Setelah melalui proses panjang yang penuh ketidakpastian, Jack Miller akhirnya mendapat kepastian terkait masa depannya di MotoGP. Pembalap asal Australia itu resmi bergabung dengan Pramac Yamaha MotoGP untuk musim depan, dan akan berduet dengan Toprak Razgatlioglu, dilansir dari laman Motorsport.
Kabar ini menutup penantian panjang yang sempat membuat Miller berada dalam posisi serba menggantung, menunggu kepastian dari Yamaha selaku tim induk serta pihak Pramac sendiri.
Keputusan dibuat menjelang Grand Prix Hungaria, hanya beberapa jam setelah Miller mendesak manajemen untuk segera mengambil sikap. Miller mengeluarkan ultimatum bahwa dirinya tidak akan menunggu selamanya dan akan segera mengambil keputusan sendiri jika timnya tak segera memberi kejelasan.
Memang rencana penetapan line-up pembalap seharusnya sudah beres ketika jeda paruh musim. Namun Yamaha dan Pramac kala itu meminta tambahan waktu untuk mempertimbangkan lebih jauh tentang dua kandidat mereka, Jack Miller dan Miguel Oliveira.
Desakan Miller lah yang akhirnya mempercepat putusan ini, sekaligus membuka jalan baginya untuk kembali ke salah satu tim satelit terkuat di MotoGP.
Di sisi lain, konsekuensi dari kesepakatan ini adalah tersisihnya Miguel Oliveira. Pembalap asal Portugal tersebut menjadi pihak yang harus rela kehilangan kursi di Pramac.
Dari segi performa, Miller memang dinilai lebih meyakinkan. Saat ini ia bertengger di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 52 poin, sementara Oliveira tercecer di posisi ke-23 dengan hanya mengumpulkan 10 poin.
Catatan tersebut tidak lepas dari cedera yang dialami Oliveira sepanjang musim, membuatnya kesulitan untuk menunjukkan kemampuan sebenarnya dan gagal memenuhi target minimum yang disyaratkan dalam kontraknya.
Dalam kontrak Oliveira memang terdapat klausul performa yang menyebutkan bahwa ia menandatangani perjanjian berdurasi 1+1 tahun, tapi kesepakatan itu bisa diputus jika dia tidak mampu mencapai hasil yang ditetapkan.
Sayangnya, cedera menyebabkan dia absen pada beberapa seri, serta membuat penampilannya jadi tidak maksimal, Yamaha pun tidak punya pilihan selain mengaktifkan klausul tersebut. Bagi Oliveira, keputusan ini pasti terasa pahit, tetapi bagi Yamaha dan Pramac, ini adalah taruhan besar demi masa depan proyek mereka.
Lain daripada itu, Jack Miller membawa modal yang tidak sedikit. Ia adalah pembalap berpengalaman yang pernah membela beberapa pabrikan besar. Dari 2018 hingga 2022 ia bersama Ducati, lalu dua musim berikutnya memperkuat KTM.
Keduanya menggunakan mesin V4, sehingga Miller sudah terbiasa dengan karakteristik motor itu. Pengalaman inilah yang dinilai sangat berharga untuk Yamaha. Pasalnya, pabrikan asal Iwata tersebut kini mendekati masa transisi.
Diketahui, untuk saat ini mereka menjadi satu-satunya tim yang masih mengandalkan mesin inline-4, tapi dalam rencana jangka panjang mereka sudah menyiapkan proyek mesin V4 yang ditargetkan meluncur pada 2026. Kehadiran Miller dianggap selaras dengan arah pengembangan tersebut, karena pengalaman yang dia miliki tadi.
Kepastian ini juga sekaligus meredam rumor yang sempat beredar bahwa Yamaha akan merekrut pembalap muda dari Moto2, Manu Gonzalez. Dengan performa dan kontribusinya pada tim, Miller sudah membuktikan pada pihak tim, bahwa pengalaman serta pengetahuan teknisnya lebih dibutuhkan dibanding mengambil pembalap baru.
Dengan pengumuman resmi ini, Miller kini bisa bernapas lega dan mulai fokus menatap musim depan. Meskipun sudah jelas, tapi tantangan yang menunggunya tidak akan mudah, apalagi berduet dengan Toprak yang baru datang ke MotoGP. Namun, kesempatan ini juga menjadi peluang baru baginya untuk membuktikan diri bahwa ia masih layak bersaing di MotoGP.
Baca Juga
-
Ogah Pusing, Max Verstappen Anggap Gelar Juara Dunia Tidak Terlalu Penting
-
Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2025: 3 Pembalap Siap Rebut Gelar Juara Dunia
-
Jadwal MotoGP San Marino 2025: Waktunya Pembalap Italia Unjuk Gigi
-
MotoGP Catalunya 2025: Perayaan Juara Dunia Tak Akan Terjadi di Misano
-
Sprint Race MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Giveaway Medali Kemenangan
Artikel Terkait
-
Yamaha Gear Ultima Disulap Jadi Skutik Kargo Kalcer, Tampilan Khas Jepang
-
Alami Peningkatan, Pecco Bagnaia Senang Walau Finis di Urutan Kesembilan
-
Bukan Misano, Marc Marquez Ingin Kunci Gelar di MotoGP Indonesia, Bisakah?
-
Davide Tardozzi Bela Pecco Bagnaia: Harusnya Dia Bisa Finis Lebih Baik
-
Dulu Gagah Sekarang Murah: 8 Motor Idola yang Harganya Terjun Bebas
Hobi
-
Cesar Meylan Punya Gelar Doktor: Bakal Bikin Performa Fisik Pemain Timnas Meningkat?
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Si Anak Hilang Berpeluang Comeback?
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Timnas, Nama Nova Arinto Justru Tak Masuk
-
Dilatih John Herdman, Filosofi Permainan Timnas Indonesia Bakal Berubah?
-
Menanti Debut John Herdman, Timnas Indonesia Bakal Kembali ke Masa Emas?
Terkini
-
Film Beauty and the Beat: Harmoni di Balik Rivalitas Diva yang Menghibur!
-
Effortless, 4 Ide OOTD Semi Formal ala Moon Ga Young yang Chic Abis!
-
Tinta Hitam di Layar Putih
-
Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Ujian Serius Perlindungan Privasi Warga
-
Ulasan Novel Pengantin Remaja: Membuka Tabir Realita Pernikahan Dini