Imbas kegagalan total yang didapatkan oleh Timnas Indonesia di ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 beberapa waktu lalu, gerbong kepelatihan asal Belanda yang dikontrak oleh PSSI akhirnya dilepas.
Bukan hanya menyasar Patrick Kluivert yang menangangi Timnas Indonesia senior, pemecatan juga dilakukan oleh PSSI terhadap jajarannya, termasuk pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg dan pelatih Timnas Indonesia U-20, Frank van Kempen.
Uniknya, dalam catatan laman statistik transfermarkt.com, baik Patrick Kluivert maupun Gerald Vanenburg sama-sama mendampingi anak asuhnya dalam 8 laga.
Jika dibandingkan, kira-kira siapa yang lebih unggul catatannya? Mari kita bahas bersama!
1. Patrick Kluivert
Berdasarkan data yang ada di laman transfermarkt.com, semenjak ditunjuk sebagai pelatih untuk Timnas Indonesia senior, Patrick Kluivert telah memainkan 8 pertandingan di mana 6 dalam rangkaian babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dan 2 pertandingan berlabel uji coba FIFA matchday.
Dari 8 laga tersebut, Kluivert mencatatkan 3 kemenangan, 1 seri, 4 kalah, menciptakan 11 gol, kebobolan 15 gol dan total mendapatkan 10 poin.
Jika dirata-rata, Timnas Indonesia mengumpulkan 1,25 poin pada setiap pertandingannya.
2. Gerald Vanenburg
Sama halnya dengan Patrick Kluivert, juga tercatat menjalankan 8 pertandingan bersama Timnas Indonesia U-23. Lima pertandingan dijalani oleh Vanenburg di ajang Piala AFF U-23, sementara 3 laga sisanya dijalankan oleh pelatih Belanda tersebut ketika mendampingi sang anak asuh di babak kualifikasi Piala Asia U-23.
Hasil yang didapatkan oleh Vanenburg bersama Timnas Indonesia U-23 ini adalah 4 kemenangan, 2 hasil seri, 2 kekalahan, 22 kali menjebol gawang lawan dan 9 kali kebobolan.
Total poin yang didapatkan oleh Vanenburg di Timnas Indonesia U-23 adalah 14 poin, di mana jika dirata-rata maka poin per pertandingan yang didapatkan oleh sang pelatih berada di angka 1,75.
Jika dikomparasikan, maka terlihat jelas jika dari 8 laga yang dijalani oleh keduanya, dapat dikatakan bahwa pencapaian Vanenburg lebih baik ketimbang rekan senegaranya tersebut.
Namun, tentu saja perbandingan ini tak bisa dikatakan sebagai harga mati. Pasalnya, level pertandingan dan lawan yang dihadapi oleh kedua pelatih ini tak bisa dikatakan setara.
Seperti contoh, Kluivert kebanyakan bertarung melawan tim berlevel Asia, sementara Vanenburg kebanyakan dari 8 pertarungan tersebut kebanyakan bermain melawan tim yang lebih lemah.
Nah, jika sudah seperti ini, lantas menurut teman-teman pembaca, siapa nih yang lebih baik pencapaiannya? Patrick Kluivert atau Gerald Vanenburg?
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
Dua Eks Garuda Sepakat! Ini Sosok Ideal Pelatih Baru Timnas Indonesia
-
Sudah Latihan, Emil Audero Bocorkan Kondisi Terbarunya Jelang Lawan Atalanta
-
Ismed Sofyan Dukung Timnas Indonesia Dilatih Pelatih Lokal
-
4 Nama Diisukan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Bagaimana Prestasinya?
-
Timur Kapadze Gencar Disuarakan Publik untuk Latih Timnas, PSSI Belum Respons
Hobi
-
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
Terkini
-
SuckSeed: Nostalgia Masa Muda Lewat Cerita Band Sekolah yang Menggelitik
-
Review Serial Night Shift for Cuties: Fandom K-Pop dan Rivalitas yang Manis
-
Park Bom Tinggalkan Agensi Setelah 8 Tahun, Fokus Pulihkan Kesehatan
-
Review Moving: Hadir dengan Kekuatan Super yang Membawa Makna Humanis
-
Harga Rp12 Jutaan, Xiaomi 17T Pro Masih Layak Disebut Flagship Killer?