Pada tanggal 3 Januari 2026 kemarin, kursi kepelatihan di Timnas Indonesia senior yang sebelumnya kosong semenjak bulan Oktober 2025 kemarin, secara resmi terisi.
Pelatih berkebangsaan Inggris yang juga merupakan eks pelatih Timnas Kanada, John Herdman secara resmi diperkenalkan oleh PSSI sebagai nakhoda baru pengisi kekosongan.
Kedatangan John Herdman ke Timnas Indonesia sendiri disambut dengan beragam tugas berat. Bukan hanya terkait dengan komposisi pemain, namun juga kerja keras untuk mengembalikan kepercayaan suporter setia terhadap kualitas Pasukan Garuda.
Memang, semenjak adanya pergantian pelatih dari Shin Tae-yong kepada Patrick Kluivert tepat satu tahun lalu, tren animo masyarakat terhadap jejak langkah Pasukan Garuda di berbagai level seolah mengalami penurunan yang signifikan.
Ketika di masa STY melatih animo masyarakat terhadap Timnas Indonesia demikian tinggi, di era kepelatihan Kluivert hal itu mengalami penurunan yang sangat terlihat jelas. Nobar-nobar yang sebelumnya selalu menghiasi setiap sudut daerah, perlahan mulai hilang seiring dengan penurunan prestasi yang sangat kentara.
Sehingga, ketika John Herdman datang, penuhnya kursi stadion tempat Pasukan Garuda bertarung masih menjadi sebuah tanda tanya besar. Apakah nantinya akan kembali penuh seperti di era STY, atau justru akan tetap stagnan dan terlihat biasa-biasa saja seperti ini karena rasa apatis para suporter yang berkepanjangan imbas kinerja federasi yang tak bisa begitu saja dipercaya.
Namun demikian, John Herdman masih memiliki satu jurus pamungkas untuk kembali memancing bludak suporter ke stadion. Bukan dengan cara pencitraan atau bahkan mulut besar seperti yang dilakukan oleh para petinggi federasi, namun melalui sebuah kinerja nyata di lapangan.
Sudah bukan sebuah rahasia lagi jika sampai saat ini, patokan kesuksesan seorang pelatih di Timnas Indonesia adalah titik-titik pencapaian dari seorang Shin Tae-yong. Bukan hanya perkara label juara, namun juga terkait bagaimana anak asuh John Herdman nanti menyajikan permainan di arena pertarungan.
Toh, pendukung setia Timnas Indonesia tak melulu menargetkan label juara untuk digapai, namun lebih kepada bagaimana mereka bisa menikmati permainan yang disajikan oleh para penggawa Garuda di lapangan.
Dan jika hal itu bisa dilakukan oleh John Herdman, di mana dirinya bisa meracik permainan yang apik bersama sang anak asuh, maka sudah pasti bangku stadion akan berisikan para pendukung setia yang kembali hadir mewarnai setiap perjalanan mereka di brbagai pertarungan.
Jadi, buktikan segera John Herdman!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Insiden Kartu Merah Menit Akhir dan Kegundahan Rafael Struick yang Luput Jalani Musim Ideal
-
Statistik Rafael Struick Melempem di Dewa United, Posisi di Era Baru Timnas Indonesia Terancam?
-
De Javu di Timnas Indonesia, John Herdman Punya Satu Kesamaan dengan Patrick Kluivert
-
6 Assist, 5 Gol! John Herdman Layak Panggil Ezra Walian ke Timnas Indonesia
-
Ajax Amsterdam Dikabarkan Incar Bek Kiri Timnas Indonesia, Rekomendasi Denny Landzaat?
Hobi
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Santai, Pedro Acosta Hadapi Musim Perdana dengan Ducati Tanpa Rasa Tertekan
Terkini
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit