Setelah kurang lebih setengah tahun mendapatkan tugas untuk melatih Timnas Indonesia U-23, pelatih Gerald Vanenburg akhirnya mendapatkan momen pembuktiannya. Bukan di laga tak resmi, bukan di laga uji coba, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut harus langsung membuktikan kepantasannya memegang jabatan kursi pelatih di tubuh skuat Garuda Muda pada turnamen resmi berlabel Piala AFF U-23 edisi 2025.
Seolah menjawab rasa penasaran berbagai pihak, eks pemain FC Utrecht tersebut langsung membawa sang anak asuh terbang tinggi di momen perdananya. Bukan satu atau dua gol saja yang menghiasi, pada pertandingan perdananya bersama Timnas Indonesia U-23 tersebut, Gerald Vanenburg langsung membawa Jens Raven dan kolega memenangi pertandingan dengan delapan gol tanpa balas.
Dalam sejarah karier kepelatihannya, pelatih Gerald Vanenburg sendiri tercatat telah membersamai setidaknya empat tim dengan status sebagai pelatih kepala. Jika laga debutnya bersama Timnas Indonesia U-23 berakhir dengan kemenangan telak dan membawa kebanggaan, lantas, bagaimanakah catatan debut pelatih Gerald saat menakhodai tiga tim lainnya?
Penasaran dengan hasilnya? Mari kita ungkap bersama!
1. 1860 Munich (Liga Jerman)
Menyadur laman data transfermarkt.com, klub Jerman 1869 Munich sejatinya klub kedua yang dilatih oleh Gerald Vanenburg dengan status sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, pria berusia 61 tahun tersebut tercatat pernah menjadi pelatih kepala bagi tim PSV Eindhoven U-19.
Namun karena di Belanda yang dia latih adalah tim muda, maka hal tersebut untuk sementara kita kesampingkan dan menjadikan 1860 Munich yang dilatih sejak 19 April 2004 hingga 23 Mei 2004 sebagai klub pertamanya dalam melatih.
Dalam catatan laman transfermarkt.com, laga debut Gerald Vanenburg bersama 1860 Munich sendiri berakhir dengan kekalahan. Melawan tim raksasan Bayenr Munich (25/4/2004), tim yang dibesutnya kala itu kalah dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal yang diciptakan oleh penyerang kenamaan Roque Santa Cruz.
2. Helmond Sport (Liga Belanda)
Setelah menjadi pelatih kepala di 1860 Munich dan mendampingi timnya dalam lima pertandingan, pelatih Gerald Vanenburg akhirnya berpindah ke Liga Belanda, dan menukangi klub Helmond Sport.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com, pelatih Gerald memimpin klub yang kini berlaga di Keuken Kampioen Divisie alias Divisi Kedua Liga Belanda tersebut mulai 1 Juli 2006 hingga 17 Februari 2007 dan memainkan sebanyak 13 pertandingan.
Laga debut Gerald Vanenburg bersama Helmond FC sendiri terjadi pada 11 Agustus 2006, ketika anak asuhnya bertemu dengan MVV Maastricht. Berbeda dengan hasil yang didapatkannya saat menjalani debut di Liga Jerman, pada laga debut kali ini Gerald Vanenburg dan anak asuhnya sukses mendapatkan satu poin buah hasil imbang 1-1 dari tim lawan.
3. FC Eindhoven (Liga Belanda)
Setelah mengakhiri kebersamaanya dengan Helmond Sport di awal tahun 2007, pelatih Gerald Vanenburg melanjutkan karier kepelatihannya dengan menyeberang ke klub FC Eindhoven di awal tahun 2008.
Pada catatan laman transfermarkt, pelatih Gerald didaulat untuk menjadi pelatih kepala dari FC Eindhoven sejak 1 Januari 2008 hingga 31 Maret 2008 dan menjalankan 10 pertandingan bersama tim polesannya.
Sepuluh hari sejak penunjukan, tepatnya pada tanggal 11 Januari 2008, pelatih Gerald akhirnya merasakan pertandingan debutnya bersama FC Eindhoven dengan melawat ke kandang tim FC Volendam.
Namun sayangnya, pada pertandingan debut yang dijalaninya tersebut, anak asuh pelatih Gerald justru menjadi korban keganasan tim tuan rumah. Pada pertandingan tersebut, tim polesannya dibabat habis oleh Volendam dengan skor telak, 2-6.
Jika dilihat-lihat dari statistik debut yang didapatkan, sepertinya sejauh ini capaian bersama Timnas Indonesia U-23 masih menjadi yang terbaik di momen debut sang pelatih. Tentunya kita berharap, semoga saja capaian apik ini bukan hanya terjadi di momen debut saja, namun juga berlanjut ke pertandingan-pertandingan sesudahnya nanti.
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
Kontras Nasib Rafael Struick dan Teman Dekatnya, Karier Bak Langit dan Bumi
-
PSSI Minta Hanya 7 Pemain Asing, Regulasi 11 Pemain di Super League Batal?
-
Siapa Miliano Jonathans? Pemain Keturunan Depok Dirumorkan Sepakat Bela Timnas Indonesia
-
Siapa Dean Zandbergen? Pemain Keturunan Diisukan Sepakat Gabung Timnas Indonesia
-
Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Irak Singgung Ranking FIFA
Hobi
-
Dirumorkan ke Fiorentina, Emil Audero Gantikan Kiper Legendaris Spanyol?
-
Ferrari Testarossa Berubah Jadi Supercar 6 Roda, Tenaganya Tembus 1.200 HP!
-
Bukan Situs Ilegal! Ini Deretan Platform Resmi untuk Streaming Piala Dunia 2026
-
Shin Tae-yong Resmi ke Persija, Mampukah Formula Sukses Timnas Terulang?
-
Erick Thohir Ultimatum Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik, Ada Apa?
Terkini
-
Portal Mitra BGN: Cuma Kosmetik Digital yang Tekuk di Tangan Pejabat?
-
4 Tinted Sunscreen Berikan Matte Finish pada Kulit Berminyak Cegah Breakout
-
Dianggap Sepele, Food Waste Ternyata Jadi Penyumbang Sampah Terbesar
-
Ulasan Buku How To Start, Saatnya Memulai Mimpi dan Keluar Zona Nyaman
-
Larangan Tumbler: Saat Kebiasaan Ramah Lingkungan Berhenti di Pintu Bioskop