Untuk mencapai kejayaan klub dalam sebuah kompetisi sepak bola yang dijalani, kerja sama antar kalangan menjadi kunci sukses yang tentunya tak bisa dikesampingkan. Selain manajemen tim yang sehat dan mendukung, tentunya ada faktor lain yang sangat menentukan seperti keberadaan pelatih berkualitas dan pemain yang bertalenta.
Karena sepak bola merupakan permainan tim yang mana kegemilangannya tak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang, maka keberadaan leader dalam sebuah klub menjadi sebuah keniscayaan tersendiri.
Dan sudah bukan sebuah rahasia lagi, leader dalam sebuah tim yang mana diserahi jabatan sebagai kapten kesebelasan, haruslah diemban oleh pemain yang memiliki kualitas di atas rata-rata pemain lainnya, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.
Pun demikian halnya dengan yang terjadi di tataran klub-klub peserta Indonesia Super League ini. Menjalani pertarungan yang panas dan sarat dengan emosi, tentunya mereka sudah menyiapkan para pemain terbaiknya untuk mengemban jabatan tersebut.
Didominasi oleh Talenta dari Dalam Negeri
Uniknya, berbanding terbalik dengan deretan pelatih yang menangani para kontestan Indonesia Super League yang didominasi oleh para pelatih dari luar negeri, untuk urusan kapten tim di gelaran Liga Indonesia musim ini, klub-klub peserta masih memercayakannya kepada para pemain lokal.
Jika di tingkatan pelatih nama-nama asing menguasai 17 kursi kepelatihan dari 18 klub yang berkompetisi, maka untuk pemegang jabatan kapten tim, para pemain dari dalam negeri mendominasi dengan mendapatkan kepercayaan dari 15 kesebelasan yang ada.
Sepertimana diunggah oleh akun instagram @skorindonesia baru-baru ini, dari 18 tim yang berlaga di kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut, hanya empat klub yakni Persebaya Surabaya, Madura United, Persis Solo dan Persijap Jepara yang mempercayakan tampuk kepemimpinan tim kepada legiun asing mereka.
Selebihnya, 14 pemain asli tanah air, menjadi skipper di klub masing-masing. Dan tentu saja nama-nama pemain dari dalam negeri yang menjabat sebagai leader di klubnya tersebut tak bisa dianggap remeh. Sebagian dari mereka merupakan pemain yang pernah membela Timnas Indonesia, dan bahkan beberapa di antaranya masih aktif bermain untuk skuat Merah Putih.
Seperti misal, di kubu Macan Kemayoran Persija Jakarta, ada nama palang pintu tangguh milik Indonesia, Rizky Ridho. Pun demikian halnya di Persib Bandung, ada nama pemain berdarah Indonesia-Belanda yang pernah menjadi andalan lini tengah Pasukan Merah Putih, Marc Klok.
Nama-nama lain yang menjadi leader di tim masing-masing pun kebanyakan cukup familiar di telinga para penggemar setia Timnas Indonesia. Karena dalam deretan tersebut ada nama Ricky Fajrin di Bali United yang menjadi andalan pelatih Luis Milla, kemudian Manahati Lestusen di Malut United yang pernah menjadi pemain kesayangan Alfred Riedl, atau Dendy Sulistyawan di Bhayangkara dan Ezra Walian di Persik Kediri yang sempat menghiasi skuat Timnas Indonesia asuhan Luis Milla dan Shin Tae-yong.
Tentunya dipilihnya para pemain Indonesia ini sebagai kapten kesebelasan di klub masing-masing menimbulkan sebuah rasa percaya diri bagi kita semua. Pasalnya, dengan menjadi pemimpin di klub masing-masing, deretan pemain dari tanah air tersebut tentunya mendapatkan pengakuan dari pelatih klubnya, karena kita semua tahu bahwa untuk menjadi seorang kapten tim, seorang pemain haruslah memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh pemain lain yang menjadi rekan setimnya.
Daftar Lengkap 18 Kapten Klub Peserta Indonesia Super League 2025/2026
- Arema FC (Johan Ahmad Alfarizi / Indonesia)
- Bali United (Ricky Fajrin / Indonesia)
- Bhayangkara Presisi (Dendy Sulistyawan / Indonesia)
- Borneo FC (Diego Michiels / Indonesia)
- Dewa United (Rangga Muslim / Indonesia)
- Madura United (Lulinha / Brazil)
- Malut United (Manahati Lestusen / Indonesia)
- Persebaya Suranaya (Bruno Moreira / Indonesia)
- Persib Bandung (Marc Klok / Indonesia)
- Persija Jakarta (Rizky Ridho / Indonesia)
- Persijap Jepara (Rosalvo Candida / Brazil)
- Persik Kediri (Ezra Walian / Indonesia)
- Persis Solo (Sho Yamamoto / Jepang)
- Persita Tangerang (Muhammad Toha / Indonesia)
- PSBS Biak (Patrias Rumere / Indonesia)
- PSIM Jogjakarta (Rendra Teddy / Indonesia)
- PSM Makassar (Muhammad Arfan / Indonesia)
- Semen Padang (Rosad Setiawan / Indonesia)
Baca Juga
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
Artikel Terkait
-
BRI Super League: Alfredo Vera Evaluasi Penyelesaian Akhir Madura United
-
Mertua Pratama Arhan: Kalah Bukan Malu, Semen Padang Sukses Bikin Persib Ketar-ketir
-
Siapakah Fali Cande? Pemain yang Disebut dalam Klausul Kepindahan Jay Idzes ke Sassuolo?
-
Persib Bandung Bukukan Tiga Poin Perdana, Bojan Hodak Soroti Lini Depan
-
Comeback Ganas! Febri Hariyadi Balas Dendam dengan Gol, Bojan Hodak Terkesima
Hobi
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?
-
Tegas! Marc Marquez Bilang Jorge Martin Bukan Calon Juara Dunia MotoGP 2026
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan