Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S. T.
John Herdman (Instagram/John Herdman)
M. Fuad S. T.

Setelah berjalan lebih dari dua bulan tanpa pengisi, John Herdman akhirnya diperkenalkan secara resmi oleh PSSI sebagai pemegang tongkat estafet kepelatihan Timnas Indonesia.

Dilansir laman Suara.com (4/1/2026), eks nahkoda Timnas Kanada itu dipekerjakan oleh federasi untuk mendampingi Pasukan Garuda dalam rentangan masa kerja 2 tahun dengan opsi perpanjangan.

Target-target besar pun dibebankan oleh induk sepak bola Indonesia tersebut kepada sang pelatih anyar, termasuk di antara memperbaiki performa Timnas Indonesia yang belakangan ini sempat meredup imbas kebijakan pergantian pelatih yang berujung kegagalan dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert.

Kehadiran John Herdman yang secara resmi dikontrak mulai tanggal 3 Januari 2026 kemarin sendiri sejatinya membuat sang pelatih harus segera bergerak cepat. Pasalnya, jika dihitung-hitung, eks juru taktik Timnas Selandia Baru tersebut hanya mendapatkan waktu kurang dari tiga bulan untuk bisa membentuk skuat terbaik yang sesuai dengan filosofi permainannya.

Jika berkaca pada informasi yang dirilis oleh FIFA, tantangan pertama yang sudah pasti akan dihadapi oleh pelatih berkebangsaan Inggris tersebut adalah guliran FIFA Series 2026 yang berdasarkan jadwal dari induk sepak bola dunia sendiri akan dilangsungkan pada 23 hingga 31 Maret mendatang.

Ironisnya, rentangan waktu itu akan semakin tergerus, mengingat menurut laman Suara.com (5/1/2025), John Herdman sendiri baru akan datang ke Indonesia pada tanggal 11 Januari 2026 mendatang.

Itu artinya, jika di tanggal 12 Januari 2026 Herdman langsung melakukan pekerjaannya, sang pelatih hanya memiliki waktu 2 bulan 12 hari saja untuk menyusun skuat.

Tentunya, waktu yang sedemikian singkat itu masih belum menjamin pelatih mana pun, termsuk John Herdman untuk bisa langsung membuat para anak asuhnya nyetel dengan permainan yang dia harapkan.

Terlebih, untuk saat ini John Herdman bisa dikatakan baru akan meletakkan konsep-konsep dan filosofi permainannya bersama Timnas Indonesia, sehingga waktu yang hanya 2 bulan 12 hari itu terlalu singkat untuk membentuk tim yang hebat, apalagi sampai menyaingi game play Timnas era STY.

Dan lagi, patut untuk digarisbawahi, sebagai seorang pelatih, John Herdman bukan hanya bertugas untuk memilih pemain untuk mengisi pasukan yang disiapkan. Namun juga memilih pemain berkarakteristik permainan yang cocok dengan pakem permainan yang dikembangkannya. Ini yang cenderung lebih sulit.

Sehingga, mau tak mau, jika Herdman ingin memberikan permainan terbaiknya bersama Timnas Indonesia di bulan Maret nanti, dirinya juga harus bisa memenangi persaingan melawan sang waktu yang hanya memberikannya jeda 2 bulan 12 hari saja.

Bisakah John Herdman membentuk tim terbaik yang sesuai dengan gaya permainannya dalam rentang waktu 2 bulan 12 hari mendatang? Kita doakan semoga saja bisa!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS