Misi kebangkitan yang diusung oleh Timnas Malaysia U-23 di matchday kedua gelaran Piala AFF U-23 edisi 2025 berakhir dengan manis. Menghadapi Brunei Darussalam yang notabene merupakan tim paling lemah di kumpulan grup A, Pasukan dari Negeri Jiran tersebut sukses membantai sang lawan dengan skor sangat telak, tujuh gol berbalas satu.
Sepertimana dicatat oleh laman aseanutdfc, tujuh gol yang membawa Malaysia meraup poin penuh pertamanya trsebut diciptakan oleh Danis Syamer, Haykal Danish, dwigol dari Haqimi Azim Rosli, Danish Hakimi, Fergus Tierney, dan satu gol bunuh diri dari Nazri Aiman.
Sementara satu-satunya gol bagi Brunei Darussalam, diciptakan oleh Haziq Naqiuddin ketika pertandingan berjalan 74 menit.
Bukan hanya meraih tiga poin, kemenangan telak 7-1 Malaysia atas Brunei Darussalam tersebut sedikit banyak juga menjadi pengobat luka atas kekalahan yang mereka derita sebelumnya. Sekadar mengingatkan, di laga pertama yang mereka jalani melawan Filipina, Pasukan Harimau Muda yang sejatinya lebih diunggulkan dalam pertemuan tersebut, di luar dugaan justru harus kandas dari The Young Azkals dengan skor cukup meyakinkan, dua gol tanpa balas.
Maka tak mengherankan jika di laga kedua melawan Brunei Darussalam, misi kebangkitan mereka usung. Karena selain untuk menaikkan mental, sekaligus juga menjaga asa mereka untuk bisa terus menghidupkan persaingan ke fase gugur turnamen.
Namun sayangnya, sebuah fakta nan ironis justru mengiringi kemenangan tujuh gol yang dicatatkan oleh Malaysia U-23 atas Brunei Darussalam tersebut. Pasalnya, meskipun mereka menang besar atas Brunei, namun posisi mereka di papan klasemen sementara grup A tak mengalami perubahan yang signifikan.
Menyadur rilisan klasemen resmi laman aseanutdfc, meskipun Malaysia unggul dalam hal selisih gol atas Filipina, namun mereka tak beranjak dari posisi ketiga di klasemen sementara grup A, berada di bawah Indonesia dan Filipina.
Sejatinya, dalam konstelasi ini, Malaysia dan Filipina memiliki jumlah poin yang sama, yang mana kedua negara tersebut sama-sama mengemas tiga poin dari dua laga yang telah dijalani. Bahkan, dalam perhitungan selisih gol, Malaysia yang telah mencetak tujuh gol dan kebobolan dua gol, memiliki selisih empat gol dan lebih unggul dari Filipina yang telah mencetak dua gol dan kebobolan satu gol, serta hanya memiliki selisih satu gol saja hingga pertandingan kedua grup A ini berakhir.
Namun, karena aturan dari AFF yang menyatakan bahwa head-to-head akan dihitung terlebih dahulu baru kemudian selisih gol, maka mau tak mau Malaysia harus menerima kenyataan pahit dengan berada di posisi ketiga di bawah Filipina yang berada di posisi runner-up klasemen.
Aturan ini sendiri baru dirilis oleh AFF pasca berakhirnya matchday kedua grup A kemarin. Jika kita merunut pada penjelasan yang tertera di unggahan akun instagram @seasiagoal, sejatinya Malaysia sempat dituliskan berada di posisi kedua kalsemen grup, sebelum kemudian AFF meralat dan merilis tabel klasemen dengan konstelasi Indonesia, Filipina, Malaysia dan Brunei Darussalam hingga saat ini.
Tentunya, turunnya peringkat di klasemen grup A yang dialami oleh Malaysia ini sangat merugikan mereka. Pasalnya, dengan berada di peringkat ketiga, kans mereka untuk melaju ke babak semifinal menjadi semakin berat.
Mengingat skema kompetisi yang menyatakan bahwa nantinya hanya akan ada satu tim dari peringkat kedua yang akan melaju ke babak empat besar, tentunya jika terus-terusan berada di peringkat ketiga, kans untuk terus bersaing memperebutkan gelar juara sudah pasti pupus untuk kubu Malaysia bukan?
Dan lagi, itu berarti pesta gol ke gawang Brunei Darussalam yang mereka lakukan, hanya akan berakhir dengan sebuah kesia-siaan belaka.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Garuda Muda Tak Terkalahkan, Hokky Caraka Yakin Bisa Tembus Semifinal Piala AFF U-23 2025
-
Timnas Indonesia Terancam Gagal Lolos ke Semifinal Piala AFF U-23 2025
-
Live Malam Hari! Jam Berapa Timnas Indonesia vs Malaysia Main di Piala AFF U-23 2025
-
Mahasiswa Tim Pengabdi UI Lintas Fakultas Latih Siswa SLB Negeri 02 Jakarta Hadapi Dunia Kerja
-
Jeffrie Ancam 'Pemakaman' PSI Jika Tak Ada Campur Tangan Jokowi
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual