Bek asing Madura United FC, Pedro Monteiro menyuarakan semangat baru bagi timnya menjelang laga pekan ke-4 BRI Super League 2025/2026. Madura United dijadwalkan menghadapi Bali United FC pada Sabtu (30/8/2025) di kandang lawan, dan Pedro berharap timnya bisa merebut poin di laga ini.
Pemain asal Portugal tersebut mengakui bahwa hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang bukanlah hal yang memuaskan. Namun, ia menegaskan pentingnya fokus ke pertandingan berikutnya.
"Kami harus segera menatap pertandingan selanjutnya, melawan Bali United FC. Ini juga laga berat yang penting untuk kami pikirkan dan siapkan dengan baik," ucap Pedro Monteiro, seperti dikutip dari ileague.id, Selasa (26/8/2025).
Pedro juga menyebut bahwa kehilangan dua poin di kandang harus ditebus dengan hasil positif saat bertandang ke Bali. Ia menilai pertandingan ini sebagai momentum penting untuk bangkit.
"Harapan kami, kehilangan poin di kandang, hilang dua poin, kami harus bisa dapatkan nanti di pertandingan selanjutnya," tambah bek berusia 31 tahun tersebut.
Sejauh ini, Madura United sudah mengemas empat poin dari tiga pertandingan. Tim yang dijuluki Laskar Sape Kerrab tersebut menempati posisi ke-10 klasemen sementara.
Performa tersebut sedikit lebih baik dibandingkan Bali United yang berada di posisi ke-14. Tim asal Pulau Dewata itu belum mengantongi kemenangan sama sekali, dengan catatan dua kali imbang dan sekali kalah.
Pertandingan terakhir Madura United terjadi pada Minggu (24/8/2025) saat mereka bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Pedro sendiri mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-24. Namun, Persita menyamakan skor lewat penalti Aleksa Andrejic di menit ke-62.
Madura United memulai persiapan menghadapi Bali United sejak Selasa (26/8/2025) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), sebelum bertolak ke Bali. Persiapan yang cukup intens ini menjadi penanda keseriusan tim untuk mencuri poin di laga tandang tersebut.
Bali United di Bawah Tekanan, Madura United Punya Peluang Menang Lebih Besar?
Meski bermain sebagai tamu, Madura United memiliki peluang realistis untuk meraih poin atau bahkan kemenangan atas Bali United. Beberapa faktor menjadi penopang optimisme tersebut.
Pertama, Madura United punya catatan positif saat bermain di markas Bali United. Pada musim lalu, mereka berhasil mencuri kemenangan 2-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Kala itu, permainan solid dan keberuntungan lewat intervensi VAR membuat mereka pulang membawa tiga poin.
Kedua, kondisi Bali United saat ini bisa dikatakan tidak ideal. Mereka tengah berada di bawah tekanan setelah melalui tiga laga awal musim tanpa kemenangan. Selain itu, tim juga kehilangan beberapa pemain akibat pemanggilan ke Timnas U-23.
Hal ini tentu bisa berdampak pada kekuatan tim, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan koordinasi antarlini. Kekosongan ini membuka peluang lebih besar bagi tim tamu seperti Madura United untuk memaksimalkan kesempatan.
Ketiga, Madura United datang ke Bali dengan semangat "penebusan poin" setelah kehilangan dua poin di kandang sendiri saat menjamu Persita. Motivasi ini jadi kekuatan tambahan bagi Pedro Monteiro dan kawan-kawan.
Dri sisi persiapan, tim Madura United disebut sudah berlatih secara maksimal dan melakukan evaluasi dari laga sebelumnya. Fokus utama adalah menjaga konsentrasi dan mengantisipasi serangan-serangan cepat dari Bali United.
Meski Bali United tetap diunggulkan sebagai tuan rumah dan dikenal tangguh saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Madura United bukan tanpa peluang. Jika mampu mengontrol permainan dan disiplin di semua lini, hasil positif sangat mungkin diraih.
Pertandingan antara Madura United dan Bali United selama ini memang dikenal ketat dan sulit diprediksi. Namun, dengan tren dan kondisi terkini, laga ini bisa menjadi titik balik penting bagi Madura United di musim 2025/2026.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Tantang Prancis, Spanyol Mulai Tebar Ancaman
-
Lamine Yamal dan Pembuktian Kualitas di Laga Spanyol vs Belgia
-
John Herdman Ingin Timnas Indonesia Hadapi Malaysia di AFF 2026, Kenapa?
-
Kantongi Rekor Apik, Pelatih Spanyol Optimis Bisa Redam Agresivitas Prancis
-
Piala Dunia 2026: Jangan Biarkan Rivalitas Sepak Bola Merusak Pertemanan
Artikel Terkait
-
Sering Kecolongan, Ong Kim Swee Minta Pemain Persik Kediri Jaga Konsentrasi
-
Awal Musim yang Sulit, Bali United Gagal Tunjukkan Tajinya
-
Usai Imbang Lawan Persita, Madura United Bidik Poin Lawan Bali United
-
Jadwal Lengkap Pekan 4 Super League: 9 Laga Panas yang Wajib Ditonton, Ada Dewa United vs Persija
-
BRI Super League: Persib Bandung Gagal Menang, Bojan Hodak Kritik Performa Timnya
Hobi
-
Lolos dari Swiss, Argentina Wajib Sempurna saat Lawan Inggris di Semifinal
-
Piala Dunia 2026: Tantang Prancis, Spanyol Mulai Tebar Ancaman
-
Dwigol Bellingham dan Mental Juara Inggris yang Kian Matang ke Semifinal
-
Piala Dunia 2026: Hadapi Inggris, Norwegia Diliputi Pola Bertuah Tim Samurai Biru
-
Argentina vs Swiss: Adu Kecerdasan Taktik Demi Semifinal Piala Dunia 2026
Terkini
-
Mudah Dipakai Pemula! 5 Liquid Eyeliner untuk Hasil Garis Tajam dan Presisi
-
BabyMonster Rilis MV 'I Like It': Cara Jenius Taklukkan Musim Panas dengan Keberanian!
-
Dari Istana ke Paspor: Mengapa Politik Menentukan Kesempatan Kerja?
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Layak Tonton atau Lewatkan? Kupas Tuntas Film Moana Live Action 2026