Kehadiran Ole Romeny di skuat Garuda membawa cerita menarik, terutama mengenai kekagumannya terhadap atmosfer luar biasa di SUGBK yang ia klaim jauh lebih hebat dibandingkan markas Feyenoord, Stadion De Kuip.
Pemain berusia 24 tahun ini memberikan pengakuan yang cukup mengejutkan mengenai pengalaman batinnya saat merumput di Jakarta. Baginya, gairah sepak bola di Indonesia berada di level yang berbeda.
Sebagaimana diketahui, Stadion De Kuip di Belanda dikenal sebagai salah satu stadion dengan atmosfer paling panas di Eropa, baik saat tim tuan rumah bertanding maupun ketika Timnas Belanda menjamu lawannya.
Namun menurut Ole Romeny, apa yang ia rasakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jauh melampaui standar Eropa tersebut. Ia merasa energi dari suporter Indonesia sangat masif.
"Pertandingan internasional pertama di Indonesia itu aneh, dalam arti luar biasa. Atmosfernya seperti De Kuip dikali tiga," ujar Ole Romeny saat diwawancarai oleh media Belanda, De Gelderlander sebagaimana dikutip suara.com pada Kamis (1/1/2026).
Ole mengaku selalu merasa merinding setiap kali menginjakkan kaki di rumput GBK. Getaran dari tribun penonton memberikan sensasi yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Momen yang paling berkesan baginya adalah saat ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor ketika Timnas Indonesia menjamu Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Perjalanan Karier dan Loyalitas Tanpa Batas Suporter Garuda
Kisah Ole Romeny bersama Timnas Indonesia sebenarnya dimulai dari ketidaksengajaan. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki garis keturunan Indonesia.
Ketertarikannya muncul setelah membaca berita tentang potensi dirinya membela Garuda. Tak lama kemudian, PSSI langsung bergerak cepat menghubungi pemain penyerang ini.
"Jujur saja, saya bahkan tidak tahu kalau saya memenuhi syarat untuk bermain di sini sampai PSSI menelepon saya," pungkas pemain yang kini menjadi tumpuan di lini depan Indonesia.
Ole Romeny sendiri mencatatkan debut resminya pada 20 Maret 2025. Saat itu, Indonesia bertandang ke markas Australia di Sydney Football Stadium.
Meski pada laga debut tersebut Indonesia harus menelan kekalahan telak 1-5, Ole langsung menunjukkan taringnya dengan mencetak gol perdana untuk Merah Putih.
Ketajaman Ole berlanjut pada 25 Maret 2025 saat melawan Bahrain di Jakarta. Di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, ia mencetak gol keduanya sebelum akhirnya sempat menepi sejenak karena cedera pada September 2025.
Totalitas suporter Indonesia memang menjadi faktor utama yang membuat Ole takjub. Loyalitas mereka tetap kuat meski timnas sering kali harus menghadapi hasil yang pahit di lapangan.
Hal ini terbukti saat ribuan fans tetap hadir mendukung langsung di Jepang pada Juni 2025, meski saat itu Indonesia kalah telak 0-6. Mereka tetap bernyanyi tanpa henti memberikan semangat.
Kehadiran kelompok suporter seperti Ultras Garuda dan La Grande dengan tifo spektakulernya sukses menciptakan atmosfer mendebarkan yang mampu menggetarkan mental lawan di setiap laga kandang.
Tentu saja, pengakuan Ole Romeny ini menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia memiliki aset terbesar dalam bentuk dukungan suporter yang militan.
Energi dari tribun SUGBK terbukti mampu memberikan kesan mendalam bagi pemain internasional seperti Ole, sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi skuat Garuda untuk terus berjuang di kualifikasi Piala Dunia.
Baca Juga
-
Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?
-
Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?
-
Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal
-
Xdinary Heroes Batalkan Fan Meeting THE X-TOWN, Mengapa?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
Artikel Terkait
-
Siapa Danilson Soares Silva? Rekan Joshua Zirkzee di Feyenoord yang Siap Bela Timnas Indonesia
-
Naturalisasi Perdana Era John Herdman? Pemain Keturunan Tolak Cape Verde, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Seleksi Timnas Indonesia U-20 Era Nova Arianto Dinilai Sulit: Banyak Pemain Berkualitas
-
3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Skuad Terbaik Asia 2025
-
Calon Kuat Pelatih Chelsea Liam Rosenior Sudah Tahu Kualitas Bintang Timnas Indonesia, Kok Bisa?
Hobi
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
-
Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
Terkini
-
Kisah Bli Nyoman: Tinggalkan Gengsi Pariwisata Bali Selatan Demi Sulap Desa Sendiri Jadi Juara
-
itel VistaTab 30 Pro: Tablet Layar 13 Inci dengan Baterai 10.000 mAh dan Bonus Keyboard
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan
-
Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?
-
5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau