Proyek besar bernama tim ASEAN All Stars yang digagas oleh AFF, belakangan ini semakin menemukan banyak permasalahan.
Ibarat kata pepatah jauh panggang daripada api, proyek mercusuar yang diinisiasi oleh induk sepak bola Asia Tenggara tersebut justru meredup bahkan sebelum dinyalakan sekalipun.
Alih-alih mendatangkan minat tinggi di antara anggota-anggotanya, para member federasi sepak bola Asia Tenggara tersebut justru terkesan ogah-ogahan untuk mengirimkan para pemainnya.
Seperti yang kita ketahui bersama, meskipun mereka pada akhirnya mengirimkan para pemain, itu pun bukan pemain terbaik.
Negara-negara besar yang menjadi kekuatan utama di persepakbolaan kawasan ini seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia, lebih memilih untuk mengirimkan pemain yang bukan berstatus bintang utama untuk bergabung di tim gagasan AFF tersebut.
Menyadur laman Suara.com (19/4/2025), sejatinya induk sepak bola Asia Tenggara tersebut sudah mengumpulkan 17 pemain pada pertengahan bulan April lalu.
Namun sayangnya, semakin ke sini, jumlah pemain tersebut semakin menyusut, hingga di beberapa media dikabarkan tim yang dibesut oleh pelatih Kim Sang-sik itu hanya beranggotakan 13 pemain saja.
Sejatinya, hingga dirilisnya 17 nama pemain untuk tim ASEAN All Stars bulan lalu, AFF masih memiliki harapan besar pada dua anggotanya, yakni Singapura dan Filipina.
Pasalnya, kedua negara tersebut hingga berakhirnya bulan April 2025 kemarin belum mengirimkan pemainnya untuk bergabung ke dalam tim.
Maka, ketika terjadi reduksi besar-besaran dan penarikan pemain oleh negara-negara anggota AFF dari tim ASEAN All Stars, induk sepak bola Asia Tenggara tersebut masih memiliki harapan bakal melimpahnya pemain yang dikirimkan oleh Singapura ataupun Filipina.
Keputusan Singapura Justru Menambah Kekecewaan untuk AFF
Namun sayangnya, harapan besar yang sempat disematkan oleh AFF kepada Singapura, akhirnya harus pupus.
Bukan karena pihak negara kota tersebut tak mengirimkan wakilnya, namun karena mereka justru hanya mengirimkan satu pemain saja untuk bergabung ke skuat ASEAN All Stars.
Sepertimana unggahan akun instagram @theaseanfootball (2/5/2025), induk sepak bola Singapura merilis satu nama, yakni Irfan Fandi untuk menjadi perwakilan mereka di tim bintang bentukan AFF.
Pengiriman satu pemain ini tentunya sangat mengecewakan, karena jelas, dengan tambahan seorang Irfan Fandi, skuat yang dilatih oleh Kim Sang-sik tersebut masih belum mendapatkan setidaknya 20 pemain, yang mana menjadi jumlah minimal untuk skuat yang ideal.
Namun sisi positifnya, jika dibandingkan dengan negara-negara kekuatan sepak bola tradisional Asia Tenggara lainnya, pengiriman Irfan Fandi ke ASEAN All Stars merupakan sebuah pengobat sedikit luka bagi AFF.
Pasalnya, ketika negara-negara lain tak mengirimkan pemain yang benar-benar menjadi "bintang" di Timnas mereka, Singapura mengirimkan Irfan Fandi yang notabene adalah salah satu pemain bintang dan andalan di skuat The Lions.
Dalam catatan transfermakt.com, Irfan Fandi hingga sejauh ini telah bermain sebanyak 48 pertandingan bersama Timnas Singapura, dan menyumbangkan dua gol bagi negaranya tersebut.
Sebuah catatan yang tentu saja akan semakin bertambah banyak andai saja rekan setim Asnawi Mangkualam Bahar di Port FC tersebut tak mendapatkan cedera panjang yang membuatnya harus menepi berbulan-bulan lamanya dari pemanggilan Timnas Singapura.
Namun demikian, meskipun Irfan Fandi adalah pemain berlabel bintang yang dikirimkan oleh Singapura untuk bergabung ke skuat ASEAN All Stars, namun tentu saja hal tersebut tak menampik kenyataan akan masih banyaknya kekurangan pemain yang dialami oleh tim ini.
Terlebih lagi, dengan makin dekatnya jadwal pertandingan melawan Manchester United yang rencananya digelar pada 28 Mei 2025 ini, tentunya dengan hanya adanya penambahan satu pemain dari Singapura ini membuat AFF makin kelimpungan bukan?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Gegara John Herdman, Kans Marselino Ferdinan Balik ke Timnas Indonesia Kembali Menipis?
-
Salah Kaprah Sistem Pertandingan FIFA Series 2026, Bagaimana Format Sebenarnya?
Artikel Terkait
-
AFF Cup U-23: 3 Pemain Keturunan Belanda yang Bisa Perkuat Timnas Indonesia U-23
-
Selamat Tinggal Gerald Vanenburg, Media Asing Yakin Dia Bisa Dipecat Timnas Indonesia U-23
-
Media Vietnam Nyinyir, Sebut Jabatan Gerald Vanenburg di Timnas Indonesia U-23 Bisa Seumur Jagung
-
Penuh Pengalaman, Deretan Pemain Ini Bisa Dijadikan Andalan Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23
-
Nasib Muhammad Ferarri dan Asnawi Mangkualam Lawan MU Masih Abu-Abu, PSSI Angkat Bicara
Hobi
-
Thailand Masters 2026: Indonesia Panen Laga Perang Saudara di Semifinal
-
Berebut Tiket Final Thailand Masters 2026: Ubed, Alwi, dan Misi Balas Dendam
-
Perempat Final Thailand Masters 2026: Ujian Konsistensi Wakil Indonesia
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
Terkini
-
4 Moisturizer dengan Kandungan Kafein, Bantu Jaga Nutrisi Kulit
-
Buntut Laporan soal Fitnah Anak oleh Ruben Onsu, Sarwendah Diperiksa
-
Film Mudborn: Boneka Tanah Liat yang Mengutuk dan Mengerikan!
-
Trump Pilih Absen Super Bowl 2026 Imbas Ada Bad Bunny dan Green Day
-
Film Live Action Sakamoto Days Ungkap Tiga Pemeran Anggota Order Assassins