Teka-teki calon pelatih baru timnas Indonesia masih belum menemui tanda-tanda yang jelas. Setelah sebelumnya ada lima calon pelatih yang diisukan kuat akan mengisi kursi juru taktik skuad garuda, kini, salah satu nama resmi dicoret.
Dilansir dari laman berita suara.com (01/12/2025), nama yang dicoret tersebut adalah mantan pelatih timnas Uzbekistan U-23, yakni Timur Kapadze.
Pria yang juga merupakan mantan punggawa timnas Uzbekistan era 2000-an tersebut resmi direkrut oleh salah satu klub asal Uzbekistan guna mengisi posisi juru latih. Praktis, kini nama Timur Kapadze dicoret dari calon pelatih timnas Indonesia.
Di sisi lain, ramainya rumor mengenai siapakah calon pelatih baru timnas Indonesia senior turut menyita perhatian beberapa pihak. Salah satunya adalah mantan pemain timnas Indonesia, yakni Peri Sandria.
Melansir dari akun instagram @arsiptimnas, pria berusia 50 tahun yang juga legenda timnas Indonesia era 1990-an ini menyindir PSSI agar tak mudah tergiur nama besar pelatih saat merekrut calon juru taktik timnas Indonesia nantinya. Dirinya juga menganalogikan jika PSSI tak boleh asal pilih pelatih ibarat membeli kucing dalam karung.
“PSSI waktunya kan masih panjang, harus berhati-hati mencari pelatih. Jangan beli kucing dalam karung, sayang biayanya. Sebenarnya waktunya memang masih panjang, saya rasa harus pelan-pelan mencari pelatih, sabar,” ujar Peri Sandria.
Bagi yang belum tahu, nama Peri Sandria adalah salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia pada awal dekade hingga pertengahan 1990-an.
Peri Sandria sendiri adalah salah satu punggawa yang menjadi bagian generas emas timnas Indonesia tahun 1991 yang sukses meraih medali emas ajang Sea Games 1991.
Tak hanya di timnas Indonesia, pria yang dikenal memiliki kemampuan mencetak gol yang cukup baik ini juga pernah membela banyak klub di liga Indonesia.
Beberapa klub seperti KTB Bekasi, Assyabab Surabaya, Pelita Bandung Raya, Putra Samarinda hingga Persib Bandung pernah dibela oleh pria berpostur 178 cm ini.
Peri Sandria Sindir Patrick Kluivert, Mengapa?
Lebih lanjut lagi, Peri Sandria juga menyindir mantan pelatih timnas Indonesia, yakni Patrick Kluivert sebagai salah satu nama yang kurang kompeten sebagai pelatih kendati merupakan pemain tenar pada masanya.
Menurutnya, PSSI seharusnya berkaca dari pengalaman dalam merekrut pelatih baru dan tak boleh mengulangi kesalahan yang sama seperti saat merekrut Patrick Kluivert.
“Jangan salah ambil pelatih seperti kemarin (Patrick Kluivert). Yang kemarin, sebagai pemain kualitasnya memang okelah, pemain top, legenda, tapi belum tentu sebagai pelatih berhasil membawa prestasi yang bagus,” ujar Peri Sandria.
Pernyataan yang dilontarkan oleh Peri Sandria tersebut memang ada benarnya. Pasalnya rekam jejak Patrick Kluivert sebagai pelatih justru berbanding 180 derajat jika dibandingkan saat dirinya masih menjadi pemain top dunia.
Dirinya gagal dalam karier kepelatihannya termasuk saat menangani timnas Indonesia. Puncaknya, dirinya gagal meloloskan skuad garuda ke putaran final ajang Piala Dunia 2026 setelah tak mampu meraih kemenangan di babak kualifikasi ronde keempat.
Kini, PSSI tentunya diharapkan mampu lebih selektif dan teliti dalam menunjuk pelatih baru guna menjadi juru taktik skuad garuda. Pengalaman merekrut Patrick Kluivert yang dinilai gagal total karena tak memiliki rekam jejak kepelatihan yang mumpuni diharapkan tak terulang lagi di masa depan.
Saat ini, PSSI dikabarkan tengah mendekati beberapa nama guna menjadi pelatih baru timnas Indonesia senior.
Beberapa nama seperti Heimir Hallgrimson, John Herdman, Jesus Casas, Bojan Hodak hingga Giovanni van Bronckhorst sedang dirumorkan akan menjadi pelatih baru timnas Indonesia senior selanjutnya.
Menurutmu, siapakah dari nama-nama tersebut yang paling berpeluang memimpin Jay Idzes dkk?
Baca Juga
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
-
Kembali Raih Juara AFF, Vietnam Memang Berjodoh dengan Pelatih Asal Korea
-
Kangkangi Thailand di Final ASEAN Cup 2026, Kesuksesan Vietnam Buktikan Bobroknya Liga Indonesia
Artikel Terkait
-
Detail Kepergian Jordi Cruyff dari Indonesia, Mendarat Schiphol Langsung Menuju Markas Ajax
-
Adu Taktik Van Bronckhorst Vs John Herdman: Siapa Paling Klop dengan Timnas Indonesia?
-
AC Milan Minat pada Jay Idzes, Suporter: Dari Rossoneri ke Manchester City
-
Untuk Urusan Satu Ini Vietnam U-22 Kalahkan Timnas Indonesia di SEA Games 2025
-
Jay Idzes Sangat Dibutuhkan AC Milan, Statistik Sejak di Venezia Hingga Sassuolo Jadi Bukti Kuat
Hobi
-
Jelang MotoGP San Marino: Jorge Martin Santai, Puncak Bukan Prioritas
-
Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?
-
Jadwal MotoGP Misano 2026: Ajang Adu Gengsi Aprilia dan Ducati
-
Pirelli Bukan Jaminan, Toprak Harus Upgrade Skill untuk Bersinar di MotoGP!
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
Terkini
-
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra untuk Kerja Lebih Cerdas: Multitasking Tanpa Banyak Berpindah Aplikasi
-
Lenovo Idea Tab Plus 2026: Tablet Layar 12,1 Inci yang Siap Menemani Kerja dan Belajar
-
Dilema Ular Jelmaan Pembawa Pesan Petaka dan Tangis Mbah Darmi
-
Franchise The Apothecary Diaries Dapat Game Konsol Pertama, Rilis Awal 2027
-
Mulai Rp21 Jutaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur dengan Kapasitas Tembus 2TB!