Permasalahan yang dialami Pecco Bagnaia dengan motor Desmosedici GP25 ternyata bukan hanya menjadi beban pribadi sang pembalap, tetapi juga menjadi perhatian besar bagi seluruh tim Ducati, termasuk pembalap penguji mereka, Michele Pirro.
Dalam beberapa kesempatan, Pirro mengungkapkan bahwa situasi yang dihadapi saat ini tidaklah mudah, terlebih ketika harus menganalisis performa dua pembalap yang menunjukkan hasil sangat berbeda meski menggunakan paket motor yang sama.
Di satu sisi, Marc Marquez tampil luar biasa sejak bergabung bersama Ducati. Dengan gaya balap agresif dan rasa percaya diri yang penuh Marquez berhasil menaklukkan Desmosedici GP25 tanpa banyak kendala berarti.
Hasil-hasil impresif yang ia raih membuatnya terlihat seperti telah menyatu dengan karakter motor Ducati dalam waktu singkat. Sementara itu, Bagnaia justru terlihat seolah belum pernah menjalani satu akhir pekan balap pun tanpa hambatan. Entah itu soal feeling motor atau masalah tangki motor yang berbeda di sesi sprint dan main race, selalu ada saja yang mengganggu performanya.
Pirro sendiri mengakui bahwa ini merupakan tantangan yang cukup kompleks. Ketika terdapat dua pembalap dengan performa bertolak belakang, tim jadi kesulitan menentukan titik dari permasalahan yang terjadi.
"Jelas, ketika Anda memiliki Marquez sebagai rekan setim yang tidak menunjukkan masalah tertentu, sulit untuk mengetahui apa yang harus disalahkan," ujar Pirro, dilansir dari laman GPOne.
Apakah masalahnya ada pada motor itu sendiri, atau lebih ke arah kecocokan gaya balap sang pembalap dengan karakteristik Desmosedici GP25?
Inilah yang tengah coba dipecahkan oleh tim teknis Ducati bersama Pirro, yang kerap turun ke lintasan untuk mengetes berbagai pembaruan dan pengaturan motor yang diharapkan bisa membantu Bagnaia menemukan kembali kepercayaan dirinya.
Namun begitu, Pirro juga menyatakan dengan jujur bahwa apa yang mereka temukan selama ini belum cukup membenarkan semua keluhan Bagnaia atas motornya.
Artinya, belum ada bukti kuat yang bisa menunjukkan bahwa kesalahan murni berasal dari motor. Di sisi lain, mereka pun tidak serta-merta meletakkan beban ini sepenuhnya pada sang pembalap. Bagi Ducati, ini bukan tentang mencari siapa yang salah, melainkan bagaimana caranya bersama-sama menemukan solusi.
"Kami telah mencoba dan sedang berusaha mencari tahu, tapi tidak ada satu elemen pun yang membenarkan Pecco tidak dapat tampil seperti sebelumnya," tambahnya.
Terlepas dari segalanya, tekad dan komitmen tim Ducati tidak surut. Mereka akan terus bekerja keras, melakukan penyesuaian demi penyesuaian, dan mencoba berbagai pendekatan teknis agar Bagnaia bisa kembali kompetitif.
Di tengah tekanan persaingan musim ini, satu hal yang pasti, Ducati tidak akan membiarkan Bagnaia berjuang sendirian. Terlebih upaya ini juga sekaligus mempersiapkan Pecco tahun depan karena tahun depan motor yang digunakan tetap sama.
"Kami akan membantunya agar bisa menempatkannya dalam kondisi yang tepat agar bisa menyelesaikan musim dengan baik, terutama untuk mempersiapkan diri menghadapi tahun depan, karena tahun depan paketnya akan tetap sama," tambahnya.
Lebih lanjut, Pirro mengatakan bahwa Ducati merasa senang dengan performa Marc Marquez yang berhasil membuktikan kemampuannya. Di sisi lain, dia juga merasa kasihan dengan Pecco yang terus menerus bermasalah dengan motor.
Pirro berterus terang bahwa dia dan Ducati telah melakukan segala cara dan upaya, tapi memang terkadang itu tidak cukup.
Mereka tidak punya tongkat ajaib untuk memperbaiki semuanya dalam sekejap, juga tidak punya banyak waktu untuk melakukan percobaan, sehingga apa yang sedang coba dikembangkan harus dilakukan saat balapan. Meskipun sulit, Pirro yakin bisa melakukannya karena ini bukan kali pertama Ducati menghadapi masalah sedemikian rupa.
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
-
Nyesek, Jorge Martin Sadar Dibenci oleh Fans karena Konflik dengan Aprilia
-
Pikul Beban Sendiri di Aprilia, Marco Bezzecchi Rasakan Tekanan Mental
-
Tata Cara Lengkap Jadi Marshal MotoGP Mandalika 2025, Plus Bocoran Gajinya!
-
Bukan Gaya-Gayaan, Ini Alasan Siku Pembalap MotoGP Sampai Nempel di Aspal
-
Pecco Bagnaia Jadi Bukti Kutukan Rekan Setim Marc Marquez Benar Adanya
Hobi
-
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
Terkini
-
Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!
-
Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi