Hanya dalam hitungan hari, ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan dilakoni oleh Timnas Indonesia.
Patrick Kluivert selaku pelatih Skuat Garuda, bahkan telah merilis nama-nama pemain yang diproyeksikannya untuk bertarung melawan Arab Saudi dan Irak pada tanggal 8 dan 12 Oktober mendatang.
Seperti informasi yang diunggah oleh akun Instagram @timnasindonesia, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut telah menetapkan 28 nama untuk dua pertarungan nan menentukan kali ini.
Bukan hanya berisikan para pemain muda, dalam pemanggilan kali ini, mantan bintang Barcelona tersebut juga menyertakan 6 pemain yang sudah memasuki kepala tiga, yakni Sandy Walsh, Thom Haye, Joey Pelupessy, Marc Klok, Jordi Amat dan Stefano Lilipaly.
Jika dilihat dari segi pengalaman yang dimiliki, tentunya barisan pemain ini sudah tak bisa diragukan lagi. Namun sayangnya, jika kita melihat komposisi pemain lawan baru-baru ini, kita selaku penggemar Timnas Indonesia patut untuk sedikit khawatir jika nantinya Kluivert menumpuk pemain yang sudah berusia di atas 30 tahun ini dalam satu tim.
Hal ini tentunya tak lepas dari aroma persaingan ketat yang sudah pasti bakal terjadi di dua laga Timnas Indonesia nanti, yang mana baik Arab Saudi maupun Irak, sudah pasti akan membombardir setiap lini permainan Indonesia dengan para pemain muda yang orientasi bermainnya masih bergantung pada fisik dan tenaga.
Memang, memasang para pemain uzur di Timnas Indonesia bukanlah sebuah hal yang salah. Namun patut diingat, meskipun pemain uzur seperti Lilipalu, Marc Klok maupun Jordi Amat sangat unggul dalam hal kematangan bermain dan pengalaman, namun hal tersebut akan menjadi bumerang ketika mereka berhadapan dengan barisan pemain muda Arab Saudi maupun Irak.
Dengan kematanan yang mereka miliki, para pemain uzur Timnas Indonesia itu bisa saja menetralisir setiap manuver para pemain lawan, namun, sekali saja mereka kalah dalam beradu fisik bahkan hingga sampai terlewati, maka segala pengalaman yang mereka miliki tentu sudah tak akan berguna lagi.
Jadi, di sini perlu sebuah kebijakan tersendiri dari seorang Patrick Kluivert untuk melakukan mix and match para pemain yang dimilikinya. Jangan sampai para pemain yang sudah uzur ditumpuk dalam satu lini tanpa ada pendamping dari pemain muda yang masih memiliki fisik prima.
Karena bagaimanapun, jika melihat komposisi pemain yang diusung oleh Arab Saudi maupun Irak untuk ronde keempat ini, mereka kemungkinan besar akan mengedepankan permainan yang berbasis pada kekuatan fisik dan tenaga ketimbang permainan kalem berbasis pada pertarungan pengalaman pemainnya.
Dan jika hal itu terjadi, maka sudah pasti, beragam pengalaman menumpuk yang dimiliki oleh para pemain gaek milik Timnas Indonesia tak akan terlalu berguna di dua laga yang turut menentukan terwujudnya impian Piala Dunia tersebut.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
-
Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?
-
Indonesia Urung Tampil, Sepak Bola Asian Games Dipastikan Kehilangan Satu Kekuatan Terbaik
-
Regulasi Asian Games 2026 serta Kekecewaan Besar yang Mengintai Penggawa Garuda dan para Suporter
-
Timnas Indonesia, Asian Games 2026 dan Blunder Pemangku Kebijakan yang Terus Meminta Tumbal
Artikel Terkait
-
5 Pemain Berpotensi Absen Bela Timnas Indonesia karena Cedera
-
Pemain Keturunan Batak Ngebet Bela Timnas Indonesia Usai Dikontrak Melbourne City
-
Ah Greget! Pemain Keturunan Rp 5,21 Miliar Hampir Bikin Gila Liga Eropa Karena...
-
Kata-kata Mathew Baker yang Dapat Kontrak Perdana di Klub Saudara Manchester City
-
Nova Arianto Ikut Bangga dengan Pencapaian Mathew Baker
Hobi
-
Sebut Ajang AFF Cup Penting, Ini Misi John Herdman Bagi Timnas Indonesia
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
Nova Arianto Sanjung Peningkatan Mental Timnas Indonesia U-17 di Laga Uji Coba Kedua
-
11 Tim Formula 1 Rilis Tampilan Baru Mobil 2026, Mana yang Paling Keren?
-
Marc Marquez Isyaratkan Pensiun dari MotoGP Tahun Depan, Akhir Sebuah Masa?