Sejarah besar kembali diciptakan oleh fullback kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Dilansir laman UEFA, pemain belakang skuat Garuda tersebut pada akhirnya berhasil mencicipi atmosfer pertarungan level benua saat menjadi bagian LOSC Lille mengalahkan SK Brann dari Norwegia di pentas Europa League (25/9/2025).
Dalam sejarah karier persepakbolaan sang pemain, ini adalah kali pertama Calvin Verdonk mentas di kompetisi antar klub level benua. Sebelumnya, segala upaya yang pernah dilakukan oleh sang pemain, selalu gagal karena klub yang dibelanya selalu mentok sampai di fase babak kualifikasi saja.
Dalam catatan laman transfermarkt.com, Calvin Verdonk sejatinya pernah memiliki tiga kali kesempatan untuk bisa mewujudkan mimpinya bertarung di level benua.
Musim 2024/2025 lalu, Calvin yang berseraman NEC Nijmegen berkesempatan untuk membawa klubnya tampil di UEFA Conference League yang merupakan kompetisi antar klub kasta ketiga milik induk sepak bola benua Eropa.
Namun sayangnya, dalam babak play off internal melawan FC Twente, Calvin dan NEC Nijmegen harus kalah menyakitkan dengan skor 2-3 melalui babak ekstra time, dan membuat satu slot ke kompetisi tingkat benua menjadi milik klub Mees Hilgers.
Sementara untuk level Europa League, Calvin Verdonk sendiri bahkan harus menahan keinginannya hingga setengah dekade pasca dua kegagalan beruntun yang pernah dialaminya dulu.
Dalam catatan laman data transfermarkt.com, ketika masih menjadi bagian dari Feyenoord Rotterdam, Calvin Verdonk memiliki kesempatan untuk bisa mencicipi babak utama Europa League di musim 2018/2019 dan 2019/2020.
Namun sayangnya, dua kali kesempatan yang didapatkan oleh Verdonk bersama Feyenoord, semuanya berakhir dengan kekecewaan yang mendalam. Di kesempatan pertama musim 2018/2019, langkah Calvin Verdonk bersama Feyenoord harus kandas di hadangan tembok ketat AS Trencin, sementara di musim selanjutnya, Verdonk tak mendapatkan kesempatan dari klubnya untuk melakoni babak kualifikasi yang akhirnya terus berlanjut hingga ke babak utama.
Namun pada ujungnya, bergabungnya Calvin Verdonk ke LOSC Lille membawa sebuah berkah tersendiri. Hanya berjarak satu pertandingan saja dari debutnya di pentas domestik, pemain berusia 28 tahun tersebut akhirnya bisa mencicipi atmosfer pertarungan level Eropa untuk kali pertama dalam perjalanan karier sepak bolanya.
Tanpa harus bersusah-payah bertarung melalui babak kualifikasi, Calvin Verdonk akhirnya mendapatkan momen untuk membayar lunas impiannya yang sempat tertunda selama setengah dekade lalu.
Baca Juga
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
Artikel Terkait
-
Ironisme Marceng, Harus Terbuang dari Skuat saat Pasukan Garuda Berhadapan Lawan Favoritnya!
-
Fans Terancam tanpa Atribut Merah Putih saat Dukung Langsung Timnas Indonesia vs Arab Saudi
-
Dulu Sering Dipakai, 4 Pemain Timnas Indonesia Kesayangan Shin Tae-yong Akhirnya Tersingkir
-
Alasan Pemanggilan Mees Hilgers ke Timnas Indonesia Berpeluang Jadi Masalah
-
Calvin Verdonk Starter Penuh, Kontribusi Bek Kiri Lille OSC Saat Tumbangkan Brann 2-1
Hobi
-
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
Terkini
-
Lebih Dekat dengan Sang Pencipta dalam Syahdu-nya Seni Merayu Tuhan
-
Jam Tangan Casio AQ-240 Resmi Meluncur: Desain Vintage, Harga Bersahabat
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?