Pemain belakang Timnas Indonesia, Elkan Baggott kini tengah menghadapi ketidakpastian masa depan karier profesionalnya. Berdasarkan informasi dari laman transfermarkt, pemain yang dijuluki The Big Elk oleh para penggemar Timnas Indonesia tersebut kini telah menyelesaikan masa peminjamannya di klub League One, Blackpool FC.
Itu berarti, pemain berusia 22 tahun tersebut bakal segera kembali ke klub induknya, Ipswich Town, setelah satu musim lamanya bermain untuk klub yang meminjamnya itu.
Uniknya, meskipun pada akhirnya kembali ke Ipswich Town yang menjadi klub induknya sejak usia mudanya dulu, nasib Elkan juga tak lantas menjadi lebih jelas.
Pasalnya, kontrak Elkan sendiri juga akan berakhir di pertengahan tahun 2025 ini, setelah terakhir kali kedua pihak sepakat untuk memperbaharui jalinan kerja sama pada tahun 2022 lalu.
"Elkan Baggott has penned a new three-year deal at Town. The central defender, who signed his first professional contract at Portman Road in January last year, has committed his future to the Blues until the summer of 2025," tulis laman itfc.co.uk (16/6/2022) yang merupakan laman resmi dari klub yang kini bermain di pentas EPL tersebut.
Itu berarti, kontrak yang mengikat Elkan Baggott di Ipswich Town akan secara resmi berakhir pada bulan Juni 2025 mendatang, dan jika tak ada perpanjangan kontrak dari klub, maka Elkan akan menjadi pemain yang berstatus bebas transfer.
Ke Mana Elkan Baggott Bakal Lanjutkan Karier Profesionalnya?
Kembalinya Elkan Baggott dari Blackpool dan belum adanya tanda-tanda perpanjangan kontrak dari Ipwich Town kepadanya, membuat sebuah pertanyaan muncul, kira-kira kemanakah pemain jangkung Timnas Indonesia ini bakal berlabuh?
Hingga saat ini, secara resmi belum ada informasi terkait penawaran kontrak baru yang ditawarkan oleh Ipswich Town kepada Elkan, pun kemungkinan bakal berlabuhnya sang pemain ke klub lain.
Namun, jika melihat kondisi yang didapatkan oleh Elkan Baggott belakangan ini di Ipswich dan Blackpool, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa kualitas yang dimiliki oleh pemain kelahiran Bangkok ini masih belum bisa sepenuhnya diandalkan di level tertinggi liga Inggris, namun sudah cukup bisa untuk sekadar bersaing di dua level yang lebih rendah.
Sekadar menginformasikan, Blackpool FC sendiri saat ini bermain di kasta Football League One yang secara kasta kompetisi merupakan level ketiga di Liga Inggris, di bawah Liga Primer dan divisi Championship.
Dan di level inilah Elkan masih bisa berbicara banyak dalam kompetisi. Menyadur laman transfermarkt, selama satu musim menjalani masa peminjaman di Blackpool, pemain berdarah Inggris itu tercatat memainkan 20 pertandingan di semua ajang dan mendapatkan durasi bermain 1.441 menit.
Jumlah ini tentunya meningkat pesat jika dibandingkan dengan saat dirinya bermain bersama Ipswich Town yang mana Elkan hanya memainkan 7 pertandingan dengan durasi bermain 570 menit, dan itu pun tidak dia jalani dalam satu musim.
Dengan modal bermain yang cukup apik ini, sejatinya Elkan sudah cukup siap jika dirinya "naik kasta" dengan memperkuat klub-klub yang berkompetisi di divisi Championship, atau setidaknya jika tak bernasib baik, bisa tetap bermain di League One.
Dan jika melihat kondisi Ipswich Town saat ini, di mana mereka sudah pasti terdegradasi kembali ke kasta Championship, maka akan sangat mungkin bagi Ipswich untuk mempertahankan Elkan untuk setidaknya menjadi pemain pelapis di skuatnya musim depan.
Adapun jika nantinya Ipswich tak mempertahankan keberadaan sang pemain, masih sangat terbuka kemungkinan jika klub-klub divisi Championship lainnya maupun League One akan membidik Elkan untuk menjadi amunisi tambahan guna menambah solid lini pertahanan mereka.
Jadi kesimpulannya, meskipun masih belum jelas ke mana sang pemain berlabuh saat ini, namun akan sangat terbuka kans Elkan untuk bermain di Championship maupun League One jika dirinya memutuskan untuk tetap bertahan di Liga Inggris.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Elkan Baggott Bisa Dipertahankan Ipswich Town Usai Dipuji Legenda Man United
-
Alhamdulillah Elkan Baggott Tak Jadi Pergi
-
AFF Womens Championship U-19 2025: Indonesia Tergabung di Grup Neraka
-
Dear Haters! Sisi Manusiawi Elkan Baggott Bikin Kagum Eks Pemain Inggris
-
3 Pemain Keturunan yang Bisa Jadi Trio di Lini Belakang Timnas Indonesia U-23
Hobi
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
Terkini
-
Momen Haru Irene Red Velvet Raih Kemenangan Solo Perdana, Kalahkan BTS!
-
Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!
-
Pesan Kuat di Balik Film 'David': Mengalahkan 'Raksasa' dalam Hidup Kita Sehari-hari
-
4 Sunscreen Peptide, Bikin Kulit Plumpy dan Terhidrasi Sepanjang Hari!
-
Antara Keberanian dan Shock Value: Kritik Atas Promosi Film Aku Harus Mati