Enea Bastianini benar-benar menunjukkan kemampuannya di GP Assen 2025 kemarin, meskipun memulai balapan dari posisi yang cukup sulit. Start dari grid ke-20 tentu bukan perkara mudah, namun pembalap Italia itu mampu menyalip banyak rider hingga menuntaskan main race di posisi kesembilan.
Raihan ini patut diapresiasi karena menjadi hasil terbaik Bastianini bersama KTM sejak bergabung di awal musim, terlebih lagi di sesi balap utama GP Assen kemarin dia dijatuhi hukuman penalti 3 grid karena mengganggu Alex Rins selama proses kualifikasi.
Perlahan tapi pasti, ia mulai menemukan kenyamanan dengan motor barunya meskipun musim ini menjadi periode adaptasi yang berat.
Selain Bastianini, rekan setimnya di KTM Tech3, Maverick Vinales, juga menorehkan catatan yang tak kalah impresif. Vinales memulai sprint race dari P10 dan berhasil finis di posisi keenam.
Pada balapan utama, performanya makin solid dengan menembus posisi lima besar. Konsistensi dan kecepatan Vinales menjadi indikasi bahwa KTM mulai menapaki jalur yang benar untuk mengembangkan motornya.
Pencapaian keduanya di Assen lantas menimbulkan tanda tanya besar bagi penggemar MotoGP. Banyak yang mulai bertanya-tanya, apakah problem getaran pada motor KTM yang selama ini menjadi kendala utama sudah teratasi? Pasalnya, isu tersebut sempat membuat para pembalap kesulitan tampil maksimal dalam setiap balapan.
Tampaknya, Enea Bastianini masih memiliki problem yang harus dipecahkan dengan motor RC16 miliknya, terutama dalam hal slipstream. Menurut Enea, motor KTM yang dibawanya lebih mudah dikendarai saat mengikuti slipstream, dan lebih sulit saat dia sendirian.
"Saat saya mengikuti slipstream, jauh lebih mudah bagi saya untuk mengubah arah, tapi saat saya sendirian, saya tidak tidak dapat mendorong dan motor terasa lebih berat, jadi ini menjadi masalah karena kami kehilangan waktu," ujar Enea, dilansir dari laman Crash.
Kendati demikian, hasil yang diraih oleh Enea Bastianini dalam seri kali ini mendapatkan pujian dari Manajer Tim, Nicolas Goyon. Menurut Goyon, usaha Ena Bastianini untuk bangkit ke P9 setelah start dari P20 patut diapresiasi.
"Ia terus melaju dan memimpin grup kedua untuk meraih posisi kesembilan dari posisi 20 di grid. Hebat sekali! Motornya masih belum sempurna untuknya, tapi kami telah melangkah maju. Jadi kami harus terus maju ke arah itu," papar Nicolas Goyon.
Kini, mereka memiliki waktu jeda selama dua pekan sebelum kembali beraksi di double header kedua musim ini, yakni GP Jerman dan GP Ceko 2025. Tidak hanya Enea bastianini dan KTM, penggemar pun berharap agar performa mereka terus mengalami peningkatan di seri-seri yang akan datang.
Saat ini, Enea Bastianini menempati posisi ke-15 dalam klasemen sementara MotoGP musim 2025 dengan koleksi 42 poin. Jika dibandingkan dengan rekan-rekannya di KTM, ia berada di peringkat ketiga dari total empat pembalap yang dimiliki tim tersebut.
Sepanjang musim ini, pencapaian terbaik Bastianini terjadi di GP Amerika, di mana ia berhasil finis di urutan ketujuh setelah bertarung sengit di barisan tengah.
Meski perlahan mulai menunjukkan perkembangan positif bersama motor RC16, Bastianini masih memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, terutama terkait performanya di sesi kualifikasi.
Masalah ini sebenarnya sudah muncul sejak ia masih membela Ducati tahun lalu, sayangnya hingga kini belum benar-benar berhasil diatasi. Kesulitan menorehkan hasil terbaik di kualifikasi membuatnya kerap start dari posisi belakang, memaksanya bekerja ekstra keras saat balapan.
Ke depannya, jika Enea mampu memperbaiki performa kualifikasi, bukan tidak mungkin ia akan lebih sering bersaing di barisan depan dan mengamankan lebih banyak poin untuk meningkatkan posisinya di klasemen akhir.
Baca Juga
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
Artikel Terkait
-
Aleix Espargaro Bingung Kenapa Aprilia Masih Mau Pertahankan Jorge Martin
-
Jorge Martin Sudah Diizinkan Jalani Uji Coba, Bakal Tampil di Sachsenring?
-
Bisa Kalahkan Ducati, Maverick Vinales Acungi Jempol untuk Fabio Quartararo
-
Masa Bodo Soal Jorge Martin, Marco Bezzecchi Nikmati Karier dengan Aprilia
-
Buka Suara, Kecelakaan Alex Marquez di GP Belanda 2025 Disebabkan Tuas Rem
Hobi
-
Konflik Memanas di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Insiden Keluar Kamp
-
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?
-
Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tekuk Thailand
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi
Terkini
-
Bahaya Brain Rot: Ketika Video Singkat Mengikis Fokus dan Daya Kritis
-
Ulasan Until August: Ketika Usia Tak Menghentikan Pencarian Jati Diri
-
Review Minotaur: Perselingkuhan, Kekuasaan, dan Monster dalam Diri Manusia
-
Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur
-
Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri