Nasib yang cukup tragis kini tengah dialami oleh pemain Deportivo Alaves, Facundo Garces. Di tengah menanjaknya penampilan sang pemain di pentas La Liga Spanyol, pemain berdarah Argentina dan (diklaim) Malaysia tersebut kini harus menepi untuk sementara dari hiruk-pikuk persepakbolaan profesional.
Penyebabnya tentu semua sudah tahu, yakni jatuhnya sanksi FIFA kepada dirinya dan 6 pemain lain yang menjadi kompatriotnya di skuat Harimau Malaya.
Imbas program naturalisasi asal-asalan atau bahkan abal-abal yang dilakukan oleh FAM selaku induk sepak bola Malaysia, Garces dan 6 pemain lain harus terkena getahnya, yakni tidak diperbolehkan terlibat dalam dunia sepak bola selama 12 bulan penuh.
Meskipun FIFA masih memberikan waktu banding hingga tanggal 6 Oktober ini, namun banyak yang menilai bahwa keputusan dari induk sepak bola dunia tersebut sudah hampir pasti sudah final, mengingat proses instan yang dijalani oleh 7 pemain tersebut dalam melakukan naturalisasi.
Dan jika hal itu terjadi, maka imbasnya akan sangat luar biasa. Facundo Garces yang diklaim oleh pihak Malaysia sebagai satu-satunya pemain dari Asia Tenggara yang bermain di pentas La Liga Spanyol musim ini, kehilangan peluang untuk menjadi bintang dalam tim Alaves yang dibelanya.
Bagaimana tidak, pemain berusia 26 tahun tersebut tengah menjalani musim yang sangat baik bersama Alaves di awal-awal musim ini.
Berdasarkan statistik yang ada di laman transfermarkt.com, semenjak awal musim ini, Facundo Garces sudah mencatatkan 6 penampilan bersama Alaves dengan total durasi bermain mencapai 540 menit.
Sedari awal bergulirnya Liga Spanyol, Facundo Garces bahkan selalu tampil penuh 90 menit di 6 pertandingan tersebut dan tak pernah tergantikan satu kali pun.
Jika dibandingkan dengan catatannya musim lalu, tentu ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan. Karena semenjak bergabung dengan Alaves pada 1 Januari 2025 lalu Garces hanya bermain sebanyak 10 kali dan durasi bertarungnya pun hanya berada di angka 675.
Namun sayangnya, semua catatan manis itu kini harus berakhir dengan cara yang sangat tidak mengenakkan, yakni karena jatuhnya sanksi FIFA.
Tercatat, dalam dua pertarungan terakhir Alaves di La Liga melawan Real Mallorca (27/9/2025) dan Elche (5/10/2025), pemilik 2 caps bersama Timnas Malaysia tersebut sudah tak lagi menjadi bagian dalam tim.
Padahal jika saja Garces tak terkendala dengan permasalahan yang diakibatkan oleh proyek naturalisasi abal-abal dari Malaysia, dirinya bisa saja menjadi salah satu pemain bintang bagi Alaves di pentas Liga Spanyol mengingat awal musim menawan yang tengah dijalaninya.
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
-
Di Bawah Bayang-Bayang Sanksi FIFA, Skuat Terbaru Malaysia Kini Kembali ke 'Setelan Pabrik'
-
Hasil Liga Spanyol: Jungkalkan Villarreal, Real Madrid Kembali Puncaki Klasemen
-
Hadapi Laos, Timnas Malaysia Panggil Striker Naturalisasi Baru dari Ghana
-
Facundo Garces Terbang ke Malaysia untuk Selesaikan Kasus FIFA
-
Vietnam Ajukan 2 Nama untuk Dinaturalisasi, Bakal Bermasalah seperti Malaysia?
Hobi
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
Terkini
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa
-
The Legend of Kitchen Soldier: Suguhkan Kisah Heroik Chef ala Tentara Korea
-
Pertarungan Gadis Kecil dan Tiga Lelaki yang Menggila di Tengah Belantara
-
Keteladanan di Ruang Kelas: Saya Setuju Jika Guru Dilarang Membawa HP Saat Mengajar
-
Dari Sembako ke Bioskop: Bahaya Monopoli Terselubung Proyek Pemerintah