahui bersama, pada putaran final Piala Asia U-23 edisi 2024 lalu, Pasukan Muda Merah Putih yang dinakhodai oleh Shin Tae-yong, berhasil menyingkirkan Timnas Korea Selatan U-23 di fase delapan besar turnamen.
Menyadur laman history AFC, pada pertandingan yang berlangsung dengan liatnya di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha Qatar tersebut, Pratama Arhan dan kolega berhasil memulangkan Korea Selatan setelah bertarung dari tengah malam hingga subuh menjelang.
Bagaimana tidak, setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal, Indonesia dan Korea Selatan yang berbagi hasil sama kuat, harus meneruskan pertandingan hingga memasuki menit perpanjangan waktu.
Tak hanya itu, momen adu tos-tosan kedua kesebelasan pun tak semudah yang dibayangkan. Dalam kemenangan total 11-10 Indonesia atas Korea Selatan tersebut, masing-masing kesebelasan bahkan harus mengeluarkan hingga 12 penendang untuk bisa menentukan pemenangnya.
Dan uniknya adalah, momen membanggakan sekaligus mengharukan yang ditorehkan oleh Timnas Indonesia U-23 maupun Timnas U-17 tersebut terjadi di bulan yang sama, yakni bulan April.
Ketika Timnas Indonesia U-17 berhasil menundukkan Korea Selatan U-17 pada 4 April 2025, kurang lebih setahun sebelumnya, kakak tingkat mereka menjungkalkan Korea Selatan U-23 pada 25 April 2025.
Jika dilihat-lihat, gelaran Piala Asia dan bulan April sendiri merupakan sebuah combo yang membawa keberuntungan bagi Timnas Indonesia kelompok umur.
Pasalnya, di bulan keempat kalender masehi ini, perjuangan keras para wakil Garuda di ajang Piala Asia selama dua tahun belakangan ini selalu dilingkupi dengan aura positif.
Sepertimana kejutan Timnas U-17 kali ini, satu tahun yang lalu, Timnas Indonesia di gelaran Piala Asia U-23 juga dapat dikatakan menuai sukses besar. Meskipun berstatus sebagai tim debutan, mereka berhasil melaju hingga babak semifinal gelaran dan menjadi tim Asia Tenggara pertama yang sukses menggapai babak empat besar di momen debut.
Bukan hanya itu, pertandingan-pertandingan Timnas Indonesia U-23 yang dimainkan di bulan April 2024 lalu itu pun menghasilkan banyak momen manis. Meski di awal turnamen harus kalah 0-2 dari Qatar melalui beragam intrik, namun pada akhirnya Ernando Ari Sutaryadi dan kolega berhasil bermain apik di laga-laga selanjutnya.
Tim-tim sekelas Australia dan Yordania sukses mereka taklukkan di fase penyisihan grup, pun demikian dengan tim sekaliber Korea Selatan juga mereka jungkalkan di babak delapan besar.
Sebuah pencapaian manis yang kali ini kembali ditorehkan oleh adik-adik tingkat mereka di level Piala Asia U-17, yang juga sama-sama digelar di bulan April.
Melihat betapa "ramahnya" bulan April kepada Timnas Indonesia saat menjalani laga di turnamen Piala Asia, sepertinya aura kesuksesan juga bakal menaungi Evandra Florasta di turnamen kali ini ya!
Semoga saja!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Faktor yang Bikin Evandra Florasta Layak Jadi Man of the Match saat Hancurkan Korsel U-17
-
3 Pemain Timnas Indonesia U-17 Paling Bersinar saat Hancurkan Korsel
-
Kontrak di Sabah FC Habis Mei 2025, Saddil Ramdani Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
2 Bek Timnas Indonesia Berpotensi Duet di Bologna
-
Libas Korea Selatan, Timnas Indonesia Selangkah Lagi ke Piala Dunia U-17?
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Di Bawah Hujan 1991: Melankolia dalam Novel Goodbye Fairy
-
Sembari Nunggu My Royal Nemesis, Intip 5 Drama Rom-Com Heo Nam Jun Ini!
-
Ironi Tumpukan Sampah Makanan di Negeri yang Kelaparan
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Masjid Baiturrahman, Tempat Melepas Penat di Tengah Kesibukan Kota Semarang