Timnas Indonesia harus menuai kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi di pertandingan pertama ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Diakui ataupun tidak, di balik kekalahan menyakitkan yang diderita oleh Pasukan Garuda, ada andil besar seorang Patrick Kluivert yang tak mampu meracik skuat mewahnya menjadi sebuah kekuatan terbaik.
Setidaknya, pada laga melawan Arab Saudi tersebut pelatih berkebangsaan Belanda tersebut melakukan 4 dosa besar yang akhirnya berujung kekalahan bagi anak asuhnya.
Apa sajakah itu? Mari kita ulas bersama!
1. Menerapkan Formasi dengan 2 Center Back
Sejatinya, formasi 4-4-2 yang diterapkan oleh Kluivert bukanlah kesalahan. Namun, untuk tim selevel Indonesia, menerapkan formasi yang hanya menyisakan 2 center back di lini pertahanan tentunya merupakan sebuah keputusan yang kurang bijak.
Pasalnya, Arab Saudi sendiri merupakan tim yang memiliki kecepatan dan fisik yang kuat, sehingga ketika mereka melakukan penyerangan, terlebih serangan balik, maka formasi dua bek sejajar tentunya sangat riskan untuk ditembus.
2. Menempatkan Pemain yang Tak Sesuai dengan Posisinya
Dilansir dari laman match report transfermarkt.com maupun AFC, Kluivert terkesan menempatkan para pemainnya secara konyol.
Bagaimana tidak, Yakob Sayuri yang bertipikal menyerang dan kerap bermain sebagai sayap serang, justru ditempatkan di posisi fullback kanan dan mencadangkan Sandy Walsh.
Kemudian ada Ricky Kambuaya yang sejatinya berposisi sebagai gelandang serang, namun justru diplot sebagai pendamping Ragnar Oratmangoen di sektor penyerangan.
Sehingga terlihat sekali para pemain tersebut tak bisa bermain dalam form terbaiknya.
3. Memercayakan Dapur Pacu Lini Tengah kepada Pemain Uzur
Dosa selanjutnya dari Patrick Kluivert adalah memercayakan sektor lini tengah yang merupakan sentral permainan sebuah tim kepada para pemain gaek.
Baik Marc Klok maupun Joey Pelupessy, saat ini sudah memasuki usia 32 tahun yang terbilang sudah memasuki masa senja sebagai pemain sepak bola.
Jika berhadapan dengan tim yang kualitasnya di bawah, tentu saja hal ini tak jadi masalah besar. Namun sayangnya, tim yang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah Arab Saudi yang selain memiliki kualitas utama di level Asia, juga berisikan para pemain yang berkompetisi di level tinggi benua kuning.
Terlebih lagi, pada laga tersebut Arab Saudi juga menurunkan para pemain muda seperti Al-Juwayr, Al-Khaibari dan Al-Dawsari yang tentu saja lebih kuat untuk bermain untuk tempo cepat dan intensitas tinggi.
4. Telat dan Salah dalam Melakukan Pergantian Pemain
Dosa keempat yang dilakukan oleh Kluivert pada laga melawan Arab Saudi kemarin adalah, dirinya telat dalam melakukan pergantian pemain.
Ketika dalam posisi tertinggal, sejatinya di bench ada nama-nama berkualitas yang berpotensi untuk menambah daya gedor dan menghidupkan permainan.
Seperti misal, di sektor tengah, ada Thom Haye yang biasa bertugas sebagai otak serangan Timnas Indonesia. Namun sayangnya, Haye baru dimasukkan ketika Indonesia tertinggal 1-3 dan itu pun justru malah menggantikan Miliano Jonathans, bukan Klok atau Pelupessy.
Selain itu, di sektor fullback kanan, ada Sandy Walsh yang baru dimasukkan di menit ke-85 dengan menggantikan Yakob Sayuri.
Dan yang cukup membuat gregetan adalah, Kluivert baru memasukkan Ole Romeny ketika timnya sudah ketinggalan dengan selisih 2 gol, yang mana justru menggantikan Oratmangoen yang cukup apik bermain.
Itulah 4 dosa yang dilakukan oleh Kluivert di laga melawan Arab Saudi. Semoga saja hal seperti ini tak terulang lagi di laga melawan Irak nanti ya!
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Malaysia Salip Ranking FIFA Timnas Indonesia Meski Diterpa Badai Skandal Naturalisasi
-
Legenda Irak Bocorkan Cara Kalahkan Timnas Indonesia Lewat 2 Kunci Utama
-
Patrick Kluivert Ingin Pukul Wajahnya Sendiri
-
Justin Hubner Minta Maaf Sempat Buat Gaduh: Mari Fokus Laga Lawan Irak
-
Kiper Buangan Persija Pasang Target Tinggi Timnas Indonesia di SEA Games 2025
Hobi
-
Kisah Heroik HMS Ark Royal: Sang 'Lucky Ship' Penentu Kemenangan di Teater Atlantik
-
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Mengenal Investasi dari Layar Ponsel Bersama New BIONS
-
Menggugat Empati Sineas Lewat Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi: Menghibur atau Mengeksploitasi?
-
Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan
-
489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam
-
PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis