Dua pertarungan penentu jalan Timnas Indonesia ke gelaran Piala Dunia 2026 bakal dilakoni oleh Timnas Indonesia pada bulan Oktober ini.
Sesuai jadwal yang telah dirilis oleh induk sepak bola benua Asia, skuat Garuda akan bertarung melawan Arab Saudi (8/10/2025) dan Irak (12/10/2025) di ronde keempat babak kualifikasi zona Asia ini.
Berbeda dengan ronde ketiga yang mana pertandingan dimainkan dengan sistem home and away, pada ronde keempat ini, format kualifikasi berganti menjadi home tournament, di mana Arab Saudi akan menjadi tuan rumah untuk grup B.
Bukan hanya harus berhadapan dengan dua lawan yang relatif cukup berat, di ronde keempat ini Timnas Indonesia ternyata juga harus berhadapan dengan fakta lapangan bahwa mereka selalu diwarnai dengan rekor buruk saat bertanding di kandang lawan, khususnya pada ronde ketiga kemarin.
Sekadar menginformasikan, pada ronde ketiga babak kualifikasi lalu, Timnas Indonesia memainkan sebanyak 10 pertandingan, yang mana terbagi dalam 5 laga berstatus kandang dan 5 laga berstatus tandang.
Faktanya, dari 5 laga tandang yang dimainkan di kandang lawan, Pasukan Merah Putih tak sekalipun berhasil menuai kemenangan, baik saat dilatih oleh Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.
Dalam catatan laman transfermarkt, dari 5 laga tandang yang dijalani oleh Skuat Garuda, mereka hanya mampu mencatatkan hasil maksimal berupa imbang, sementara tiga pertandingan lainnya berujung dengan kekalahan.
Dua hasil imbang tersebut, keduanya dicatatkan saat Indonesia masih berada di bawah asuhan Shin Tae-yong, di mana saat itu sukses menahan imbang 1-1 tuan rumah Arab Saudi dan 2-2 saat bersua Bahrain.
Selebihnya, di tiga laga lainnya melawan China, Australia dan Jepang, semuanya berakhir dengan kekalahan. Di laga melawan China, Indonesia takluk dengan skor tipis 1-2, sementara saat bersua Australia dan Jepang, Pasukan Merah Putih yang sudah beralih pelatih ke Patrick Kluivert justru menjadi bulan-bulanan sang lawan dengan digasak 1-5 oleh Australia dan 0-6 oleh Jepang.
Total, dari lima laga tandang yang telah dijalani, Jay Idzes dan kolega hanya mampu mencatatkan 2 kali hasil imbang, 3 kali kekalahan, mencetak 5 gol dan dihantam oleh lawan-lawannya dengan 16 gol.
Alhasil, catatan minor ini pun sedikit banyak membuat kita selaku pendukung setia Timnas Indonesia khawatir, karena sampai sejauh ini, Indonesia belum benar-benar memiliki modal yang mumpuni untuk kembali bertarung di kandang lawannya.
Lantas, apakah Kluivert bisa mengakhiri rekor buruk Indonesia saat bermain di kandang lawan pada ronde keempat nanti? Semoga saja demikian, karena dengan begitu maka kans Indonesia lolos ke Piala Dunia secara otomatis juga menjadi semakin terbuka lebar bukan?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Bentrok Persib di Jeddah! Frans Putros Tantang Empat Rekan Klub di Timnas Indonesia
-
Persaingan Panas 4 Kiper Timnas Indonesia Jelang Hadapi Arab Saudi, Intip Statistiknya
-
Monas Banjir Sampah Usai Puncak HUT ke-80 TNI: 126 Ton Diangkut!
-
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t: Aksi, Komedi, dan Santet!? Siap Ngakak Sambil Merinding
-
Cieeee... Nadeo Argawinata Bikin Patrick Kluivert Senyam-senyum
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam