Perhelatan turnamen pramusim berlabel Piala Presiden 2025 akhirnya usai sudah. Tim undangan asal Thailand, Port FC berhasil menahbiskan diri sebagai juara di gelaran edisi ketujuh kali ini.
Sepertimana diinformasikan oleh akun instagram resmi Piala Presiden @officialpialapresiden, klub yang diperkuat oleh Asnawi Mangkualam itu berhasil membungkus gelar juara pasca menumbangkan Oxford United dengan skor tipis 2-1.
Meskipun secara garis besar perhelatan yang berlangsung mulai tanggal 6 Juli 2025 lalu ini terbilang cukup sukses, namun terdapat beberapa insiden yang mewarnai penyelenggaraan ini. Setidaknya, sedari awal hingga akhir turnamen, ada 4 insiden atau bahkan mungkin kontroversi yang menghiasi pelaksanaan.
Penasaran kontroversi apa sajakah itu? Mari kita ulas bersama!
1. Indonesia Raya Salah Lirik
Hari pertama pelaksanaan Piala Presiden 2025 ternyata langsung berhiaskan sebuah insiden yang cukup fatal. Bagaimana tidak, di pembukaan turnamen edisi ketujuh tersebut, terjadi sebuah insiden salah melantunkan lirik dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menyadur laman Suara.com (7/7/2025), penyanyi kawakan Rita Butar Butar yang didaulat untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengalami salah lirik dan membuat namanya melambung menjadi pembicaraan selama beberapa waktu.
Sebuah hal yang seharunya tentu saja tak terjadi, mengingat betapa sakralnya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengiringi perjalanan sejarah negeri ini sejak 1928 tersebut.
2. Insiden Mati Lampu
Insiden kedua yang mengiringi perjalanan turnamen pramusim Piala Presiden 2025 adalah adanya insiden mati lampu stadion.
Sepertimana dilansir laman Suara.com (11/7/2025), insiden mati lampu stadion Si Jalak Harupat tersebut terjadi pada laga antara Arema melawan Oxford United. Dalam informasi yang diunggah laman Suara.com, insiden tersebut membuat pertandingan harus terhenti beberapa saat, dan dituding oleh pelatih Arema, Marcos Santos sebagai salah satu penyebab kekalahan anak asuhnya dari tim divisi Championship tersebut.
Sekadar menginformasikan, pada pertandingan antara Oxford United melawan Arema FC yang dihiasi dengan insiden mati lampunya Stadion Si Jalak Harupat, Tim Singo Edan menelan kekalahan cukup mencolok dari sang lawan, yakni empat gol tanpa balas.
3. Hadiah yang Cukup Menggiurkan
Tak bisa dibantah, jumlah nominal yang tinggi dalam sebuah turnamen akan selalu menjadi magnet tersendiri bagi para pesertanya. Dan hal ini pun terjadi di gelaran Piala Presiden 2025 ini.
Dengan nominal hadiah juara yang mencapai Rp5,5 miliar, tentunya setiap tim berusaha untuk menampilkan permainan terbaik, demi bisa mendapatkan hadiah terbanyak di gelaran.
Namun sayangnya, motivasi untuk bisa menjadi yang terbaik di turnamen ini terkadang juga membuat mereka sedikit lupa bahwa ini adalah turnamen pramusim yang seharunya lebih tepat dipergunakan sebagai ajang persiapan untuk musim yang sebenarnya.
Sehingga, tak jarang para pemain berlaku terlalu keras di lapangan, dan menimbulkan cedera bagi pemain tim lawan. Dan korbannya? Tentu saja sudah sederet. Mulai dari Acham Jufriyanto, Dimas Drajad, Saddil Ramdani, hingga duo pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan dan Ole Romeny, harus tumbang di turnamen kali ini.
4. Stadion Tergenang Air Hujan
Partai final yang mempertemukan antara Oxford United melawan Port FC pada Minggu (13/7/2025) juga ternyata tak luput dari insiden. Dan lagi-lagi terkait masalah teknis sarana.
Stdion Si Jalak Harupat yang menjadi venue dari pertarungan final dua tim undangan di turnamen pramusim edisi kali ini, ternyata tak bisa memfasilitasi permainan dengan baik. Hujan yang mengguyur Kabupaten Bandung malam itu, membuat salah satu venue Piala Dunia U-17 tahun 2023 lalu itu tergenang.
Genangan tersebut cukup parah, hingga membuat sang wasit harus menghentikan pertandingan untuk sementara waktu. Dari berbagai sumber diinformasikan, pertandingan partai final Piala Presiden 2025 sendiri dihentikan dalam kurun waktu kurang lebih 15 menit.
Itulah 4 insiden yang mewarnai perjalanan Piala Presiden 2025 kali ini. Kita doakan semoga saja di edisi selanjutnya, tak ada lagi insiden yang menghiasi ya!
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Solid dan Meriah! Ratusan Mitra Driver Gojek Ramaikan Final Piala Presiden 2025
-
Oxford United Main di Kubangan, 'Banjir' Si Jalak Harupat Jadi Sorotan Media Asing
-
Final Piala Presiden 2025: Asnawi Mangkualam Selamatkan Wajah Persepakbolaan Indonesia
-
Jadi Plt Direktur Teknik PSSI, Apakah Indra Sjafri Bakal Jadi Ferry Paulus Jilid 2?
Hobi
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
Terkini
-
Economy Hingga Universal Basic Income: Beranikah Indonesia Mengubah Konsep UMR 8 Jam Kerja?
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Laris Manis! Konser EXO Planet #6 'EXhOrizon' di Jakarta Resmi Tambah Hari
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?