Awal musim BRI Super League 2025/2026 menjadi momen tak terlupakan bagi PSIM Yogyakarta. Menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Laskar Mataram sukses memetik kemenangan tipis 1-0 yang penuh drama.
Gol tunggal kemenangan lahir di detik-detik akhir pertandingan, tepatnya pada menit 90+2 berkat sundulan Ezequiel Vidal. Momen itu tak hanya mengunci tiga poin penting, tetapi juga menjadi gol pertama PSIM di era Super League.
Sejak peluit awal, kedua tim bermain dengan intensitas tinggi. Persebaya yang bermain di hadapan ribuan pendukungnya mencoba mengambil inisiatif serangan, namun PSIM tampil solid dalam bertahan.
Pertahanan rapat yang digalang Yusaku Yamadera dan Franco Ramos di jantung pertahanan membuat The Green Force kesulitan menciptakan peluang bersih. Bahkan, hingga pertengahan babak kedua, skor masih tetap imbang tanpa gol.
Menit-menit akhir pertandingan menjadi panggung Ezequiel Vidal. Memanfaatkan umpan matang Dede Sapari, pemain asal Argentina itu menanduk bola masuk ke gawang Persebaya, membuat para pemain dan suporter PSIM bergemuruh.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai standar baru yang ingin dijaga timnya sepanjang musim.
"Kami sangat senang bisa meraih kemenangan di laga perdana. Saya ingin melihat tim kami bermain dengan standar ini setiap minggunya," tuturnya, melansir ileague.id pada Sabtu (9/8/2025).
Juru taktik asal Belanda itu juga menyoroti atmosfer luar biasa di stadion. Menurutnya, dukungan dan energi suporter Indonesia memberikan semangat berbeda dibandingkan pengalamannya di Eropa.
Van Gastel mengakui bahwa transisi dari pra musim ke laga resmi terasa signifikan. Intensitas dan tekanan pertandingan Super League jauh melampaui kompetisi sebelumnya di Liga 2.
"Pra musim fokus pada peningkatan fisik dan pengembangan permainan, tapi sekarang kami berada di level Super League. Standar dan intensitas pertandingan jauh lebih tinggi dibanding Liga 2 tahun lalu," jelasnya.
Selain memuji lini serang yang sabar menunggu momen, Van Gastel juga memberikan apresiasi khusus pada pertahanan PSIM yang tetap solid meski melakukan pergantian pemain di babak kedua.
Yusaku Yamadera Ungkap Kunci Kemenangan Laskar Mataram
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada Yusaku Yamadera. Bek asal Jepang berusia 28 tahun ini dinobatkan sebagai Player of The Match berkat penampilan tangguhnya.
Yamadera bermain penuh selama 90 menit dan mencatat 30 operan sukses, sebuah catatan impresif bagi pemain belakang. Dirinya juga disiplin menjaga setiap pergerakan lini depan Persebaya.
Usai pertandingan, Yamadera mengaku laga ini sangat menantang, apalagi menjadi pertandingan perdana musim ini. Persiapan pra musim yang terbatas membuat kerja sama tim menjadi kunci utama kemenangan.
"Pertandingan yang sulit, terutama karena ini laga perdana musim ini dan persiapan pra musim kami terbatas. Namun, kerja keras dan kerja sama tim menjadi kunci utama kemenangan kami kali ini," ungkapnya.
Bersama Franco Ramos, Yamadera membentuk duet tangguh di lini belakang, didukung kapten Reva Adi Utama di sisi kiri dan Raka Cahyana di kanan. Struktur pertahanan ini membuat PSIM mampu mengimbangi permainan Persebaya yang unggul tipis dalam penguasaan bola, 52 persen berbanding 48 persen.
Dari segi peluang, PSIM bahkan lebih efektif dengan lima tembakan tepat sasaran, sedangkan Persebaya hanya mencatat dua. Efisiensi ini menjadi faktor penting di balik kemenangan tipis tersebut.
Gol Vidal juga menggarisbawahi pentingnya peran pemain berpengalaman dalam laga-laga ketat. Dengan naluri mencetak golnya yang tinggi, Vidal diprediksi akan menjadi andalan PSIM musim ini.
Kemenangan ini memberi PSIM awal yang sempurna di Super League. Selain menambah kepercayaan diri, hasil positif di kandang lawan juga menjadi modal berharga untuk laga-laga selanjutnya.
Kini fokus Laskar Mataram beralih ke laga kandang melawan Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (16/8). Targetnya jelas, yaitu untuk mempertahankan momentum dan terus bersaing di papan atas klasemen.
Kemenangan dramatis PSIM Yogyakarta atas Persebaya Surabaya di laga pembuka BRI Super League 2025/26 menjadi bukti kekuatan tim yang terbangun dari kerja keras, disiplin, dan strategi matang. Performa gemilang Ezequiel Vidal dan Yusaku Yamadera menegaskan bahwa Laskar Mataram siap menjadi penantang serius di musim ini.
Tag
Baca Juga
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Buat John Herdman Terkesan, Kode Keras Bakal Jadi Starter?
-
Misi Erick Thohir Perkuat Citra Sepak Bola Nasional Lewat FIFA Series 2026
-
FIFA Series 2026: Supporter Timnas Indonesia Diminta Beri Dukungan Maksimal
-
Kim Hyang Gi Jalani Kehidupan Ganda di Drama Mendatang, Kapan Rilis?
Artikel Terkait
Hobi
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
Elkan Baggott Buat John Herdman Terkesan, Kode Keras Bakal Jadi Starter?
-
Jadwal MotoGP Amerika 2026: Akankah Marc Marquez Menang Lagi di COTA?
Terkini
-
Paradoks Wisata Libur Lebaran: Berangkat Cari Ketenangan, Pulang Bawa Pegal Linu Sekujur Badan
-
Marco Polo: Influencer Perjalanan Pertama yang Memviralkan Eksotisme Timur
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan
-
Friska, Lift Aneh, dan Lelaki Berbaju Hitam Pencari Gula Pasir
-
Kim Nam Gil Debut Jadi Penyanyi, Rilis Single Rock Perdana Running To You