Wonderkid Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan dipastikan urung untuk menambah caps nya bersama skuat Garuda.
Hal ini tak lepas dari menghilangnya nama sang pemain dalam daftar panggil ke Timnas Indonesia, yang diumumkan oleh Patrick Kluivert pada Rabu (24/9/2025) kemarin.
Seperti yang tertera dalam unggahan akun instagram @timnasindonesia, dari sejumlah 28 nama pemain yang disiapkan oleh pelatih berkebangsaan Belanda itu untuk bertarung di bulan Oktober nanti, tak ada nama pemain klub Oxford United yang kini dipinjamkan ke AS Trencin tersebut.
Menghilangnya nama Marceng dari daftar panggil ini memunculkan sebuah ironisme tersendiri, setidaknya bagi sang pemain. Pasalnya, dengan tak masuknya nama Marceng dalam skuat, maka sang pemain akan melewatkan momen saat Timnas Indonesia berhadapan dengan dua lawan favoritnya, yakni Arab Saudi dan Timnas Irak.
Berdasarkan jadwal yang telah dirilis oleh AFC, pada bulan Oktober mendatang, Timnas Indonesia akan bertarung melawan Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde keempat.
Bagi seorang Marselino Ferdinan, dua lawan ini merupakan tim favorit, di mana dirinya pernah mengoyak jala gawang dua tim lawannya tersebut.
Para penggemar Timnas Indonesia tentunya masih sangat ingat dengan momen membanggakan di bulan November 2024 lalu ketika Timnas Indonesia menjamu tim kuat Arab Saudi.
Di tengah gemuruh suporter yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Marceng yang tampil trengginas berhasil mendentumkan dua gol ke gawang tim berjuluk The Green Falcons tersebut.
Dua gol yang membawa kebanggaan baginya, dua gol yang membawa kebahagiaan bagi seluruh pendukung Timnas Indonesia dan dua gol yang membawa kemenangan perdana Timnas Indonesia di ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia.
Pun demikian halnya dengan laga melawan Irak. Marceng yang bertarung bersama Timnas Indonesia di fase penyisihan grup turnamen Piala Asia 2023, sukses melesakkan satu jaringan ke gawang tim berjuluk Singa Mesopotamia tersebut.
Meskipun di akhir laga Pasukan Garuda harus menyerah dengan skor 1-3, namun satu gol tersebut tak menafikan sebuah fakta jika seorang pemuda asal Indonesia yang saat itu belum genap berusia 20 tahun, mampu membobol gawang tim sekelas Irak, yang mana penyerang senior penuh pengalaman pun belum tentu mampu melakukannya.
Ironis? Tentu saja demikian. Karena ketika Timnas Indonesia akan berhadapan dengan dua negara yang menjadi favoritnya karena ikatan memori manis di pertemuan sebelumnya, Marceng justru harus rela untuk menepi dan hanya menjadi penonton saja.
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Fans Terancam tanpa Atribut Merah Putih saat Dukung Langsung Timnas Indonesia vs Arab Saudi
-
Dulu Sering Dipakai, 4 Pemain Timnas Indonesia Kesayangan Shin Tae-yong Akhirnya Tersingkir
-
Alasan Pemanggilan Mees Hilgers ke Timnas Indonesia Berpeluang Jadi Masalah
-
Calvin Verdonk Starter Penuh, Kontribusi Bek Kiri Lille OSC Saat Tumbangkan Brann 2-1
-
PSSI Protes Jatah Tiket Suporter Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Tidak Ideal!
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?