Pemain berdarah Indonesia yang kini bermain di kompetisi divisi kedua liga Belgia, Shayne Pattynama dipastikan akan pecah kongsi dengan klubnya saat ini, KAS Eupen.
Setelah menjalani musim yang tak apik bersama klubnya di kompetisi Challenger Pro League, pemain berusia 26 tahun tersebut akhirnya berpisah meskipun secara kontrak, dirinya masih terikat dengan klub hingga 30 Juni 2026 mendatang.
Minimnya kesempatan bermain yang didapatkan oleh pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut, disinyalir menjadi penyebab utama mengapa pemain yang menjadi WNI pada 24 Januari 2023 itu memilih untuk hengkang dari klub Belgia ini.
Sebuah alasan yang cukup wajar, karena jika melihat data yang ada di laman transfermarkt, sepanjang musim ini Shayne hanya bermain sebanyak 17 pertandingan saja, dengan durasi bermain 729 menit.
Bahkan, jika dirata-rata menitnya, dalam satu pertandingan yang dijalani, Shayne bermain tak lebih dari 43 menit saja dalam satu laganya.
Dan beranjak dari hal itulah akhirnya Shayne Pattynama memutuskan untuk memilih berpindah klub, mencari tempat di mana dirinya bisa mendapatkan banyak kesempatan untuk bermain.
Tanda-tanda bakal hengkangnya pemain bernama lengkap Shayne Elian Jay Pattynama itu sendiri sejatinya sudah muncul beberapa bulan belakangan ini. Bahkan dalam berbagai pemberitaan disebutkan, klub-klub dari kawasan Asia Tenggara dikabarkan tertarik untuk mendatangkan sang pemain, termasuk di dalamnya klub yang bermain di Liga 1 Indonesia.
Tentunya akan menjadi sebuah hal yang tak begitu diharapkan oleh para penggemar Timnas Indonesia ketika sang pemain nantinya memilih untuk meneruskan karier profesionalnya di tanah para leluhurnya ini.
Karena kita ketahui bersama, hingga saat ini gelaran Liga 1 Indonesia sendiri masih menyisakan banyak PR untuk diselesaikan, sehingga sangat "eman" jika pemain sekualitas Shayne bermain di dalamnya.
Buriram United dan Liga Thailand Bisa Menjadi Pelabuhan yang Tepat
Terlepas dari klub manapun yang nantinya akan menjadi pelabuhan baru bagi Shayne, untuk saat ini sejatinya bermain di kompetisi yang lebih kompetitif adalah sebuah hal yang masih sangat masuk akal bagi sang pemain.
Dengan usia yang masih 26 tahun, tentunya Shayne masih memiliki kualitas untuk bersaing di liga dengan iklim yang lebih ketat ketimbang Liga Indonesia seperti liga-liga di Eropa Timur, maupun kasta kedua di negara-negara tradisional sepak bola Eropa.
Bahkan, jikapun nanti terpaksa berkiprah di persepakbolaan Asia Tenggara, Shayne masih memiliki kemampuan untuk bersaing tempat reguler di klub-klub raksasa kawasan, termasuk dari Thailand.
Bahkan jika kita bicara terkait peluang, Shayne bisa saja bergabung dengan klub raksasa di persepakbolaan ASEAN asal Thailand, yakni Buriram United.
Pasalnya, pada informasi terakhir disebutkan, klub yang menjadi kampiun liga sepak bola utama Thailand musim ini tersebut akan langsung kehilangan dua pemainnya yang berposisi sebagai bek kiri, yakni Sasalak Haiprakhon dan Rene Renner.
Menyadur informasi dari laman transfermarkt.com, dua pemain berbeda negara ini sama-sama akan berakhir kontraknya pada 30 Juni 2025 mendatang, dan hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda bakal kembali memperbaharui kontraknya di Buriram United.
Jadi, mungkin ada baiknya jika nantinya Shayne Pattynama tak menemukan klub baru di kawasan Eropa maupun di negara-negara dengan kompetisi sepak bola elite di benua Asia, berlabuh ke Buriram United adalah salah satu hal yang paling tepat untuk diputuskannya.
Atau misalpun tak di Buriram, mungkin di klub Thailand lainnya juga tak masalah demi bisa tetap mempertahankan kualitas bermainnya di level yang tinggi dan kompetitif.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Ironisme Skuat Final FIFA Series 2026: Saat Pemain Paling Menjanjikan Harus Ternafikan
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
Artikel Terkait
Hobi
-
Resmi Diperkenalkan! Inilah Sosok Maple, Zavu, dan Clutch yang Akan Meriahkan Piala Dunia 2026
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
Terkini
-
Instagramable Tapi Tak Nyaman: Sebuah Paradoks Liburan Era Digital
-
Ulasan Novel Wiji Thukul, Misteri Hilangnya Aktivis Indonesia
-
Novel The Hidden Reality: Saat Penelitian Membuka Dunia Paralel
-
Al-Ahkam as-Sulthaniyyah: Kitab Klasik yang Mengajari Cara Mengelola Negara
-
4 Padu Padan Outfit Chic ala Jimin BTS, dari Casual ke Mid-Formal Look!